FIFA ASEAN Cup 2026 Dimulai, 14 Tim Berebut Gelar di Indonesia dan Hong Kong
FIFA ASEAN Cup 2026 resmi memasuki persaingan seiring dibukanya kalender internasional FIFA Matchday periode September-Oktober 2026. Mulai Senin, 21 September 2026, negara-negara peserta akan memulai perburuan gelar dalam ajang yang untuk pertama kalinya mempertemukan tim-tim ASEAN dan sejumlah negara undangan.
Turnamen ini hadir sebagai agenda kompetitif baru di kawasan Asia Tenggara. Meski Piala AFF 2026 atau ASEAN Championship 2026 telah berlangsung pada Juli-Agustus, FIFA ASEAN Cup 2026 tetap digelar dengan karakteristik berbeda, terutama karena masuk dalam kalender resmi internasional FIFA.
FIFA ASEAN Cup 2026 Digelar pada Kalender FIFA Matchday
FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan ajang yang digagas bersama oleh FIFA dan para pemimpin negara ASEAN. Kesepakatan mengenai agenda tersebut dituangkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 2025.
Penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 diharapkan dapat menghidupkan kembali persaingan antarnegara di kawasan ASEAN. Kehadiran kompetisi ini juga memberikan kesempatan bagi negara-negara peserta untuk menguji kekuatan skuad dalam pertandingan yang berlangsung pada periode FIFA Matchday.
Berbeda dari Piala AFF, FIFA ASEAN Cup memiliki status yang berkaitan langsung dengan kalender internasional FIFA. Piala AFF memang terdaftar sebagai A Match di FIFA, tetapi turnamen tersebut tidak termasuk dalam kalender internasional FIFA.
Klub Berpeluang Melepas Pemain Terbaik
Status dalam kalender internasional FIFA menjadi salah satu daya tarik utama FIFA ASEAN Cup 2026. Dalam Piala AFF 2026, sejumlah pemain dapat absen karena klub tidak wajib melepas mereka untuk mengikuti turnamen tersebut.
Kondisi itu berbeda dalam FIFA ASEAN Cup 2026. Karena berlangsung pada periode FIFA Matchday, pemain yang sebelumnya tidak dapat memperkuat tim nasional di Piala AFF berpeluang tampil dalam turnamen ini. Setiap kontestan pun dapat menurunkan kekuatan terbaiknya.
Meski demikian, kehadiran pemain tetap bergantung pada kondisi masing-masing. Pemain yang mengalami cedera, menjalani hukuman larangan bertanding, atau menghadapi kendala lain seperti sakit, tetap tidak dapat tampil untuk negaranya.
14 Tim Ambil Bagian dalam Edisi Perdana
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi edisi perdana turnamen tersebut. Kompetisi ini akan berlangsung di Indonesia dan Hong Kong dengan melibatkan total 14 tim.
Peserta terdiri atas 11 negara ASEAN dan tiga negara undangan. Bangladesh, Pakistan, serta Hong Kong menjadi tiga tim dari luar lingkup negara ASEAN yang ikut ambil bagian. Kehadiran tim undangan tersebut ditujukan untuk meningkatkan daya saing kompetisi.
Ke-14 peserta dibagi ke dalam dua divisi, yakni Divisi 1 dan Divisi 2. Divisi 1 diisi delapan tim yang terbagi ke dalam dua grup, sedangkan Divisi 2 terdiri atas enam tim yang juga terbagi dalam dua grup.
Daftar Grup Divisi 1
- Grup A: Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
- Grup B: Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.
Daftar Grup Divisi 2
- Grup A: Hong Kong, Laos, dan Brunei Darussalam.
- Grup B: Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste.
Persaingan Baru bagi Negara ASEAN
Dengan format yang melibatkan tim undangan dan penggunaan kalender resmi FIFA, FIFA ASEAN Cup 2026 menawarkan persaingan yang berbeda dibandingkan Piala AFF. Negara-negara ASEAN tidak hanya berhadapan dengan rival regional, tetapi juga menghadapi Bangladesh, Pakistan, dan Hong Kong.
Faktor lain yang membuat turnamen ini menarik adalah peluang bagi setiap negara untuk membawa pemain terbaik. Hal tersebut dapat meningkatkan kualitas pertandingan sekaligus memperbesar gengsi kompetisi sejak edisi pertamanya.
Kesimpulan
FIFA ASEAN Cup 2026 resmi dimulai pada periode FIFA Matchday September-Oktober 2026. Turnamen perdana ini diikuti 14 tim, terdiri atas 11 negara ASEAN dan tiga negara undangan, dengan pertandingan yang berlangsung di Indonesia dan Hong Kong.
Berstatus sebagai bagian dari kalender internasional FIFA, ajang ini memiliki keunggulan dibandingkan Piala AFF dalam hal ketersediaan pemain. Persaingan di dua divisi diharapkan menjadi babak awal bagi lahirnya kompetisi regional yang semakin kompetitif dan bergengsi bagi negara-negara ASEAN.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment