Banjir Bandang Terjang Akses Langtang di Nepal, 644 Wisatawan Dilaporkan Hilang
Banjir bandang melanda kawasan perbatasan China dan Nepal pada Rabu (26/8). Bencana tersebut berdampak pada permukiman serta Distrik Rasuwa, wilayah yang menjadi salah satu akses menuju kawasan trekking Langtang. Selain mengganggu kehidupan masyarakat, banjir juga memengaruhi aktivitas wisata dan akses menuju sejumlah jalur pendakian populer di Nepal.
Berdasarkan laporan terbaru Le Monde, Syabrubesi mengalami dampak cukup parah akibat banjir bandang. Wilayah tersebut dikenal sebagai titik awal salah satu jalur trekking menuju Langtang. Kondisi ini membuat akses wisatawan menuju kawasan pegunungan tersebut ikut terganggu.
Banjir Berdampak pada Kawasan Trekking Langtang
Langtang merupakan salah satu kawasan trekking utama di Nepal. Nepal Tourism Board menempatkan Langtang sebagai salah satu dari tiga kawasan trekking populer di negara tersebut, bersama Everest dan Annapurna.
Kawasan Langtang berjarak sekitar 130 kilometer di sebelah utara Lembah Kathmandu. Lokasinya berada dekat perbatasan Nepal dengan Tibet, China. Sebagian besar wilayah Langtang termasuk dalam Distrik Rasuwa dan mencakup area Langtang National Park.
Selama ini, Langtang dikenal karena panorama pegunungan Himalaya, termasuk Gunung Langtang Lirung. Wisatawan yang berkunjung juga dapat menikmati pemandangan hutan, gletser, serta danau-danau yang berada di dataran tinggi.
Rute Langtang Valley Trek dan Destinasi Lain
Salah satu jalur yang banyak dikenal wisatawan adalah Langtang Valley Trek. Rute tersebut umumnya dimulai dari Syabrubesi dan berakhir di Kyanjin. Berdasarkan informasi Nepal Tourism Board, jalur ini melewati sejumlah titik, yaitu Syabrubesi, Bamboo, Lama Hotel, Ghora Tabela, Langtang, hingga Kyanjin.
Kyanjin Berada di Ketinggian Sekitar 3.800 Meter
Kyanjin menjadi salah satu titik penting dalam rute Langtang Valley Trek. Kawasan tersebut berada di ketinggian sekitar 3.800 meter di atas permukaan laut. Perjalanan menuju lokasi ini menawarkan pengalaman menyusuri lanskap pegunungan dan kawasan alam yang menjadi daya tarik utama Langtang.
Selain Langtang Valley Trek, kawasan tersebut memiliki Gosaikunda. Danau suci itu berada di ketinggian sekitar 4.380 meter. Langtang juga menjadi lokasi Tamang Heritage Trail, jalur yang membawa wisatawan melewati sejumlah desa tradisional masyarakat Tamang.
Langtang Menawarkan Wisata Alam dan Budaya
Daya tarik Langtang tidak hanya terletak pada panorama alamnya. Kawasan ini juga menawarkan pengalaman budaya masyarakat Tamang, salah satu kelompok masyarakat adat yang tinggal di desa-desa sepanjang jalur trekking.
Keberadaan permukiman masyarakat Tamang membuat perjalanan di Langtang tidak sebatas menikmati pegunungan, hutan, gletser, dan danau dataran tinggi. Wisatawan juga dapat mengenal kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar jalur trekking tersebut.
644 Wisatawan Dilaporkan Hilang atau Belum Terhubung
Banjir bandang yang menerjang kawasan perbatasan China dan Nepal kini turut mengganggu aktivitas wisata serta akses menuju jalur trekking Langtang. Dampak bencana terutama dirasakan di Distrik Rasuwa dan Syabrubesi, yang memiliki peran penting sebagai akses menuju kawasan tersebut.
Mengutip Al Jazeera, sekitar 644 wisatawan dilaporkan hilang atau belum dapat dihubungi akibat banjir bandang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 517 orang merupakan wisatawan asing, sedangkan 127 lainnya adalah wisatawan lokal.
Hingga kini, proses pencarian dan evakuasi masih dilakukan di sejumlah wilayah yang terdampak. Situasi tersebut membuat kondisi para wisatawan serta akses menuju kawasan trekking masih menjadi perhatian.
Kesimpulan
Banjir bandang di kawasan perbatasan China dan Nepal tidak hanya menerjang permukiman, tetapi juga berdampak pada Distrik Rasuwa dan Syabrubesi, dua wilayah yang berkaitan dengan akses menuju Langtang. Kawasan trekking populer yang dikenal dengan panorama Himalaya, jalur Langtang Valley Trek, Gosaikunda, serta budaya masyarakat Tamang itu kini menghadapi gangguan akibat bencana.
Dengan masih berlangsungnya pencarian dan evakuasi terhadap ratusan wisatawan yang hilang atau belum dapat dihubungi, perkembangan situasi di wilayah terdampak masih dinantikan. Penanganan terhadap kondisi tersebut akan menjadi faktor penting bagi pemulihan akses serta aktivitas wisata di kawasan Langtang.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment