Shanghai Luncurkan 100 Terminal AI untuk Permudah Layanan Turis Asing

Pemerintah Kota Shanghai meluncurkan 100 terminal berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan asing. Inisiatif ini hadir ketika jumlah kunjungan turis mancanegara ke salah satu kota terbesar di China tersebut mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2026.

Sepanjang semester pertama 2026, Shanghai mencatat kedatangan 5,3 juta wisatawan asing. Jumlah tersebut meningkat 27,82 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Lonjakan itu mendorong pemerintah setempat untuk memperkuat layanan pariwisata melalui pemanfaatan teknologi digital yang dapat membantu wisatawan selama berada di kota tersebut.

Terminal AI Hu Xiaoyou Resmi Beroperasi

Melansir VN Express, 100 terminal AI tersebut resmi beroperasi pada 19 Agustus 2026. Perangkat ini mengusung agen AI bernama Hu Xiaoyou dan ditempatkan di berbagai lokasi yang banyak dikunjungi wisatawan. Beberapa di antaranya adalah hotel berbintang, pusat informasi wisata, arena kegiatan, serta objek wisata populer.

Kehadiran terminal tersebut dirancang untuk memudahkan turis asing memperoleh informasi dan mengakses layanan perjalanan tanpa harus menghadapi kendala bahasa maupun mencari bantuan dari berbagai sumber secara terpisah. Dengan sistem berbasis AI, wisatawan dapat memperoleh sejumlah bantuan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan mereka selama menjelajahi Shanghai.

Dapat Diakses Melalui WeChat dan Alipay

Layanan Hu Xiaoyou tidak hanya tersedia melalui perangkat fisik. Wisatawan juga dapat mengaksesnya secara digital melalui mini-program yang tersedia di aplikasi WeChat dan Alipay menggunakan ponsel. Pilihan akses ini memungkinkan turis memanfaatkan layanan tersebut dengan cara yang lebih fleksibel, baik ketika berada di sekitar terminal maupun saat sedang bepergian.

Menurut Xinhua, sistem Hu Xiaoyou dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan perjalanan. Fitur yang tersedia mencakup pemberian petunjuk arah, penerjemahan bahasa, rekomendasi destinasi, pemesanan tiket, serta penyusunan rencana perjalanan atau itinerary yang disesuaikan secara personal.

Terhubung dengan 14.000 Layanan

Salah satu keunggulan terminal AI ini adalah integrasinya dengan sekitar 14.000 layanan pemesanan dan belanja. Integrasi tersebut memungkinkan wisatawan mengakses lebih banyak kebutuhan perjalanan melalui satu sistem, mulai dari mencari informasi hingga melakukan pemesanan layanan yang tersedia.

Dukungan bahasa juga menjadi bagian penting dalam pengoperasian Hu Xiaoyou. Sistem ini telah menguasai 10 bahasa dunia. Beberapa bahasa yang disebutkan antara lain bahasa Inggris, Jepang, Korea, Thailand, Rusia, dan Arab. Kemampuan multibahasa tersebut diharapkan dapat membantu turis dari berbagai negara saat mencari informasi, berkomunikasi, maupun menggunakan layanan wisata di Shanghai.

Selain itu, terminal AI tersebut diprogram untuk menerima transaksi pembayaran dalam lebih dari 120 mata uang. Fitur ini ditujukan untuk memberikan kemudahan kepada pengunjung mancanegara ketika melakukan pembayaran selama berada di Shanghai.

Sukarelawan Tetap Disiagakan

Meskipun mengandalkan teknologi AI, pengelola tetap menyiagakan sejumlah sukarelawan di lapangan. Mereka bertugas mendampingi wisatawan yang mengalami kesulitan saat mengoperasikan terminal. Kehadiran sukarelawan menunjukkan bahwa teknologi tetap dipadukan dengan dukungan manusia agar layanan dapat digunakan oleh lebih banyak pengunjung.

Pendampingan ini juga menjadi bagian penting dalam masa pengenalan perangkat baru. Wisatawan yang belum terbiasa menggunakan terminal digital dapat memperoleh bantuan secara langsung, sehingga proses pencarian informasi dan pemanfaatan layanan berjalan lebih mudah.

Bagian dari Perluasan Layanan Digital Shanghai

Pengoperasian terminal Hu Xiaoyou memperkuat rangkaian uji coba layanan digital yang dilakukan Shanghai untuk mendukung wisatawan asing. Menurut laporan China Wenhui Daily, pada Juni 2026 Shanghai lebih dulu meluncurkan Meet China, sebuah platform multibahasa yang ditujukan bagi turis mancanegara.

Platform Meet China membantu wisatawan mencari layanan lokal, memesan makanan, serta melakukan pembayaran menggunakan metode yang biasa mereka gunakan di negara asal. Di sisi lain, platform tersebut juga memberikan dukungan kepada pelaku usaha, termasuk restoran dan hotel, dalam memproses data pelanggan serta mengatasi kendala bahasa.

Kesimpulan

Peluncuran 100 terminal AI Hu Xiaoyou menjadi langkah Shanghai dalam menyesuaikan layanan pariwisata dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan asing. Dengan fitur petunjuk arah, penerjemah bahasa, rekomendasi destinasi, pemesanan tiket, penyusunan itinerary, dukungan 10 bahasa, serta pembayaran dalam lebih dari 120 mata uang, layanan ini ditujukan untuk membuat perjalanan turis lebih praktis.

Ke depan, penggabungan terminal fisik, mini-program WeChat dan Alipay, serta platform digital seperti Meet China menunjukkan arah pengembangan layanan wisata Shanghai yang semakin terintegrasi. Meski teknologi menjadi tumpuan utama, keterlibatan sukarelawan tetap diperlukan agar transformasi digital tersebut dapat diakses dan dimanfaatkan dengan baik oleh wisatawan dari berbagai latar belakang.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment