Bank Belanda Pindahkan 86 Ton Cadangan Emas ke Inggris untuk Hadapi Krisis

Bank sentral Belanda, De Nederlandsche Bank (DNB), memindahkan sebagian cadangan emasnya dari Amerika Utara ke Inggris. Total emas yang dialihkan mencapai 86 metrik ton atau sekitar 94,8 ton. Kebijakan ini ditempuh sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan krisis, terutama di tengah meningkatnya gejolak politik global.

Relokasi tersebut menjadi bagian dari penataan ulang penyimpanan aset strategis milik Belanda. Sebelum kebijakan ini dijalankan, sebagian besar cadangan emas negara itu disimpan di New York, Amerika Serikat, serta Ottawa, Kanada. Melalui pemindahan ke lokasi yang dinilai lebih mudah diakses, DNB ingin meningkatkan fleksibilitas dan likuiditas aset apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

DNB Miliki 612,4 Metrik Ton Cadangan Emas

Hingga akhir 2025, DNB tercatat memiliki cadangan emas sebanyak 612,4 metrik ton atau sekitar 675 ton. Nilai keseluruhan cadangan tersebut mencapai 72,2 miliar euro. Dengan asumsi kurs Rp20.410 per euro, nilainya setara dengan sekitar Rp1.473,4 triliun.

Cadangan emas merupakan salah satu aset penting bagi bank sentral. Dalam konteks kebijakan DNB, penataan lokasi penyimpanan emas tidak semata-mata berkaitan dengan pemindahan fisik aset, tetapi juga menyangkut kecepatan akses dan kemampuan menggunakannya dalam kondisi darurat.

Sebagian Emas Dibawa ke Belanda

Dari total 86 metrik ton emas yang direlokasi, sebanyak 27 metrik ton atau sekitar 30 ton dipindahkan secara fisik ke brankas yang berada di sebuah pangkalan militer dekat Zeist, Belanda.

Sementara itu, cadangan emas lainnya tidak seluruhnya dibawa ke wilayah Belanda. Sebagian dialihkan pengelolaannya melalui transaksi di London. Dengan demikian, penataan ulang tersebut mencakup dua langkah, yakni menyimpan sebagian emas secara langsung di dalam negeri dan menempatkan bagian lainnya di pusat perdagangan emas internasional.

Alasan Pemindahan Cadangan Emas

Gubernur DNB Olaf Sleijpen mengatakan relokasi dilakukan untuk mengoptimalkan fleksibilitas aset negara ketika menghadapi situasi darurat. Menurut dia, pemindahan tersebut telah meningkatkan likuiditas cadangan emas yang dimiliki bank sentral Belanda.

“Dengan relokasi ini, kami telah meningkatkan likuiditas cadangan emas kami,” ujar Sleijpen dalam pernyataan tertulis, seperti diberitakan CNN, Kamis (3/9).

Ia menambahkan bahwa DNB berharap cadangan tersebut tidak perlu digunakan dalam situasi krisis. Namun, menurut Sleijpen, langkah penguatan ketahanan dan kesiapan tetap diperlukan untuk menghadapi kondisi yang tidak menentu.

Emas di Inggris Dinilai Lebih Mudah Diakses

Pihak bank sentral menjelaskan bahwa emas yang kini disimpan di Bank of England telah memenuhi standar perdagangan internasional modern. Emas tersebut juga dinilai sebagai salah satu aset yang paling mudah diperdagangkan di dunia.

Penempatan sebagian cadangan di Inggris memungkinkan DNB mengakses aset tersebut dengan lebih cepat apabila terjadi krisis. Hal ini berbeda dengan cadangan yang sebelumnya berada di Amerika Utara, yang dinilai lebih sulit diakses secara cepat ketika dibutuhkan.

Dengan memindahkan sebagian cadangan ke London dan sebagian lainnya ke fasilitas penyimpanan di dekat Zeist, DNB berupaya menciptakan struktur penyimpanan yang lebih fleksibel. Strategi tersebut juga memperkuat kesiapan bank sentral dalam mengelola aset negara di tengah kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian.

Kesimpulan

DNB memindahkan 86 metrik ton cadangan emas dari Amerika Utara ke Inggris sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi krisis. Sebanyak 27 metrik ton emas dibawa ke brankas dekat Zeist, sedangkan sisanya dialihkan pengelolaannya melalui transaksi di London.

Dengan total cadangan mencapai 612,4 metrik ton dan bernilai sekitar 72,2 miliar euro pada akhir 2025, penataan ulang ini menunjukkan pentingnya akses cepat terhadap aset strategis. Ke depan, DNB tetap menempatkan ketahanan dan fleksibilitas cadangan emas sebagai bagian penting dari kesiapan menghadapi situasi darurat, meskipun bank tersebut berharap aset itu tidak perlu digunakan dalam kondisi krisis.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment