Danantara Siapkan Suntikan Rp456 Miliar untuk Menyelesaikan Proyek Apartemen LRT City
Danantara Indonesia menyiapkan suntikan modal sebesar Rp456 miliar kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk membantu menyelesaikan proyek Apartemen LRT City yang mangkrak. Langkah tersebut diambil sebagai upaya memenuhi hak ribuan konsumen yang hingga kini belum menerima unit apartemen yang telah mereka beli.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengatakan masih terdapat sekitar 2.000 lebih konsumen yang menunggu penyelesaian proyek tersebut. Ia menegaskan, Danantara berkomitmen mendorong penyelesaian karena persoalan ini berkaitan langsung dengan hak masyarakat.
Danantara Siapkan Equity Injection Rp456 Miliar
Dony mengungkapkan, dukungan pendanaan untuk penyelesaian proyek akan diberikan dalam bentuk equity injection atau penyertaan modal. Kebutuhan dana yang disiapkan mencapai Rp456 miliar.
“Ya nanti akan ada bentuknya equity injection untuk penyelesaian. Saya membutuhkan penyelesaian itu Rp456 miliar. Itu akan kita lakukan,” ujar Dony saat ditemui dalam acara Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK, Banten, Kamis (27/8).
Menurut Dony, penyelesaian Apartemen LRT City merupakan hal penting yang tidak boleh ditunda. Ia menilai perusahaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan konsumen tidak mengalami kerugian, terlebih karena sebagian besar pembeli telah mengalokasikan tabungan untuk membeli hunian.
Dony mengaku telah memanggil pihak Adhi Karya sebagai pengembang proyek. Dalam pertemuan tersebut, ia meminta agar perusahaan tidak merugikan konsumen yang telah membayar atau masih menjalankan kewajiban pembiayaan apartemen.
“Bayangkan orang menyisakan uangnya, menempatkan uangnya, itu uang tabungannya. Apalagi itu uang rumah pertama. Itu dzalim namanya,” kata Dony.
Ribuan Konsumen Belum Menerima Unit
Dony memastikan polemik terkait proyek Apartemen LRT City akan ditangani. Ia menyampaikan bahwa Danantara akan berupaya menyelesaikan persoalan sekitar 2.000 lebih konsumen yang telah membayar, tetapi belum memperoleh haknya.
“Teman-teman yakinlah sama saya, pasti akan saya bereskan. Kita akan selesaikan kurang lebih untuk menyelesaikan 2 ribu sekian saudara-saudara kita yang sudah membayar itu. Tidak boleh orang terdzalimi dengan hal-hal begitu,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), jumlah konsumen yang belum menerima unit apartemen diperkirakan mencapai sekitar 2.400 orang. Sebagian besar konsumen tersebut sebelumnya dijanjikan menerima unit pada periode 2023 hingga 2024.
Para pembeli berada dalam kondisi yang beragam. Sebagian telah melunasi pembayaran, sedangkan sebagian lainnya masih mencicil Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Namun, hingga kini mereka belum memperoleh kepastian mengenai waktu penyelesaian proyek dan serah terima unit.
Proyek LRT City yang Mengalami Kendala
Proyek Apartemen LRT City dikembangkan oleh ADCP, anak usaha Adhi Karya. Saat ini, terdapat tiga proyek yang menjadi perhatian, yaitu LRT City Ciracas, LRT City Tebet, dan LRT City Cibubur.
LRT City Ciracas dan Tebet
Pembangunan LRT City Ciracas dan LRT City Tebet telah mencapai tahap topping off, dengan struktur bangunan yang sudah berdiri. Namun, pekerjaan interior dan pembangunan fasilitas pendukung terhenti setelah Lebaran 2025.
Terhentinya pekerjaan tersebut membuat konsumen belum dapat menerima unit sesuai jadwal yang sebelumnya disampaikan. Penyelesaian dua proyek ini menjadi salah satu fokus dalam upaya pemulihan Apartemen LRT City.
LRT City Cibubur
Berbeda dengan Ciracas dan Tebet, LRT City Cibubur belum memasuki tahap pembangunan fisik. Hingga saat ini, lahan yang direncanakan menjadi lokasi proyek tersebut masih berupa area kosong.
ADCP Jelaskan Penyebab Proyek Mangkrak
ADCP telah dipertemukan dengan sejumlah konsumen yang menyampaikan pengaduan melalui kanal BENAR-PKP milik Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses mediasi untuk mencari solusi atas keterlambatan pembangunan dan belum diserahkannya unit kepada pembeli.
Dalam mediasi antara ADCP dan perwakilan konsumen pada 24 Juli 2026, pengembang menjelaskan bahwa proyek mengalami kendala akibat tekanan likuiditas perusahaan. Selain itu, proses restrukturisasi internal serta perubahan kepemimpinan turut memengaruhi kelanjutan pembangunan.
ADCP menyatakan akan tetap menyelesaikan proyek secara bertahap sebagai langkah awal penanganan. Pengembang juga menawarkan sejumlah alternatif sementara bagi konsumen yang membutuhkan hunian.
Opsi Solusi Sementara bagi Konsumen
Salah satu opsi yang ditawarkan adalah skema pinjam pakai unit yang telah selesai dibangun di proyek lain. Unit tersebut antara lain berada di kawasan Jatibening dan Sentul.
Selain pinjam pakai, konsumen juga dapat mempertimbangkan opsi perpindahan unit dengan spesifikasi yang setara. Skema ini ditawarkan sebagai solusi sementara sembari menunggu perkembangan penyelesaian proyek utama.
Namun, terkait permintaan pengembalian dana atau refund, ADCP menyampaikan belum dapat memenuhinya. Pengembang menyebut kondisi arus kas perusahaan masih mengalami tekanan sehingga kemampuan untuk mengembalikan dana konsumen belum tersedia.
Kesimpulan
Danantara Indonesia menyiapkan suntikan modal Rp456 miliar kepada Adhi Karya untuk membantu menyelesaikan proyek Apartemen LRT City yang tertunda. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan hak sekitar 2.000 lebih konsumen, atau sekitar 2.400 konsumen berdasarkan data ADCP, yang belum menerima unit apartemen.
Ke depan, penyelesaian proyek akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing proyek dan kemampuan keuangan pengembang. Komitmen Danantara, Adhi Karya, dan ADCP menjadi faktor penting agar konsumen memperoleh kepastian, baik melalui kelanjutan pembangunan, opsi hunian sementara, maupun solusi lain yang disepakati.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment