Danantara Resmikan PSEL Bogor Raya 1, Kelola 1.500 Ton Sampah per Hari

Bogor – Danantara Indonesia meresmikan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Kamis (17/9). Fasilitas yang dikelola PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) tersebut dirancang untuk mengolah sampah menjadi energi listrik dengan kapasitas hingga 1.500 ton per hari.

Proyek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah sekaligus menyediakan sumber energi alternatif. PSEL Bogor Raya 1 juga diharapkan dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA), menekan emisi, serta menciptakan lapangan kerja hijau bagi masyarakat.

PSEL Bogor Raya 1 Gunakan Teknologi Insinerator Minim Emisi

Dalam pengoperasiannya, PSEL Bogor Raya 1 akan menggunakan teknologi moving grate incinerator yang dilengkapi Air Pollution Control System (APCS). Teknologi tersebut disebut sebagai sistem insinerator ramah lingkungan dengan emisi rendah.

Penggunaan teknologi ini ditujukan untuk mengurangi volume sampah secara signifikan dalam waktu singkat. Sampah yang dikelola tidak hanya berakhir di TPA, tetapi juga diproses untuk menghasilkan energi listrik.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan teknologi yang digunakan telah dirancang dengan mengacu pada standar lingkungan European Union Industrial Emissions Directive (EU IED). Standar tersebut merupakan salah satu acuan pengendalian emisi industri yang ketat.

Target Kelola Lebih dari 500 Ribu Ton Sampah per Tahun

Pandu menyampaikan, proyek PSEL Bogor Raya 1 ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah setiap tahun. Selain itu, fasilitas ini diproyeksikan dapat menurunkan emisi dari TPA hingga 80 persen.

Proyek tersebut juga ditargetkan mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara karbon dioksida (CO2) per tahun. Target itu menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak lingkungan yang berasal dari penumpukan sampah di TPA.

“Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, menurunkan emisi dari TPA hingga 80 persen, serta mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO2 per tahun,” ujar Pandu dalam acara groundbreaking di Kabupaten Bogor, Kamis (17/9).

Suplai Energi untuk Lebih dari 100 Ribu Rumah

Dari sisi energi, PSEL Bogor Raya 1 diklaim mampu menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan listrik lebih dari 100 ribu rumah di wilayah Bogor Raya. Dengan demikian, fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengolahan sampah, tetapi juga sebagai sumber energi.

Danantara Indonesia juga tengah menyiapkan proyek PSEL Bogor Raya 2 yang berlokasi di kawasan Kayumanis, Kota Bogor. Kedua proyek tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di wilayah Bogor.

Investasi PSEL Bogor Raya Capai Rp2,8 Triliun

Nilai investasi PSEL Bogor Raya mencapai Rp2,8 triliun. Proyek ini diharapkan dapat membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau sekaligus mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga 80 persen.

Pembangunan fasilitas tersebut melibatkan lebih dari 60 tenaga ahli dan profesional dari berbagai latar belakang. Mereka memiliki pengalaman dalam mengerjakan sejumlah proyek PSEL di Indonesia maupun di berbagai negara, termasuk Malaysia, Thailand, China, Australia, Irlandia, Jerman, dan Kuwait.

Secara nasional, proyek PSEL direncanakan hadir di 17 titik yang mencakup 33 kabupaten dan kota di Indonesia. Rencana tersebut diarahkan untuk membantu mengatasi kondisi darurat sampah yang terjadi di berbagai daerah.

Pemerintah Sederhanakan Aturan Proyek Pengolahan Sampah

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menilai persoalan dampak lingkungan membuat pengelolaan sampah menjadi langkah darurat yang perlu segera diselesaikan. Selain persoalan sampah, dampak lingkungan dari pembangkit listrik berbahan bakar batu bara juga menjadi pertimbangan dalam memprioritaskan pengembangan PSEL.

Zulkifli mengatakan pemerintah telah menyederhanakan aturan yang berkaitan dengan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik. Sebelumnya, terdapat sekitar 160 aturan yang dinilai membuat proses pembangunan menjadi rumit. Kini, aturan tersebut disebut telah dipangkas menjadi tiga.

“Dulu ada sekitar 160 aturan yang membuat prosesnya rumit, sekarang sudah kita pangkas menjadi tiga saja. Dengan begitu, proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik bisa berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Zulkifli.

Kesimpulan

PSEL Bogor Raya 1 menjadi salah satu proyek strategis Danantara Indonesia dalam mengolah sampah menjadi energi listrik. Dengan kapasitas hingga 1.500 ton sampah per hari, teknologi insinerator yang dilengkapi APCS, serta target pengurangan emisi dan kebutuhan lahan TPA, fasilitas ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Pengembangan PSEL Bogor Raya 2 dan rencana pembangunan fasilitas di 17 titik nasional menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis energi akan terus diperluas. Penyederhanaan aturan juga diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek sehingga penanganan kedaruratan sampah di Indonesia dapat berjalan lebih efektif.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment