Prabowo Subianto Ungkap Buku Favoritnya, Warrior of the Light Karya Paulo Coelho

Presiden Prabowo Subianto mengungkap salah satu buku yang menjadi favoritnya, yakni Warrior of the Light karya novelis asal Brasil, Paulo Coelho. Buku tersebut disebut memiliki keterkaitan yang kuat dengan perjalanan hidup Prabowo, terutama ketika ia menghadapi masa sulit pada akhir 1990-an.

Prabowo menceritakan pengalamannya membaca buku itu dalam Program Presiden Prabowo Menjawab, sebagaimana dikutip pada Jumat (18/9). Ia menyebut Warrior of the Light sebagai buku yang tidak terlalu tebal, tetapi mampu memberikan kesan mendalam bagi dirinya.

Warrior of the Light Menjadi Buku Favorit Prabowo

Dalam keterangannya, Prabowo mengatakan bahwa buku karya Paulo Coelho tersebut memiliki ukuran yang relatif tipis. Meski demikian, ia mengaku sangat mengagumi isi buku itu karena merasa pesan yang disampaikan berkaitan erat dengan kehidupannya.

“Bukunya malah enggak terlalu tebal, tipis, buku itu ditulis orang Brazil, Paulo Coelho, Warrior of the Light,” kata Prabowo dalam program tersebut.

Bagi Prabowo, buku itu bukan sekadar bacaan. Warrior of the Light menjadi buku yang ia rasakan memiliki hubungan personal dengan situasi yang sedang dihadapinya ketika pertama kali membacanya.

Diberikan Sang Kakak pada Awal 2000-an

Prabowo mengaku pertama kali mengenal buku Warrior of the Light setelah mendapatkannya dari salah satu kakaknya, Maryani Djojohadikusumo. Buku tersebut diberikan kepadanya pada awal 2000-an.

Saat itu, Prabowo sedang berada dalam kondisi yang ia sebut sebagai titik nadir. Ia menyinggung masa setelah dirinya lengser pada 1998 atau 1999. Dalam situasi tersebut, ia mengaku menghadapi berbagai tuduhan, termasuk isu kudeta dan penculikan.

“Saya lagi bisa dikatakan saya di titik nadir, saya habis lengser 98/99, saya dituduh macam-macam, kudeta, ini semua, penculikan apa semua, saya titik nadir,” ujar Prabowo.

Merasa Isi Buku Berbicara kepada Dirinya

Setelah menerima buku tersebut, Prabowo langsung membacanya. Ia mengaku dapat meresapi tulisan Paulo Coelho karena isi buku itu terasa berhubungan dengan pengalaman hidup yang sedang dijalaninya.

Prabowo bahkan menceritakan reaksi emosionalnya ketika membaca Warrior of the Light. Ia mengatakan air matanya terus mengalir seolah-olah penulis buku tersebut sedang berbicara langsung kepadanya.

“Habis itu saya baca, saya baca itu, terus aja saya keluar air mata, seolah-olah dia bicara ke saya,” kata Prabowo.

Pengalaman tersebut menunjukkan betapa kuatnya pengaruh sebuah buku bagi pembacanya. Bagi Prabowo, karya Paulo Coelho itu hadir pada masa yang penuh tekanan dan kemudian memberikan kesan yang mendalam.

Prabowo Sarankan Anak Muda Membaca Karya Paulo Coelho

Selain membagikan pengalaman pribadinya, Prabowo juga menyarankan anak-anak muda Indonesia untuk membaca buku karya Paulo Coelho. Ia menilai Warrior of the Light layak dibaca, terutama karena buku tersebut meninggalkan kesan kuat dalam perjalanan hidupnya.

Paulo Coelho sendiri dikenal sebagai penulis buku The Alchemist. Dalam konteks ini, Prabowo tidak hanya menyebut judul buku favoritnya, tetapi juga mendorong generasi muda untuk mengenal karya-karya penulis asal Brasil tersebut.

Kesimpulan

Warrior of the Light menjadi salah satu buku favorit Prabowo Subianto karena memiliki makna personal yang kuat. Buku tersebut ia baca setelah diberikan oleh Maryani Djojohadikusumo pada awal 2000-an, ketika Prabowo mengaku sedang berada di titik terendah dalam kehidupannya.

Pengalaman Prabowo memperlihatkan bahwa sebuah buku dapat memberikan pengaruh emosional dan makna yang berbeda bagi setiap pembacanya. Ke depan, saran Prabowo kepada anak-anak muda Indonesia diharapkan dapat mendorong ketertarikan mereka untuk membaca karya Paulo Coelho, termasuk Warrior of the Light dan The Alchemist.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment