Tim Penyelam Kopaska Berhasil Periksa KM Virgo Transport 8 yang Terbalik di Laut Jawa
JAKARTA – Tim penyelam Basarnas bersama personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut berhasil melakukan pemeriksaan terhadap KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa. Penyelaman tersebut dilakukan setelah kondisi cuaca dan arus laut dinilai lebih mendukung untuk pelaksanaan operasi bawah laut.
Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam proses pencarian korban kapal yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Selain memeriksa kondisi badan kapal, tim juga memasang sejumlah perlengkapan untuk mendukung keselamatan penyelam dan keamanan pelayaran di sekitar lokasi.
Penyelaman Dilakukan setelah Arus Laut Melemah
Direktur Operasional Basarnas Laksma TNI Yudhi Bramantyo mengatakan, penyelaman dapat dilakukan karena kondisi arus laut mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Dalam konferensi pers pada Kamis (17/9), Yudhi menyebut arus yang sebelumnya mencapai sekitar 6,8 knot berkurang menjadi sekitar 1,8 hingga 2 knot.
Penurunan arus tersebut membuat tim penyelam, termasuk personel Kopaska, dapat turun ke kedalaman untuk memeriksa kapal. Tim juga telah memasang tali tambat yang berfungsi membantu pergerakan penyelam, terutama saat kembali ke permukaan.
Menurut Yudhi, kondisi air di sekitar lokasi penyelaman juga cukup bening. Situasi tersebut memungkinkan tim memperoleh gambaran mengenai kondisi badan kapal secara lebih menyeluruh, mulai dari bagian buritan hingga haluan.
Bui Rambu Dipasang di Sekitar Kapal
Selain melakukan pemeriksaan bawah laut, tim penyelam memasang bui rambu di sekitar KM Virgo Transport 8. Pemasangan tanda tersebut bertujuan memberikan peringatan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi.
Keberadaan bui rambu diharapkan dapat mencegah kapal lain mendekati area operasi secara tidak sengaja. Dengan demikian, kegiatan pencarian dan penyelaman berikutnya dapat berlangsung lebih aman, sekaligus tidak mengganggu lalu lintas pelayaran di perairan Laut Jawa.
Kondisi KM Virgo Transport 8 Masih Kedap
Dari hasil pengamatan penyelam, badan KM Virgo Transport 8 masih berada dalam kondisi kedap dan tertutup. Yudhi menjelaskan, sebagian besar bagian kapal belum terbuka sehingga tidak memungkinkan adanya akses masuk ke dalam kapal pada saat pemeriksaan dilakukan.
Ia menyampaikan, benda-benda yang sebelumnya ditemukan kemungkinan berasal dari bagian haluan atau area luar kapal. Sementara itu, bagian lain dari kapal masih dalam kondisi tertutup. Kondisi tersebut dinilai lebih baik dari sisi rencana proses penyelamatan atau salvage.
Informasi mengenai kondisi kapal ini menjadi bahan penting bagi tim dalam menentukan tahapan operasi berikutnya. Pemeriksaan bawah laut juga membantu memberikan gambaran mengenai posisi serta keadaan badan kapal yang saat ini masih terbalik dan mengapung di Laut Jawa.
KM Virgo Membawa 243 Orang
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut sebelumnya berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9).
Berdasarkan informasi yang disampaikan, kapal itu membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang, awak kapal, dan kru. Hingga Senin (14/9), sebanyak 114 orang telah berhasil ditemukan, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Rencana Salvage dan Evakuasi Korban
Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan rencana untuk melakukan proses salvage apabila pencarian bawah laut tidak dapat dilakukan akibat kondisi cuaca. Salah satu langkah yang direncanakan adalah membalikkan badan KM Virgo Transport 8 agar pencarian di dalam kapal dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Setelah proses pencarian dan operasi SAR dinyatakan selesai, kapal tersebut akan ditarik untuk kepentingan investigasi. Namun, pelaksanaan tahapan tersebut tetap bergantung pada perkembangan operasi pencarian dan kondisi di lapangan.
Kesimpulan
Keberhasilan tim Basarnas dan Kopaska melakukan penyelaman menjadi perkembangan penting dalam operasi pencarian KM Virgo Transport 8. Arus laut yang lebih rendah, kondisi air yang bening, serta pemasangan tali tambat dan bui rambu mendukung pelaksanaan pemeriksaan bawah laut.
Temuan bahwa kapal masih dalam kondisi kedap dan tertutup diharapkan dapat membantu menentukan langkah pencarian berikutnya. Basarnas masih melanjutkan upaya pencarian terhadap 129 orang yang belum ditemukan, sementara rencana salvage dan penarikan kapal akan dilakukan setelah proses SAR dipastikan selesai.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment