Harga Pertamax dan Pertamina Dex Mengacu Formula Pemerintah di Tengah Lonjakan Minyak Dunia
PT Pertamina Patra Niaga memastikan penetapan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax dan Pertamina Dex, tetap mengacu pada formula serta ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Pernyataan ini disampaikan ketika sejumlah faktor pembentuk harga BBM masih bergerak fluktuatif, terutama harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Kepastian tersebut menjadi perhatian karena harga minyak mentah global masih berada di atas US$100 per barel. Kondisi pasar energi dunia turut dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta gangguan pada jalur energi, termasuk Selat Hormuz. Faktor-faktor tersebut dinilai berdampak terhadap ketersediaan dan harga minyak secara global.
Pertamina Patra Niaga Ikuti Formula Pemerintah
VP Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan perusahaan tetap mengikuti kebijakan pemerintah dalam menetapkan harga BBM, baik untuk produk subsidi maupun nonsubsidi. Menurut dia, perubahan sejumlah parameter pembentuk harga tidak mengubah komitmen perusahaan untuk menjalankan ketentuan yang telah ditetapkan.
“Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026,” ujar Kitty dalam keterangan resmi, Sabtu (12/9).
Untuk BBM nonsubsidi yang termasuk dalam kategori Jenis BBM Umum (JBU), penetapan harga juga tidak dilakukan secara sembarangan. Harga produk seperti Pertamax dan Pertamina Dex tetap mengikuti formula yang telah ditetapkan pemerintah serta ketentuan yang berlaku.
Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Tembus Rp20 Ribuan
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto sebelumnya menyebut harga BBM nonsubsidi berpotensi berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribuan per liter apabila harga minyak dunia belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
“Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka Rp18 ribu sampai Rp20 ribuan karena tidak ada, belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia,” kata Eko dalam acara media gathering di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).
Pernyataan tersebut menggambarkan kemungkinan dampak dari tingginya harga minyak global terhadap harga BBM nonsubsidi di dalam negeri. Namun, penetapan harga tetap dilakukan berdasarkan formula pemerintah, sehingga besaran akhirnya akan mengikuti perhitungan parameter yang berlaku.
Konflik Timur Tengah Pengaruhi Pasar Energi
Eko menjelaskan bahwa pasar energi global saat ini masih menghadapi tekanan akibat konflik di Timur Tengah. Selain itu, gangguan pada jalur energi, termasuk Selat Hormuz, turut menjadi faktor yang memengaruhi ketersediaan serta stabilitas harga minyak dunia.
“Perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global selain ketersediaan energi di dunia, itu juga harga yang saat ini belum stabil ya,” ujar Eko.
Situasi tersebut membuat pergerakan harga minyak masih sulit dipastikan. Eko sebelumnya berharap harga minyak dunia dapat kembali turun ke kisaran US$60-US$70 per barel, seperti sebelum terjadinya krisis geopolitik. Meski demikian, ia menilai arah pergerakan harga minyak tetap bergantung pada perkembangan kondisi global.
Harga Brent dan WTI Masih di Atas US$100
Pada Jumat (11/9), harga minyak Brent tercatat naik sekitar 1 persen menjadi US$108,68 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) meningkat sekitar 1 persen menjadi US$103,45 per barel.
Kedua harga acuan minyak tersebut sebelumnya telah melonjak lebih dari 6 persen dalam perdagangan Kamis (10/9). Dalam perhitungan mingguan, harga Brent dan WTI masing-masing mengalami kenaikan hampir 13 persen.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam pembentukan harga BBM nonsubsidi. Selain harga minyak dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi parameter yang diperhatikan dalam perhitungan harga BBM.
Kesimpulan
Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex tetap ditetapkan berdasarkan formula pemerintah. Di sisi lain, harga BBM subsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026 sesuai arahan pemerintah.
Ke depan, perkembangan harga BBM nonsubsidi masih akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak dunia, nilai tukar, serta kondisi geopolitik global. Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus menjalankan kebijakan pemerintah dalam penetapan dan penyaluran BBM sesuai ketentuan yang berlaku.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment