Bulog Perkuat Stok Beras NTT, 150 Ton Movenas Dibongkar di Labuan Bajo
Perum Bulog memastikan ketersediaan beras dan kelancaran distribusi pangan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap terjaga. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung berbagai penugasan pemerintah, termasuk penyaluran bantuan pangan dan penanganan kondisi darurat akibat bencana alam.
Komitmen itu ditegaskan melalui monitoring langsung terhadap proses pembongkaran beras mobilisasi nasional atau Movenas di Pelabuhan Labuan Bajo pada Jumat (21/8). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 150 ton beras telah dibongkar. Pemantauan dilakukan untuk memastikan proses bongkar muat berjalan lancar sekaligus menjaga kualitas beras sebelum disalurkan kepada masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.
Bulog Pantau Proses Pembongkaran Beras di Labuan Bajo
Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, mengatakan monitoring di Pelabuhan Labuan Bajo merupakan bagian dari upaya memastikan mobilisasi dan distribusi beras ke NTT berjalan dengan baik. Menurutnya, beras yang telah tiba akan dikelola dan disalurkan berdasarkan kebutuhan masyarakat serta penugasan pemerintah.
“Kami memastikan proses mobilisasi dan pembongkaran beras berjalan dengan baik. Beras yang masuk akan kami kelola dan distribusikan sesuai kebutuhan, sehingga ketersediaan pangan masyarakat di NTT tetap terjaga,” ujar Andi Afdal.
Ia menjelaskan, stok beras yang tersedia akan dioptimalkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pangan. Selain memenuhi konsumsi masyarakat, persediaan tersebut juga disiapkan untuk pelaksanaan sejumlah program pemerintah, seperti Bantuan Pangan, penanganan masyarakat terdampak bencana alam, serta Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Stok Beras NTT Mencapai 35 Ribu Ton
Untuk memperkuat ketahanan pasokan pangan di NTT, Bulog memastikan stok beras yang tersedia saat ini mencapai sekitar 35 ribu ton. Selain stok tersebut, Bulog juga menyiapkan tambahan sekitar 40 ribu ton beras yang akan dimobilisasi secara bertahap dari sejumlah wilayah.
Tambahan Pasokan Berasal dari Sejumlah Wilayah
Tambahan beras tersebut akan dikirim dari beberapa daerah, di antaranya Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Mobilisasi dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga kecukupan pasokan di NTT serta memberikan fleksibilitas kepada Bulog dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Penguatan stok juga disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Dengan ketersediaan cadangan yang lebih kuat, Bulog dapat mendukung berbagai penugasan pemerintah, termasuk ketika terjadi peningkatan kebutuhan akibat bencana alam atau kondisi lain yang memerlukan penyaluran pangan secara cepat.
Distribusi Pangan Menjadi Perhatian Utama
Direktur Pemasaran Perum Bulog, Rahmanto Amin Jatmiko, menegaskan bahwa perusahaan terus melakukan koordinasi dan monitoring untuk memastikan beras dapat segera disalurkan ke wilayah yang membutuhkan. Menurutnya, kelancaran distribusi menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga agar bantuan pangan diterima masyarakat secara cepat dan tepat, terutama dalam situasi bencana.
“Kami terus melakukan koordinasi dan monitoring di lapangan agar beras yang tersedia dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan. Dalam kondisi bencana, tentunya distribusi menjadi salah satu perhatian utama agar bantuan pangan dapat diterima masyarakat secara cepat dan tepat,” kata Rahmanto.
Koordinasi antara ketersediaan stok, proses mobilisasi, dan distribusi menjadi bagian penting dari upaya Bulog menjaga pasokan pangan di NTT. Beras yang telah dibongkar di Labuan Bajo akan dikelola lebih lanjut untuk mendukung kebutuhan sesuai kondisi serta permintaan di lapangan.
Realisasi Bantuan Pangan untuk Penanganan Bencana
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, meninjau kondisi dan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat pascagempa di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Peninjauan tersebut dilakukan bersama Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, pada Rabu (19/8).
Dalam kesempatan itu, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa Bulog akan memperkuat ketersediaan beras di NTT melalui tambahan pasokan yang dimobilisasi dari sejumlah wilayah. Penguatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Bulog terhadap masyarakat yang terdampak bencana serta pelaksanaan tugas pemerintah di bidang pangan.
Berdasarkan data per 19 Agustus 2026, Bulog telah merealisasikan penyaluran sebanyak 207 ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 6.000 liter minyak goreng untuk mendukung penanganan bencana di sejumlah wilayah NTT.
Kesimpulan
Perum Bulog terus memperkuat ketersediaan dan distribusi pangan di NTT melalui pembongkaran beras Movenas, penambahan stok dari sejumlah wilayah, serta pemantauan langsung di lapangan. Sebanyak 150 ton beras telah dibongkar di Pelabuhan Labuan Bajo, sementara stok yang tersedia di NTT mencapai sekitar 35 ribu ton dan tambahan sekitar 40 ribu ton sedang disiapkan secara bertahap.
Ke depan, penguatan stok, mobilisasi pangan, dan koordinasi distribusi menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi. Bulog juga menyatakan kesiapan untuk terus mendukung pemerintah dalam penyaluran bantuan pangan, penanganan dampak bencana alam, serta pelaksanaan program stabilisasi pasokan dan harga pangan sesuai kondisi di lapangan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment