Tim SAR Temukan Enam Liferaft Diduga Milik KM Virgo Transport 8 di Kalteng
Tim SAR gabungan menemukan enam liferaft atau perahu karet yang diduga berkaitan dengan insiden KM Transport Virgo 8 di perairan Kalimantan Tengah (Kalteng). Temuan tersebut telah diamankan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palangka Raya untuk selanjutnya dipindahkan ke posko di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Enam liferaft itu menjadi salah satu temuan penting dalam operasi pencarian dan penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terbalik dan mengapung di perairan Laut Jawa. Barang-barang tersebut rencananya akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Enam Liferaft Diamankan Tim SAR di Kalimantan Tengah
Direktur Operasional Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menyampaikan bahwa enam liferaft ditemukan di wilayah perairan Kalimantan Tengah. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers pada Kamis (17/9).
“Kita ada temuan enam liferaft di Kalimantan Tengah. Kakansar di Kalimantan Tengah dan itu sudah diamankan oleh rekan-rekan Kansar Palangkaraya,” kata Yudhi.
Menurut Yudhi, sebagian liferaft tersebut masih berada dalam kondisi mengembang. Temuan itu akan dipindahkan terlebih dahulu ke posko yang berada di Banjarmasin sebelum kemudian diserahkan kepada KNKT.
Temuan Akan Menjadi Barang Bukti Penyelidikan
Liferaft yang ditemukan akan digunakan sebagai barang bukti dalam proses penyelidikan terkait insiden terbaliknya KM Virgo 8. Penyerahan kepada KNKT diharapkan dapat mendukung pemeriksaan lebih lanjut mengenai kecelakaan kapal tersebut.
“Kondisinya masih mengembang, ada beberapa yang masih mengembang. Nanti akan dikirim ke sini dan sebagai barang bukti untuk kita serahkan ke KNKT,” ujar Yudhi.
Namun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai lokasi pasti penemuan setiap liferaft maupun keterkaitannya secara langsung dengan penumpang dan awak kapal. Kepastian mengenai hal tersebut akan menjadi bagian dari proses pemeriksaan dan investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Pencarian Korban Belum Mengalami Perkembangan
Di tengah adanya temuan enam liferaft, Basarnas menyampaikan bahwa pencarian korban belum menunjukkan perkembangan terbaru. Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada korban tambahan yang kembali ditemukan dalam operasi pencarian hari itu.
Yudhi mengatakan kondisi pencarian korban masih sama seperti informasi yang telah disampaikan sebelumnya. “Terkait perkembangan khususnya korban, tidak ada perubahan sampai dengan hari kemarin dan kemarin juga sudah disampaikan oleh Bapak Kepala Basarnas,” ujarnya.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut diketahui berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
KM Virgo disebut membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang, awak kapal, dan kru. Berdasarkan data hingga Senin (14/9), sebanyak 114 orang telah berhasil ditemukan, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Basarnas Siapkan Rencana Salvage Kapal
Selain melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, Basarnas juga menyiapkan langkah salvage untuk mempermudah proses evakuasi. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii sebelumnya menyampaikan rencana untuk membalikkan badan KM Virgo Transport 8.
Saat ini, kapal tersebut berada dalam posisi terbalik dan mengapung di Laut Jawa. Proses pembalikan kapal direncanakan apabila pencarian bawah air belum dapat dilakukan karena faktor cuaca.
“Apabila pencarian underwater belum bisa kita lakukan akibat cuaca, kita merencanakan untuk salvage. Yaitu kita ingin membalikkan kondisi kapal ini dan akan kita laksanakan pencarian di dalam kapal tersebut dan kita akan evakuasi,” kata Syafii dalam konferensi pers.
Ia menambahkan, kapal baru akan ditarik untuk kepentingan investigasi setelah proses operasi SAR dipastikan selesai. Dengan demikian, prioritas utama saat ini tetap pencarian dan evakuasi korban.
Kesimpulan
Penemuan enam liferaft yang diduga milik KM Virgo Transport 8 menjadi perkembangan terbaru dalam operasi SAR di wilayah terkait. Perahu karet tersebut telah diamankan dan akan dipindahkan ke Banjarmasin sebelum diserahkan kepada KNKT sebagai barang bukti penyelidikan.
Di sisi lain, belum ada perubahan dalam pencarian korban. Basarnas masih menghadapi tantangan dalam proses pencarian, termasuk kondisi kapal yang terbalik dan faktor cuaca yang dapat menghambat operasi bawah air. Ke depan, rencana salvage akan dipertimbangkan untuk membantu pencarian di dalam kapal, sementara proses investigasi terhadap kecelakaan akan dilakukan setelah operasi SAR dinyatakan selesai.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment