Pemkab Kebumen Perkuat Pelacakan Kontak Erat untuk Kejar Eliminasi TBC 2030

Pemerintah Kabupaten Kebumen terus memperkuat strategi pencegahan dan penemuan kasus tuberkulosis (TBC) sebagai bagian dari upaya mencapai target eliminasi penyakit tersebut pada 2030. Langkah ini dilakukan dengan memperluas pemeriksaan terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, meningkatkan penemuan kasus secara aktif, serta memperluas akses layanan pemeriksaan dan pengobatan.

Upaya tersebut dinilai penting karena penanganan TBC tidak cukup hanya berfokus pada pasien yang telah terdiagnosis. Pemerintah juga perlu memastikan orang-orang yang berisiko tertular, khususnya anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien, segera menjalani pemeriksaan. Dengan cara ini, kasus dapat ditemukan lebih cepat dan penularan di lingkungan sekitar pasien dapat ditekan.

Pemkab Kebumen Kejar Target Eliminasi TBC 2030

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa target pemerintah daerah adalah mewujudkan eliminasi TBC pada 2030. Untuk mencapai sasaran tersebut, penemuan kasus secara dini menjadi salah satu langkah utama yang harus terus diperkuat.

“Target kita jelas, eliminasi TBC pada tahun 2030. Untuk mencapainya, kita harus menemukan penderita lebih cepat, mengobati, dan memastikan pengobatan berjalan sampai sembuh,” ujar Lilis saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan TBC Kabupaten Kebumen, Selasa (15/9).

Menurutnya, keberhasilan penanggulangan TBC tidak hanya ditentukan oleh tersedianya pengobatan. Kepastian bahwa pasien menjalani pengobatan hingga sembuh juga menjadi bagian penting dalam memutus penularan penyakit tersebut. Karena itu, penemuan kasus dan pendampingan pengobatan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Layanan TBC Tersedia di Puskesmas dan Rumah Sakit

Saat ini, layanan TBC di Kabupaten Kebumen tersedia di 35 puskesmas dan 12 rumah sakit. Pemerintah Kabupaten Kebumen juga melibatkan klinik serta tenaga medis swasta untuk memperluas jangkauan pemeriksaan dan pengobatan bagi masyarakat.

Keterlibatan berbagai fasilitas kesehatan tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan TBC. Selain itu, kerja sama antara fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta menjadi bagian dari strategi untuk mempercepat penemuan pasien yang membutuhkan penanganan.

Pemeriksaan Aktif dan Pelacakan Kontak Erat

Penemuan kasus TBC dilakukan melalui sejumlah pendekatan. Pemeriksaan aktif menjadi salah satu metode yang digunakan untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Pemerintah daerah juga menjalankan pelacakan kontak erat, terutama terhadap orang yang berinteraksi dekat atau tinggal bersama pasien TBC.

Selain itu, pemeriksaan TBC turut diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Integrasi ini menjadi sarana untuk memperluas kesempatan masyarakat menjalani pemeriksaan dan membantu menemukan kasus yang sebelumnya belum teridentifikasi.

Hingga awal September 2026, pemeriksaan aktif telah dilaksanakan di 74 lokasi dengan sasaran sekitar 7.400 orang. Sementara itu, program CKG telah berlangsung di seluruh puskesmas dan diikuti lebih dari 703 ribu masyarakat.

Ribuan Kasus TBC Telah Ditemukan

Peningkatan pemeriksaan dan pelacakan turut mendorong penemuan kasus TBC di Kabupaten Kebumen. Hingga Agustus 2026, sebanyak 2.139 kasus TBC telah ditemukan dan dilaporkan.

Data tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan aktif serta pelacakan kontak erat dalam mendukung upaya pengendalian TBC. Penemuan kasus yang lebih cepat dapat membantu pasien memperoleh pengobatan dan mendorong pemeriksaan terhadap orang-orang yang berisiko tertular.

Dukungan Pemerintah Pusat

Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Oktavianus mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Apresiasi tersebut terutama diberikan atas upaya edukasi mengenai pencegahan TBC dan pentingnya pemeriksaan bagi kontak erat pasien.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyatakan bahwa pemerintah pusat siap memperkuat koordinasi penanggulangan TBC hingga tingkat kecamatan dan desa. Penguatan tersebut termasuk mendorong peran desa siaga dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan TBC di masyarakat.

Kesimpulan

Pemerintah Kabupaten Kebumen terus memperluas penanganan TBC melalui pemeriksaan aktif, pelacakan kontak erat, integrasi dengan program CKG, serta pelibatan berbagai fasilitas kesehatan. Dengan dukungan layanan di puskesmas, rumah sakit, klinik, dan tenaga medis swasta, akses pemeriksaan serta pengobatan diharapkan semakin luas.

Penemuan 2.139 kasus hingga Agustus 2026 menjadi bagian dari proses menuju target eliminasi TBC pada 2030. Ke depan, kesinambungan pengobatan hingga sembuh, pemeriksaan terhadap kontak erat, edukasi masyarakat, dan koordinasi hingga tingkat desa akan menjadi unsur penting dalam memperkuat pengendalian TBC di Kebumen.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment