Satu Helai Rambut Tiba-Tiba Keriting dan Kulit Kepala Gatal, Apakah Berbahaya?

Menemukan satu atau dua helai rambut yang berbeda dari rambut lainnya merupakan hal yang cukup umum. Di antara rambut yang biasanya lurus, misalnya, terdapat helai yang terasa lebih kasar, melengkung, keriting, atau tampak seperti terpilin. Kondisi tersebut terkadang terlihat pada area kulit kepala yang juga terasa gatal.

Perubahan bentuk rambut dan rasa gatal pada kulit kepala sering kali muncul bersamaan. Namun, kedua kondisi tersebut belum tentu memiliki hubungan langsung. Bentuk batang rambut dapat berubah karena faktor pada folikel atau batang rambut, sementara rasa gatal lebih mungkin berkaitan dengan kondisi kulit kepala.

Rambut Terpilin Dapat Berkaitan dengan Pili Torti

Salah satu kondisi yang dapat membuat batang rambut tampak terpilin disebut pili torti. Pada kondisi ini, batang rambut menjadi lebih pipih dan berputar pada porosnya. Akibatnya, rambut terlihat tidak beraturan dibandingkan helai rambut lain di sekitarnya.

Berdasarkan informasi yang dimuat dalam Journal of Clinical Medicine, pili torti dapat muncul sejak lahir ataupun berkembang kemudian. Kondisi yang berkembang setelahnya juga dapat berkaitan dengan sejumlah gangguan pada kulit kepala dan rambut.

Meski demikian, keberadaan satu helai rambut yang tampak terpilin atau keriting tidak secara otomatis menunjukkan adanya penyakit. Perubahan tersebut dapat terjadi secara lokal, baik pada folikel maupun pada batang rambut itu sendiri.

Perubahan Folikel Bisa Memengaruhi Bentuk Rambut

Perubahan bentuk rambut juga dapat berkaitan dengan kondisi folikel rambut. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Dermatological Science menemukan bahwa rambut yang tumbuh melengkung dapat berhubungan dengan perubahan bentuk folikel.

Folikel rambut yang tidak simetris dapat membuat batang rambut tumbuh dengan bentuk berbeda. Hal ini menjelaskan mengapa seseorang dapat menemukan satu helai rambut yang teksturnya lebih kasar, melengkung, atau keriting di antara rambut yang sebagian besar memiliki bentuk serupa.

Satu Helai Rambut Keriting Tidak Selalu Menandakan Gangguan

Jika hanya terdapat satu helai rambut yang berubah bentuk tanpa disertai keluhan lain, kondisi tersebut biasanya belum cukup untuk menunjukkan adanya masalah tertentu. Perubahan lokal pada folikel atau batang rambut dapat menjadi penyebabnya.

Oleh karena itu, tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa satu helai rambut yang tiba-tiba keriting merupakan tanda penyakit. Hal yang lebih penting adalah memperhatikan kondisi kulit kepala dan ada atau tidaknya gejala lain yang menyertai.

Penyebab Kulit Kepala Gatal Bisa Berbeda

Apabila perubahan rambut disertai rasa gatal, keluhan tersebut belum tentu disebabkan oleh rambut yang bentuknya berbeda. Rasa gatal bisa berasal dari kondisi kulit kepala atau folikel rambut.

Beberapa masalah yang dapat menyebabkan kulit kepala gatal antara lain ketombe atau dermatitis seboroik, dermatitis akibat penggunaan produk rambut, psoriasis, kulit kepala kering, kutu, serta peradangan pada folikel rambut.

Psoriasis pada kulit kepala, misalnya, dapat menimbulkan rasa gatal. Penelitian menyebutkan bahwa keluhan tersebut dapat dialami hingga 80 persen pasien psoriasis kulit kepala. Karena itu, area kulit kepala yang terasa gatal perlu diperhatikan secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada satu helai rambut yang tampak berbeda.

Kapan Perubahan Rambut Perlu Diperiksa?

Perubahan rambut sebaiknya lebih diperhatikan apabila disertai gatal yang menetap, kemerahan, sisik atau ketombe berlebihan, luka, benjolan, rambut mudah patah, maupun kerontokan. Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda bahwa terdapat kondisi tertentu pada kulit kepala atau folikel rambut.

Dokter kulit dapat melakukan pemeriksaan untuk menilai kondisi rambut dan kulit kepala secara lebih detail. Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah trikoskopi, yaitu pemeriksaan untuk melihat kondisi rambut dan kulit kepala.

Kesimpulan

Satu helai rambut yang tiba-tiba menjadi keriting, kasar, melengkung, atau terpilin belum tentu merupakan pertanda penyakit. Perubahan tersebut dapat terjadi secara lokal pada batang rambut atau folikel, termasuk kondisi yang disebut pili torti.

Rasa gatal yang muncul di area sekitarnya juga belum tentu disebabkan oleh perubahan bentuk rambut. Keluhan tersebut bisa berkaitan dengan ketombe, dermatitis seboroik, psoriasis, kulit kepala kering, kutu, atau peradangan pada folikel rambut. Ke depan, kondisi kulit kepala secara keseluruhan perlu menjadi perhatian, terutama jika disertai gejala menetap, kemerahan, sisik, luka, benjolan, rambut mudah patah, atau kerontokan. Pemeriksaan oleh dokter kulit dapat membantu mengetahui kondisi rambut dan kulit kepala dengan lebih tepat.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment