7 Negara yang Menawarkan Insentif bagi Pendatang untuk Tinggal dan Bekerja

Keinginan untuk menetap dan memulai kehidupan baru di luar negeri kini tidak lagi hanya dimiliki pensiunan atau pekerja korporat tingkat eksekutif. Perkembangan kerja jarak jauh, kewirausahaan digital, serta profesi kreator konten telah mengubah pola perpindahan penduduk di berbagai negara.

Data MBO Partners mencatat sekitar 18,5 juta warga Amerika Serikat mengidentifikasi diri sebagai digital nomad pada 2025. Jumlah tersebut meningkat lebih dari 150 persen dibandingkan 2019. Fenomena ini mendorong sejumlah negara dan pemerintah daerah menawarkan insentif untuk menarik pekerja profesional independen, pengusaha, serta keluarga baru.

Insentif yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari hibah tunai, subsidi perumahan, kemudahan pajak, dukungan pendirian perusahaan rintisan, hingga jalur izin tinggal tertentu. Meski demikian, calon pendatang tetap harus memenuhi persyaratan, seperti menunjukkan penghasilan yang sah serta menyatakan komitmen untuk tinggal dan berkontribusi pada ekonomi lokal.

Italia Fokus Menghidupkan Kembali Wilayah Pedesaan

Italia menjadi salah satu negara yang menawarkan insentif kepindahan untuk mengatasi penurunan populasi di sejumlah kawasan pedesaan. Wilayah seperti Calabria, Sardinia, dan Molise menyediakan dana hingga 30.000 euro atau sekitar Rp620 juta bagi orang-orang yang bersedia pindah ke kota kecil.

Dana tersebut ditujukan bagi pendatang yang ingin membuka usaha atau membantu memulihkan aktivitas ekonomi di wilayah setempat. Selain bantuan dana, program rumah seharga 1 euro atau sekitar Rp20 ribu di Sisilia dan Abruzzo juga menjadi daya tarik bagi calon penghuni baru.

Namun, pembeli rumah murah tersebut diwajibkan melakukan renovasi properti sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Artinya, program ini tidak hanya menawarkan harga pembelian yang rendah, tetapi juga menuntut komitmen untuk memperbaiki dan mempertahankan bangunan yang dibeli.

Swiss Memberikan Bantuan dengan Syarat Ketat

Desa Albinen di kawasan Pegunungan Alpen Valais, Swiss, menawarkan bantuan hingga 25.000 Franc Swiss atau sekitar Rp556 juta untuk setiap orang dewasa. Sementara itu, setiap anak dapat memperoleh bantuan sebesar 10.000 Franc Swiss.

Program tersebut bukan jalur langsung untuk memperoleh izin tinggal di Swiss. Pemohon harus terlebih dahulu memiliki izin tinggal yang sah di negara tersebut. Selain itu, calon penerima harus berusia di bawah 45 tahun dan berkomitmen untuk menetap di Albinen selama sedikitnya 10 tahun.

Spanyol dan Yunani Menarik Pendatang ke Wilayah Terpilih

Insentif di Asturias dan Galicia

Wilayah pedesaan di Spanyol utara, termasuk Asturias dan Galicia, menawarkan kombinasi bantuan perumahan, dukungan lapangan kerja, insentif pajak, serta hibah lokal. Pendatang yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut dapat menggunakan visa digital nomad atau izin tinggal yang berbasis kewirausahaan dan pensiun.

Fasilitas bagi Keluarga di Antikythera

Di Yunani, pemerintah daerah di sejumlah pulau kecil aktif mengundang keluarga dan pengusaha baru. Pulau Antikythera menjadi salah satu wilayah yang cukup populer dalam upaya tersebut.

Keluarga yang terpilih dan bersedia pindah secara permanen akan memperoleh fasilitas berupa rumah, tanah, serta tunjangan bulanan sebesar 500 euro atau sekitar Rp10,3 juta selama beberapa tahun.

Irlandia Menawarkan Hibah Renovasi Rumah

Irlandia menjalankan inisiatif Our Living Islands untuk merenovasi 23 pulau terpencil yang masih berpenghuni, termasuk Kepulauan Aran dan Pulau Achill. Melalui program ini, pemerintah menawarkan hibah renovasi hingga 84.000 euro atau sekitar Rp1,73 miliar.

Hibah tersebut ditujukan bagi pihak yang bersedia memugar rumah kosong dan menetap dalam jangka panjang. Dengan demikian, program ini diarahkan untuk menghidupkan kembali permukiman di pulau-pulau terpencil sekaligus meningkatkan pemanfaatan properti yang tidak dihuni.

Kroasia dan Estonia Mengincar Pekerja Digital

Kroasia menawarkan izin tinggal digital nomad selama satu tahun bagi pekerja jarak jauh dari luar negeri. Selain itu, sejumlah pemerintah daerah di negara tersebut memberikan bantuan pembiayaan atau subsidi renovasi rumah bagi pendatang yang ingin menetap di wilayah pedesaan.

Sementara itu, Estonia berfokus menarik pengusaha dan pekerja di sektor teknologi. Melalui program Startup Estonia dan Startup Visa, pendatang dari luar Uni Eropa memperoleh kemudahan untuk mendirikan serta mengoperasikan perusahaan berbasis teknologi di Tallinn.

Kesimpulan

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa persaingan antarnegara untuk menarik pendatang semakin berkembang. Pekerja jarak jauh, pengusaha digital, keluarga, dan profesional teknologi menjadi kelompok yang dinilai mampu membantu menggerakkan perekonomian lokal.

Meski menawarkan bantuan dalam jumlah besar, setiap program memiliki ketentuan berbeda, mulai dari bukti penghasilan, kepemilikan izin tinggal, batas usia, kewajiban renovasi, hingga komitmen menetap selama bertahun-tahun. Ke depan, insentif semacam ini berpotensi terus digunakan sebagai strategi untuk mengatasi penurunan populasi, menghidupkan kawasan pedesaan, dan menarik aktivitas ekonomi baru.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment