Pertamina Tambah Pasokan BBM di Sulsel, 25 SPBU Makassar Beroperasi 24 Jam
PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulawesi Selatan (Sulsel). Langkah tersebut dilakukan menyusul kenaikan permintaan masyarakat, terutama terhadap BBM bersubsidi, yang berdampak pada meningkatnya antrean di sejumlah SPBU.
Perusahaan menyatakan penyesuaian pasokan diperlukan untuk menjaga ketersediaan BBM di wilayah tersebut. Selain menambah suplai, Pertamina juga mengoptimalkan operasional SPBU serta memperkuat distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Pertamina Perkuat Pasokan BBM ke Makassar
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan kenaikan permintaan BBM turut menjadi salah satu penyebab munculnya antrean di sejumlah SPBU. Menurutnya, kondisi tersebut juga dipengaruhi perubahan pola konsumsi dan pembelian masyarakat yang berlangsung secara bersamaan.
“Pertamina terus meningkatkan pasokan BBM ke terminal BBM untuk memperkuat suplai BBM ke Makassar agar ketersediaan dapat terjaga pada level yang aman. Untuk merespons peningkatan permintaan tersebut, kami meningkatkan penyaluran, mengoptimalkan operasional SPBU, serta memperkuat distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Kitty dalam keterangan resmi, Sabtu (12/9).
Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Pasokan BBM akan disesuaikan dengan kebutuhan di setiap wilayah sehingga distribusi dapat diarahkan ke titik-titik yang mengalami peningkatan permintaan.
Permintaan Solar JBT Naik hingga 15 Persen
Peningkatan kebutuhan terutama terlihat pada Solar Jenis BBM Tertentu (JBT). Pertamina mencatat permintaan terhadap Solar JBT meningkat sekitar 10-15 persen sepanjang Juni hingga Agustus 2026.
Untuk mengantisipasi kenaikan tersebut, perusahaan melakukan penyesuaian penyaluran serta memperkuat distribusi BBM sesuai kondisi di masing-masing daerah. Penyesuaian ini dilakukan secara berkala berdasarkan pemantauan stok, penyaluran, dan aktivitas operasional SPBU.
Selain itu, Pertamina mengoptimalkan operasional mobil tangki selama 24 jam. Upaya tersebut ditujukan untuk mempercepat pengiriman BBM sekaligus mempercepat pengisian kembali stok di SPBU yang membutuhkan pasokan tambahan.
Penambahan Nozzle Pertalite
Pertamina juga melakukan rekonfigurasi kapasitas pelayanan di sejumlah SPBU dengan menambah nozzle Pertalite. Langkah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas pelayanan, khususnya di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang membuat permintaan terhadap BBM bersubsidi meningkat.
Di Makassar, sebanyak 25 SPBU dioperasikan selama 24 jam. Penguatan jam operasional tersebut dilakukan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga kelancaran distribusi BBM.
Antrean Dipicu Pergeseran Konsumsi
Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto memastikan stok BBM Pertamina saat ini tersedia. Namun, antrean tetap terjadi di sejumlah SPBU karena adanya pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.
“Shifting dari produk-produk yang non-PSO Pertamax Series kemudian Dex, itu ke Pertalite maupun Biosolar,” ujar Eko dalam acara Pertamax Journey di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).
Peralihan konsumsi tersebut menyebabkan jumlah kendaraan yang mengantre di sejumlah SPBU meningkat. Eko menjelaskan, kondisi itu juga berkaitan dengan keterbatasan sarana dan prasarana pada SPBU tertentu untuk menambah dispenser atau nozzle Pertalite dan Biosolar.
“SPBU ini juga sangat terbatas fasilitas sarprasnya untuk bisa menambah dispenser ataupun nozzle untuk produk-produk seperti Pertalite maupun Biosolar,” kata Eko.
Imbauan Pertamina kepada Masyarakat
Pertamina mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah penumpukan kendaraan dan memastikan pelayanan dapat berjalan secara lancar serta merata.
Eko juga meminta masyarakat tidak melakukan panic buying hanya karena melihat antrean di salah satu SPBU. Ia menegaskan bahwa stok BBM Pertamina berada dalam kondisi aman.
Kitty mengatakan Pertamina akan terus melakukan pemantauan serta mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kelancaran pasokan. Distribusi BBM juga akan disesuaikan dengan perkembangan permintaan di setiap wilayah, termasuk Makassar yang menjadi salah satu daerah dengan antrean SPBU terbaru.
Kesimpulan
Pertamina Patra Niaga menambah pasokan dan memperkuat distribusi BBM di Sulawesi Selatan untuk merespons kenaikan permintaan, terutama terhadap Solar JBT, Pertalite, dan Biosolar. Kebutuhan Solar JBT tercatat meningkat 10-15 persen sepanjang Juni hingga Agustus 2026.
Untuk menjaga ketersediaan, Pertamina mengoperasikan mobil tangki selama 24 jam, menambah nozzle Pertalite di sejumlah SPBU, serta mengoperasikan 25 SPBU di Makassar selama 24 jam. Ke depan, perusahaan akan terus menyesuaikan penyaluran berdasarkan kondisi permintaan dan kebutuhan masing-masing wilayah, sementara masyarakat diimbau membeli BBM secara wajar agar distribusi tetap berjalan lancar.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment