IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Jumat, Level 6.545 Jadi Penentu Arah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (21/8). Sejumlah analis menilai indeks masih memiliki peluang untuk meneruskan tren positif setelah ditutup menguat cukup signifikan pada perdagangan sebelumnya.
Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati sejumlah level teknikal penting. Analis melihat IHSG memiliki dua kemungkinan pergerakan, yakni melanjutkan penguatan apabila mampu menembus area resistance tertentu atau mengalami koreksi jika tekanan jual kembali muncul.
Dua Skenario Pergerakan IHSG
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berada dalam dua skenario pergerakan. Skenario pertama merupakan kemungkinan terbaik, yaitu indeks melanjutkan penguatan menuju level 6.544.
Namun, Herditya juga mengingatkan adanya risiko koreksi apabila pergerakan indeks tidak sesuai dengan skenario positif. Dalam skenario terburuk, IHSG berpotensi terkoreksi ke kisaran 6.056 hingga 6.230 untuk membentuk wave (b).
“Dalam skenario terbaik, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 6.544. Namun, pada skenario terburuk, IHSG berisiko terkoreksi ke kisaran 6.056-6.230 untuk membentuk wave (b),” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Level Support dan Resistance Versi MNC Sekuritas
Untuk perdagangan Jumat, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 6.296 dan 6.201. Sementara itu, level resistance yang perlu diperhatikan berada di 6.599 dan 6.763.
Selain memberikan proyeksi terhadap indeks, Herditya turut menyebut sejumlah saham yang menjadi rekomendasi dalam risetnya. Saham tersebut adalah ARCI, BIPI, NCKL, dan RMKE.
Level 6.545 Jadi Resistance Kunci
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova juga memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan. Menurutnya, level 6.545 menjadi resistance kunci yang dapat menentukan arah pergerakan indeks selanjutnya.
Apabila IHSG berhasil menembus resistance Fibonacci di level 6.545, indeks berpotensi melanjutkan kenaikan hingga 6.666. Sebaliknya, jika level tersebut tetap bertahan sebagai resistance, tren penguatan IHSG dapat berakhir lebih awal.
“Jika mampu menembus resistance Fibonacci 6.545, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan hingga 6.666. Namun, tren naik dapat berakhir lebih awal jika level 6.545 tetap bertahan sebagai resistance,” kata Ivan.
Proyeksi Saham dari Binaartha Sekuritas
Ivan memprediksi IHSG memiliki sejumlah level support, yaitu 6.338, 6.230, 6.057, dan 5.887. Adapun level resistance yang dipantau berada di 6.545, 6.700, dan 6.835.
Dalam risetnya, Ivan merekomendasikan beberapa saham, yakni ADMR, BRPT, EMTK, dan INCO. Rekomendasi tersebut disampaikan bersamaan dengan analisis teknikal mengenai potensi pergerakan IHSG pada perdagangan Jumat.
IHSG Menguat 1,68 Persen pada Perdagangan Sebelumnya
Pada perdagangan Kamis (20/8), IHSG ditutup di level 6.501. Indeks menguat 107,46 poin atau naik 1,68 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi investor pada perdagangan tersebut mencapai Rp15 triliun. Sementara itu, volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 43,65 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 2,28 juta kali.
Pergerakan positif juga terlihat dari jumlah saham yang mengalami kenaikan. Sebanyak 452 saham tercatat menguat, sedangkan 190 saham mengalami koreksi dan 150 saham lainnya bergerak stagnan.
Kesimpulan
IHSG diproyeksikan masih berpeluang menguat pada perdagangan Jumat (21/8), dengan level 6.545 menjadi salah satu titik penting yang akan menentukan kelanjutan tren indeks. Jika mampu menembus level tersebut, IHSG berpotensi bergerak menuju area yang lebih tinggi, termasuk 6.666 berdasarkan proyeksi salah satu analis.
Di sisi lain, risiko koreksi tetap perlu diperhatikan apabila indeks gagal mempertahankan momentum penguatan atau menghadapi resistance. Karena itu, pergerakan IHSG di sekitar level support dan resistance menjadi perhatian utama bagi pelaku pasar.
Informasi ini merupakan rangkuman analisis pasar dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan kondisi dan risikonya masing-masing.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment