Nahkoda KM Virgo Transport 8 Selamat, 114 Orang Berhasil Dievakuasi dari Laut Jawa
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menyampaikan bahwa nahkoda KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa ditemukan dalam kondisi selamat. Nahkoda tersebut menjadi salah satu dari 114 orang yang telah berhasil dievakuasi dalam proses pencarian dan penyelamatan kapal.
Dari total 114 orang yang ditemukan, sebanyak 108 orang dilaporkan selamat. Sementara itu, enam orang lainnya meninggal dunia. Hingga informasi tersebut disampaikan, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dan masih berada dalam pencarian oleh tim gabungan.
Nahkoda KM Virgo Transport 8 Jalani Pemeriksaan
Wamenhub Suntana mengatakan nahkoda kapal saat ini sedang menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memperoleh keterangan mengenai insiden yang menimpa KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
“Untuk nakhoda selamat dan sedang dilakukan pemeriksaan,” kata Suntana dalam konferensi pers pada Selasa (15/9).
Meski demikian, Suntana belum menjelaskan secara terperinci materi pemeriksaan terhadap nahkoda tersebut. Pemerintah masih berfokus pada penanganan kecelakaan serta proses pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang, awak kapal, dan kru yang berada di KM Virgo Transport 8.
EPIRB Kapal Dipastikan Aktif
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa perangkat pemancar radio darurat milik KM Virgo Transport 8, yaitu Emergency Position Indicating Radio Beacon atau EPIRB, berada dalam kondisi aktif.
Menurut Syafii, EPIRB berfungsi sebagai pemancar darurat pada kapal. Perangkat tersebut memiliki fungsi yang serupa dengan ELT atau Emergency Locator Transmitter pada pesawat. Sementara itu, perangkat pemancar darurat untuk personal dikenal dengan istilah PLB.
“Jadi transmitter dari emergency kapal itu saya pastikan aktif. Jadi kapal itu, kalau misalkan di pesawat itu ada ELT, kemudian kalau kapal itu EPIRB, kemudian kalau misalkan personal itu namanya PLB,” ujar Syafii.
Ia menambahkan, sinyal EPIRB dari kapal tersebut dipantau oleh sejumlah pihak. Pemantauan dilakukan oleh Australia, Singapura, serta sistem MEOLUT atau LEOLUT yang berada di Basarnas. Aktifnya perangkat tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pencarian kapal dan orang-orang yang masih belum ditemukan.
Kronologi Hilang Kontak KM Virgo Transport 8
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Sebelumnya, kapal tersebut berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
Kapal itu disebut membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang, awak kapal, dan kru. Dalam perkembangan hingga Senin (14/9), sebanyak 114 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Adapun 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Proses Pencarian Masih Berlangsung
Penemuan nahkoda dalam kondisi selamat menjadi salah satu perkembangan dalam upaya penanganan insiden KM Virgo Transport 8. Keterangan dari nahkoda diharapkan dapat membantu memberikan informasi terkait kejadian yang menyebabkan kapal terbalik dan kemudian hilang kontak di Laut Jawa.
Di sisi lain, tim pencarian masih menghadapi tugas untuk menemukan 129 orang yang belum diketahui keberadaannya. Aktivasi EPIRB kapal menjadi salah satu informasi penting yang terus dipantau selama proses pencarian berlangsung. Pemerintah dan Basarnas masih melanjutkan penanganan sesuai perkembangan di lapangan.
Kesimpulan
Nahkoda KM Virgo Transport 8 dipastikan selamat dan kini menjalani pemeriksaan untuk dimintai keterangan mengenai insiden kapal terbalik di Laut Jawa. Dari total 243 orang di kapal, sebanyak 114 orang telah ditemukan, dengan rincian 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, 129 orang masih dalam pencarian.
Basarnas juga memastikan EPIRB KM Virgo Transport 8 aktif dan sinyalnya dipantau oleh sejumlah pihak, termasuk Australia, Singapura, serta sistem pemantauan Basarnas. Ke depan, proses pencarian terhadap orang-orang yang belum ditemukan serta pemeriksaan terhadap nahkoda menjadi bagian penting dalam mengungkap perkembangan insiden tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment