Banjir Rendam Tujuh Kecamatan di Aceh Barat Daya, Ketinggian Air Capai 1 Meter

Aceh Barat Daya dilanda banjir setelah hujan deras yang disertai angin dan petir mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (16/9) sore. Bencana ini merendam tujuh kecamatan dan menggenangi sejumlah permukiman warga dengan ketinggian air yang mencapai satu meter.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), wilayah yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Jeumpa, Kuala Batee, Tangan-Tangan, Setia, Blang Pidie, Manggeng, dan Susoh. Hingga Kamis (17/9), air masih menggenangi sejumlah rumah warga dan proses pendataan terhadap dampak bencana masih dilakukan.

Tujuh Kecamatan Terdampak Banjir

Hujan deras yang berlangsung sejak sore hari memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya. Selain merendam permukiman, genangan air juga mengganggu aktivitas masyarakat karena turut menggenangi ruas jalan nasional di kawasan Blang Pidie.

Genangan di jalan nasional tersebut menyebabkan kemacetan. BPBA masih melakukan pemantauan terhadap kondisi banjir sekaligus mendata jumlah warga terdampak dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan.

Dampak Banjir di Kecamatan Blang Pidie

Kecamatan Blang Pidie menjadi salah satu wilayah dengan dampak banjir yang cukup luas. Di Desa Alue Manggota, sekitar 100 rumah terdampak dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Kepala BPBA Bahron Bakti menyampaikan bahwa selain banjir, terdapat satu unit rumah yang terdampak longsor di Desa Cot Mane. Informasi tersebut disampaikan pada Kamis (17/9).

“Di Desa Alue Manggota perkiraan banjir kurang lebih 100 rumah terdampak dengan ketinggian 1 meter, lalu di Desa Cot Mane jumlah rumah terdampak longsor 1 unit,” kata Bahron Bakti.

Puluhan Rumah Terendam di Sejumlah Desa

Di Desa Lhung Tarok, sekitar 41 rumah terendam banjir. Rata-rata ketinggian air di wilayah tersebut berada di atas lutut orang dewasa.

Sementara itu, banjir juga menggenangi sekitar 40 rumah di Desa Kuta Bahagia. Ketinggian air di desa tersebut berkisar antara lutut hingga pinggang orang dewasa. Kondisi ini membuat permukiman warga masih berada dalam genangan hingga waktu pemantauan dilakukan.

Luapan Sungai Alue Diwi Rendam Desa Alue Padee

Di Kecamatan Kuala Batee, banjir terjadi setelah Sungai Alue Diwi meluap. Luapan sungai tersebut menggenangi Desa Alue Padee dengan ketinggian air lebih dari satu meter.

Sekitar 10 rumah di Desa Alue Padee terdampak banjir. Selain itu, di Desa Kampung Tengah terdapat sekitar lima rumah yang turut terdampak genangan.

Data mengenai jumlah keseluruhan warga yang terdampak masih dihimpun oleh BPBA. Pendataan juga mencakup kondisi fasilitas umum yang kemungkinan mengalami kerusakan akibat banjir.

Pemantauan dan Penanganan Masih Berlangsung

Hingga saat ini, banjir masih menggenangi sejumlah permukiman warga di Aceh Barat Daya. BPBA terus memantau perkembangan kondisi di lapangan, termasuk wilayah yang terdampak genangan dan longsor.

Untuk penanganan longsor di Desa Cot Mane, proses pembersihan masih menunggu alat berat. Sementara itu, pemantauan terhadap banjir tetap dilakukan karena air masih berada di sejumlah kawasan permukiman.

Kesimpulan

Banjir yang melanda Aceh Barat Daya berdampak pada tujuh kecamatan, yakni Jeumpa, Kuala Batee, Tangan-Tangan, Setia, Blang Pidie, Manggeng, dan Susoh. Di sejumlah desa, ketinggian air mencapai satu meter dan merendam puluhan hingga sekitar 100 rumah.

Selain mengganggu permukiman, banjir juga menyebabkan ruas jalan nasional di Blang Pidie tergenang dan memicu kemacetan. BPBA masih melakukan pendataan terhadap korban terdampak serta fasilitas umum yang rusak. Ke depan, pemantauan kondisi banjir dan pembersihan lokasi longsor menjadi bagian penting dari penanganan bencana yang masih berlangsung.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment