Basarnas Evakuasi 114 Korban Insiden Kapal di Laut Jawa, 129 Orang Masih Dicari

Basarnas melaporkan perkembangan evakuasi korban insiden kapal di Laut Jawa. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, sebanyak 114 korban telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara enam lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Insiden tersebut disebut berkaitan dengan KM Virgo Transport 8. Namun, dalam pembaruan informasi yang dirilis pada Selasa (15/9), terdapat penyebutan KM Cahaya Bahari dalam daftar penumpang yang berhasil diselamatkan. Informasi yang tersedia mencantumkan sejumlah nama korban selamat, korban yang mengalami luka, serta sebagian korban meninggal dunia.

129 Korban Masih Dalam Pencarian

Basarnas menyebut total korban yang tercatat mencapai 243 orang. Dari jumlah tersebut, 114 korban telah dievakuasi, terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Dengan demikian, masih terdapat 129 korban lain yang dalam proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

Proses pencarian masih menjadi fokus utama petugas. Tim SAR Gabungan terus melakukan upaya untuk menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya. Data mengenai jumlah korban dan identitas yang dirilis dapat mengalami pembaruan seiring berlangsungnya proses evakuasi serta pendataan di lapangan.

Pembaruan Data Korban Selamat

Pada Selasa (15/9), SAR kembali merilis pembaruan mengenai nama-nama penumpang yang berhasil diselamatkan. Dalam informasi tersebut disebutkan sebanyak 20 korban berada dalam kondisi sehat, sedangkan tiga korban lainnya mengalami luka.

Beberapa korban dilaporkan mengalami keluhan kesehatan tertentu. Boni Fasius Raju, 45 tahun, asal Flores, mengalami luka robek pada dagu. Anton, 27 tahun, asal Malang, mengalami luka pada kaki. Sementara itu, Abdul Kholid, 25 tahun, asal Jepara, mengalami kaki terkilir.

Nama Korban yang Berhasil Diselamatkan

Sejumlah nama yang tercantum dalam pembaruan data korban selamat antara lain Adi Suseno, Rais Dny, Rohim, Arief Tofan, Nanang Priyanto, Bayu Kusuma, Fransiskus Afridos, Arman Firmasyah, Anif Iwat, Sumarsum, Gunggun, Irfan Purba, Najib, Henvi, Rizal, Ahmad, Rizki, Rehan, Ahmad Akmal, dan Bagus.

Daftar tersebut juga memuat nama Wakid, Abdul Rohman, Andre Fajar, Faizal, Abu Bakar, Qimikus Poko, Ahmad Murdilah, Doni, Hermus, Heru Pramono, Iwan, Davio, Karna Ocit, Rino, Aldianus, Pujianto, Ponimin, Marsianus, Radus Bowo, Lucky Wahyu, Zahrim, Sachilin, Rianda, Prastika, Syaiful Nurudin, Lutfi Arisandi, Sifri, Heri, Arifin, Fery, Lehadi, Agus, Shopian, Devin, Ainuli, Sugianto, dan Bambang Melon.

Selain itu, terdapat daftar korban berdasarkan daerah asal maupun posisi di kapal. Nama-nama yang tercantum di antaranya Dodit Mujiono dari Situbondo, Yahya dari Jombang, Apriyanto dari Tulungagung, Edi Sutrisno dari Kediri, Muh. Fathir dari Garut, Deny Agung Presetno dari Nganjuk, Herman dari Banjarmasin, Nur Kartika Basmono dari Tuban, Azam Umami dari Pemalang, Syaiful Anwar dari Blitar, serta Arief Yunianto dari Lamongan yang disebut sebagai kapten.

Enam Korban Meninggal Dunia

Dalam laporan Basarnas, enam korban dinyatakan meninggal dunia. Pada pembaruan terakhir, petugas baru merilis identitas dua dari enam korban tersebut. Informasi lain mencantumkan nama Nurul Rian Hidayat, Deny Ridzal Saputra, Imam Soeparno, Erick Maisul Latif, Risyan Kurnia Putra, dan Reyner Fausta Yoslianto dalam daftar korban.

Karena proses identifikasi dan pendataan masih berlangsung, informasi terkait identitas korban perlu mengikuti keterangan resmi dari Basarnas dan Tim SAR Gabungan. Publik juga diimbau mencermati pembaruan terbaru agar tidak terjadi kesalahan dalam penyampaian informasi kepada keluarga maupun masyarakat.

Kesimpulan

Hingga laporan terakhir, sebanyak 114 korban insiden kapal di Laut Jawa telah dievakuasi, dengan rincian 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sebanyak 129 korban lainnya masih dicari oleh Tim SAR Gabungan. Ke depan, perkembangan utama yang dinantikan adalah hasil pencarian terhadap korban yang belum ditemukan serta pemutakhiran data identitas dan kondisi para korban. Seluruh informasi diharapkan terus disampaikan secara resmi dan berkala oleh pihak berwenang.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment