7 Kebiasaan Sehat yang Bisa Membantu Hidup Bahagia hingga Usia 100 Tahun

Hidup hingga usia 100 tahun mungkin terdengar sulit, terutama bagi mereka yang masih muda. Namun, umur panjang bukan sesuatu yang sepenuhnya mustahil. Selain faktor genetik, kualitas dan panjang usia juga dipengaruhi oleh kebiasaan yang dilakukan secara konsisten sejak dini.

Dokter spesialis saraf Meredith Bock menjelaskan bahwa faktor genetik memang berperan dalam menentukan usia seseorang. Meski begitu, masih banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas hidup agar seseorang tetap aktif dan mandiri seiring bertambahnya usia.

Para ahli umur panjang menyebut sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat membantu seseorang menjalani proses penuaan secara lebih sehat dan bahagia. Kebiasaan tersebut mencakup menjaga kualitas tidur, mempertahankan fungsi kognitif, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, hingga membangun hubungan sosial yang baik.

Kebiasaan Sehat untuk Mendukung Umur Panjang

1. Memprioritaskan tidur berkualitas

Istirahat yang cukup dan berkualitas merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung umur panjang. Jamie Gabel, asisten dokter di Metabolic Longevity Center, menyebut tidur sebagai bagian penting dari proses penuaan yang sehat.

Kualitas tidur dapat dijaga dengan menerapkan kebersihan tidur. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain mengurangi penggunaan atau paparan layar menjelang tidur, membangun rutinitas malam yang menenangkan, serta menghindari aktivitas yang memicu stres sebelum beristirahat.

2. Menjaga fungsi kognitif tetap aktif

Penuaan yang sehat juga berkaitan dengan kemampuan kognitif yang terjaga. Para ilmuwan menyebut pendidikan lanjutan dapat membantu meningkatkan “cadangan kognitif”. Namun, menjaga kesehatan otak tidak selalu harus dilakukan melalui pendidikan formal.

Mengikuti kelas komunitas, bergabung dalam perkumpulan di tempat ibadah, atau memulai hobi baru dapat menjadi cara untuk tetap aktif secara mental. Berbagai kegiatan tersebut membantu seseorang terus belajar, berinteraksi, dan menggunakan kemampuan berpikirnya.

3. Menerapkan pola makan sehat dan bergizi

Asupan makanan merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Salah satu pola makan yang disebut sehat adalah diet Mediterania, yang mengutamakan konsumsi buah, sayuran, dan biji-bijian utuh. Pola makan ini juga dikaitkan dengan peningkatan kesehatan otak.

Terlepas dari pola makan yang dipilih, pastikan menu harian mengandung banyak buah dan sayuran. Menjaga pola makan sehat dan bergizi perlu dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari upaya merawat tubuh sejak usia muda.

4. Berolahraga secara rutin

Olahraga sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas pada usia berapa pun. Meredith Bock menyarankan aktivitas fisik selama sekitar 30 menit setiap hari. Jenis olahraga yang dipilih tidak harus selalu berat atau membutuhkan kemampuan khusus.

Setiap orang dapat mencari aktivitas yang disukai, seperti berkebun, mendaki, bermain tenis, atau mengikuti kelas yoga. Menurut Bock, konsistensi lebih penting daripada tingkat kemahiran maupun kualitas gerakan. Dengan demikian, olahraga akan lebih mudah dipertahankan sebagai kebiasaan sehari-hari.

5. Mempertahankan interaksi sosial

Hubungan sosial tidak hanya memberikan rasa bahagia, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan fisik. Penelitian menemukan bahwa tetap bersosialisasi dapat membantu menjaga ketajaman pikiran dan mengurangi risiko demensia.

Interaksi sosial dapat dilakukan melalui berbagai cara sederhana. Seseorang bisa menjadwalkan makan malam bersama keluarga atau sahabat, menelepon anggota keluarga setidaknya satu kali dalam sepekan, maupun bertemu teman untuk sekadar menikmati kopi bersama.

6. Melakukan meditasi

Meditasi juga termasuk kebiasaan yang dapat mendukung kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas. Aktivitas ini menawarkan sejumlah manfaat, termasuk membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur.

Meditasi dapat dilakukan pada waktu yang dianggap paling nyaman, seperti sebelum tidur atau setelah bangun pada pagi hari. Konsistensi dalam melakukannya dapat membantu menjadikan meditasi sebagai bagian dari rutinitas harian.

Merawat Tubuh Sejak Usia Muda

Menjalani hidup hingga usia 100 tahun memang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetik. Namun, seseorang tetap dapat mengambil langkah untuk menjaga tubuh dan pikiran sejak masih muda. Kebiasaan sehat yang dilakukan secara teratur dapat membantu seseorang tetap aktif dan mandiri ketika usia bertambah.

Istirahat berkualitas, pola makan bergizi, olahraga rutin, aktivitas yang merangsang fungsi kognitif, interaksi sosial, dan meditasi merupakan kebiasaan yang relatif mudah dimasukkan ke dalam kehidupan sehari-hari. Hal terpenting adalah menjalankannya secara konsisten dan menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing.

Kesimpulan

Umur panjang hingga 100 tahun bukan sekadar persoalan faktor keturunan. Kebiasaan sehari-hari juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan mendukung proses penuaan yang sehat. Mulai dari tidur yang cukup, mengonsumsi buah dan sayuran, berolahraga selama 30 menit, menjaga pikiran tetap aktif, hingga mempertahankan hubungan sosial, setiap langkah dapat menjadi bagian dari upaya merawat diri.

Dengan membangun kebiasaan tersebut sejak dini dan mempertahankannya secara konsisten, peluang untuk menjalani masa tua yang lebih aktif, mandiri, dan bahagia dapat semakin terbuka.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment