Empat Kandidat Dirjen WHO Pengganti Tedros, Ada Budi Gunadi Sadikin

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat empat nama sebagai kandidat Direktur Jenderal WHO untuk menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus. Keempat tokoh tersebut diusulkan oleh negara masing-masing dan memiliki latar belakang serta pengalaman yang beragam di bidang kesehatan, manajemen, maupun pemerintahan.

Mengutip laman resmi WHO, Selasa (25/8), empat kandidat tersebut adalah Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, Hans Henri P. Kluge dari Belgia, serta Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin. Masing-masing calon memiliki rekam jejak di tingkat nasional maupun internasional yang menjadi bagian dari profil mereka dalam bursa pemilihan Direktur Jenderal WHO.

Empat Nama yang Masuk Bursa Direktur Jenderal WHO

Keempat kandidat tersebut datang dari pengalaman profesional yang berbeda. Dua di antaranya memiliki posisi regional di lingkungan WHO, sementara kandidat lainnya memiliki pengalaman sebagai menteri kesehatan dan pengelola layanan kesehatan. Berikut profil singkat masing-masing calon.

Hanan Mohammed Al-Kuwari, Kandidat dari Qatar

Hanan Mohammed Al-Kuwari merupakan tokoh asal Qatar yang memiliki latar belakang di bidang manajemen kesehatan. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Qatar pada periode 2016 hingga 2024.

Selain pengalaman di pemerintahan, Hanan juga memiliki rekam jejak panjang dalam pengelolaan layanan kesehatan. Ia pernah menjadi Direktur Manajemen Hamad Medical Corporation (HMC) sejak 2007 sampai 2024. HMC dikenal sebagai layanan rumah sakit umum utama di Qatar.

Pengalamannya di WHO juga menjadi bagian penting dari profil Hanan. Saat ini, ia tercatat sebagai anggota Dewan Eksekutif WHO. Sebelumnya, Hanan pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Eksekutif WHO pada periode 2023-2024.

Hanan Balkhy, Pakar Kesehatan Masyarakat dari Arab Saudi

Hanan Balkhy merupakan pakar kesehatan masyarakat asal Arab Saudi. Ia memiliki latar belakang sebagai dokter spesialis anak atau pediatrician.

Hanan Balkhy bukan sosok baru dalam organisasi kesehatan global tersebut. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Regional WHO untuk kawasan Mediterania Timur melalui WHO EMRO.

Sebelum menduduki posisi tersebut, Hanan Balkhy dipercaya sebagai Asisten Direktur Jenderal WHO pada 2019 hingga 2024. Dalam jabatan itu, ia memimpin Divisi Resistensi Antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR), sebuah divisi yang baru dibentuk ketika dirinya mulai dipercaya mengemban tanggung jawab tersebut.

Hans Henri P. Kluge, Kandidat dari Belgia

Hans Henri P. Kluge merupakan kandidat yang diajukan Belgia. Ia saat ini menjabat sebagai Direktur Regional WHO untuk Eropa, posisi yang telah diembannya sejak 2020.

Dokter lulusan KU Leuven, Belgia, tersebut juga memiliki pengalaman panjang di WHO. Hans telah mengabdi di organisasi itu sejak 1999. Pada awal kariernya, ia bekerja sebagai Manajer Proyek Tuberkulosis (TB) dan TB-HIV di Kantor Perwakilan WHO di Federasi Rusia.

Pada periode 2004-2009, Hans menjabat sebagai Pejabat Medis untuk TB. Ia juga menjadi Ketua Tim untuk unit yang menangani tiga penyakit, yakni HIV, TB, dan malaria, di Kantor Perwakilan WHO di Myanmar.

Dalam periode yang sama, Hans turut bekerja sebagai konsultan terkait TB untuk Republik Demokratik Rakyat Korea dan Thailand. Pengalaman tersebut melengkapi perjalanan profesionalnya di berbagai isu kesehatan lintas negara.

Budi Gunadi Sadikin, Kandidat yang Diusulkan Indonesia

Budi Gunadi Sadikin atau BGS merupakan kandidat yang diusulkan Indonesia. Ia dikenal sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang mulai menjabat sejak 2020, pada masa pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo. Budi menggantikan Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan.

Budi Gunadi Sadikin menjabat sebagai Menteri Kesehatan ketika Indonesia menghadapi gelombang pandemi Covid-19. Berbeda dari tiga kandidat lainnya, BGS bukan dokter maupun profesional yang berlatar belakang kesehatan masyarakat.

Ia memiliki pengalaman utama di sektor perbankan dan korporasi. Sebelum menjadi Menteri Kesehatan, Budi pernah menduduki sejumlah posisi strategis sebagai bankir. Salah satunya adalah Direktur Utama Bank Mandiri pada periode 2013-2016.

Setelah itu, Budi memimpin PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), perusahaan induk pertambangan milik negara. Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari latar belakang BGS dalam pencalonannya sebagai Direktur Jenderal WHO.

Kesimpulan

Empat kandidat Direktur Jenderal WHO memiliki keunggulan dan pengalaman yang berbeda. Hanan Mohammed Al-Kuwari menonjol melalui pengalaman manajemen kesehatan dan pemerintahan di Qatar. Hanan Balkhy memiliki latar belakang sebagai dokter spesialis anak serta pengalaman dalam kesehatan masyarakat dan resistensi antimikroba.

Hans Henri P. Kluge membawa pengalaman panjang di WHO, khususnya dalam penanganan TB, HIV, malaria, dan kepemimpinan regional di Eropa. Sementara itu, Budi Gunadi Sadikin menawarkan pengalaman pemerintahan, pengelolaan pandemi, serta latar belakang di sektor perbankan dan korporasi.

Keempat nama tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses pemilihan pemimpin baru WHO. Profil dan pengalaman masing-masing kandidat akan menjadi perhatian dalam menentukan sosok yang akan menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus sebagai Direktur Jenderal WHO.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment