Kebakaran Pabrik Lampu di Batuceper Tangerang, Ratusan Karyawan Berhamburan Menyelamatkan Diri

Kebakaran melanda PT Global Teguh Indonesia, sebuah pabrik yang memproduksi lampu, di wilayah Batuceper, Kota Tangerang, Banten, pada Rabu (16/9). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan membuat ratusan pegawai berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Kobaran api terlihat melahap area pabrik dan disertai kepulan asap hitam tebal yang membubung tinggi ke langit. Hingga proses pemadaman berlangsung, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikan api yang membesar di dalam area pabrik.

Kebakaran Terjadi Saat Jam Makan Siang

Kepala UPT Damkar Batuceper, Ucok Negara, mengatakan informasi mengenai kebakaran diterima petugas sekitar pukul 13.00 WIB. Api diketahui muncul di PT Global Teguh Indonesia, perusahaan yang bergerak dalam produksi lampu.

“Jadi informasi yang kita terima, ada kebakaran jam 1 siang di PT Global Teguh Indonesia, ini memproduksi lightning atau lampu, ya. Terkait penyebabnya, kita belum mengetahuinya sampai saat ini,” kata Ucok di lokasi kebakaran.

Menurut keterangan salah satu karyawan, Adit, kebakaran terjadi ketika para pekerja sedang menjalani jam makan siang. Asap dan kobaran api pertama kali terlihat dari Gudang B. Situasi tersebut sontak memicu kepanikan di antara para pegawai.

Adit menuturkan, sejumlah pekerja sempat berusaha mengambil alat pemadam api ringan atau APAR untuk memadamkan api. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena kobaran api sudah terlanjur membesar.

“Makanannya langsung dilempar dan lari ke dalam ambil APAR mau memadamkan, tapi api sudah membesar, tidak tertolong, jadi semua langsung dievakuasi keluar, sampai ada yang bongkar tembok,” ujar Adit.

Angin Kencang dan Bahan Mudah Terbakar Hambat Pemadaman

Petugas pemadam kebakaran menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman. Hembusan angin yang cukup kencang membuat api lebih sulit dikendalikan. Selain itu, banyaknya bahan mudah terbakar di dalam pabrik turut memperbesar tantangan bagi petugas.

Meski demikian, petugas menyatakan kobaran api telah berhasil dipadamkan sekitar 40 hingga 50 persen. Proses pemadaman masih terus dilakukan untuk mencegah api kembali meluas ke area lain di dalam pabrik.

Ucok memperkirakan proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam. Estimasi tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan kondisi api, hembusan angin, serta material yang berada di dalam bangunan pabrik.

Petugas Kerahkan Delapan Armada Damkar

Untuk menangani kebakaran tersebut, sedikitnya delapan unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Sebanyak 35 personel damkar turut terlibat dalam upaya memadamkan api dan mengamankan area sekitar pabrik.

Di tengah kepanikan, para pekerja juga berusaha menyelamatkan kendaraan milik mereka. Adit menyebut sejumlah sepeda motor berhasil dipindahkan ketika api mulai mengecil di beberapa bagian.

“Iya, tadi kita sempat menyelamatkan motor pekerja saat api mengecil. Kita selamatkan motor dengan cara dibopong,” kata Adit.

Korban Jiwa dan Kerugian Belum Diketahui

Hingga proses pemadaman berlangsung, belum ada informasi mengenai jumlah korban jiwa maupun nilai kerugian akibat kebakaran di pabrik lampu tersebut. Petugas masih berfokus pada penanganan api dan memastikan situasi di lokasi tetap terkendali.

Penyebab kebakaran juga masih belum diketahui. Informasi lebih lanjut mengenai asal mula api dan dampak kerusakan masih menunggu hasil penanganan serta pemeriksaan di lokasi.

Kesimpulan

Kebakaran pabrik lampu PT Global Teguh Indonesia di Batuceper, Kota Tangerang, membuat ratusan pekerja harus segera menyelamatkan diri. Api yang muncul sekitar pukul 13.00 WIB tersebut sempat membesar karena dipengaruhi angin kencang dan banyaknya bahan mudah terbakar di dalam pabrik.

Petugas mengerahkan delapan armada dan 35 personel untuk memadamkan kobaran api. Sebagian api telah berhasil dikendalikan, tetapi proses pemadaman masih berlangsung. Sementara itu, penyebab kebakaran, jumlah korban jiwa, dan nilai kerugian masih belum diketahui.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment