Studi Genetik Ungkap Kemiripan Wajah Anak Laki-Laki dan Perempuan dengan Orang Tua

Kemiripan wajah anak dengan orang tua sering menjadi bahan perbincangan di tengah keluarga. Anak laki-laki yang dianggap tampan kerap disebut lebih mirip ibunya, sementara kemiripan anak perempuan dengan ayah atau ibunya dapat memunculkan pendapat yang berbeda. Di balik penilaian tersebut, terdapat faktor genetik yang berperan dalam menentukan karakteristik wajah seseorang.

Sejumlah penelitian berusaha mengungkap seberapa besar pengaruh gen yang diwariskan orang tua terhadap bentuk wajah anak. Salah satunya merupakan studi fotografis yang dilakukan Seema Kapil Lahoti bersama sejumlah peneliti lain. Penelitian tersebut secara khusus mengamati pola jaringan lunak pada wajah, bukan hanya struktur tulang.

Studi Mengamati Jaringan Lunak Wajah Anak

Berbagai penelitian sebelumnya telah membahas morfologi wajah berdasarkan aspek skeletal atau struktur tulang, seperti tulang pipi dan rahang. Namun, studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Indian Orthodontic Society pada Januari 2013 ini berfokus pada jaringan lunak wajah.

Beberapa bagian yang diamati meliputi tonjolan dagu dan hidung, lebar hidung, panjang bibir pada area filtrum, tinggi wajah, serta penonjolan bibir. Peneliti ingin mengetahui karakteristik mana yang memiliki hubungan dengan warisan genetik dari orang tua kepada anak.

Melibatkan 140 Sampel Anak dan Orang Tua

Penelitian tersebut melibatkan 140 sampel anak bersama orang tua mereka. Data dikumpulkan dari anak laki-laki dan perempuan yang berusia 16 tahun ke atas. Para peneliti kemudian mengamati foto wajah dari tampak depan dan sisi lateral kanan.

Setiap foto dianalisis menggunakan 27 parameter pengukuran. Metode tersebut digunakan untuk menilai hubungan antara karakteristik wajah anak dan orang tuanya secara lebih terukur. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara orang tua dan anak.

Studi itu juga menemukan bukti kontribusi genetik yang signifikan pada parameter linear dan proporsional wajah. Meski demikian, tingkat kemiripan tersebut tidak sepenuhnya sama pada anak laki-laki dan perempuan.

Perbedaan Warisan Genetik pada Anak Laki-Laki dan Perempuan

Berdasarkan hasil penelitian, anak laki-laki menunjukkan warisan genetik yang lebih kuat dari ibu dibandingkan ayah. Sementara itu, anak perempuan memperlihatkan warisan genetik yang relatif sama besar dari kedua orang tua.

Temuan ini dapat membantu menjelaskan mengapa anggapan mengenai kemiripan wajah anak kerap berbeda berdasarkan jenis kelamin. Namun, hasil tersebut tidak berarti seluruh ciri wajah anak laki-laki pasti berasal dari ibu atau semua fitur wajah anak perempuan terbagi secara mutlak dari ayah dan ibu.

Warisan genetik tetap bekerja pada banyak karakteristik wajah dengan tingkat pengaruh yang berbeda-beda. Selain itu, penelitian tersebut menilai pola kemiripan jaringan lunak berdasarkan parameter tertentu, sehingga tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan kemiripan wajah secara keseluruhan.

Bagian Wajah yang Paling Kuat Diturunkan

Dari aspek jaringan lunak, tinggi wajah secara keseluruhan, penonjolan bibir, dan penonjolan dagu menunjukkan warisan genetik yang kuat. Sebaliknya, bentuk hidung dan bibir memiliki tingkat korelasi yang lebih rendah dalam studi tersebut.

Penelitian lain dari King’s College London yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports pada April 2017 juga mengungkap bagian wajah yang paling dipengaruhi faktor genetik. Penelitian itu menemukan bahwa ujung hidung merupakan fitur wajah dengan pengaruh genetik paling besar, dengan kemungkinan diwariskan sekitar 66 persen.

Filtrum atau area di antara hidung dan bibir memiliki peluang diwariskan sekitar 62 persen. Selain kedua bagian tersebut, tulang pipi dan sudut bagian dalam mata juga dinilai banyak dipengaruhi oleh faktor genetik dari orang tua.

Pengaruh Gen Bukan Satu-Satunya Penentu

Kesimpulan dari penelitian King’s College London diperoleh melalui analisis model tiga dimensi wajah terhadap 952 pasang anak kembar. Peneliti menggunakan kamera 3D dan teknologi pencitraan komputer untuk memetakan ribuan titik pada wajah.

Hasilnya menunjukkan bahwa setiap fitur wajah tidak diwariskan dengan kekuatan yang sama. Ada bagian yang sangat dipengaruhi oleh gen, tetapi terdapat pula fitur yang lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan.

Kondisi sosial ekonomi, pola hidup, dan asupan gizi dapat ikut berperan dalam perkembangan fitur wajah. Karena itu, bentuk wajah seseorang tidak hanya merupakan hasil dari kombinasi gen orang tua, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai kondisi yang menyertai proses pertumbuhan.

Kesimpulan

Studi mengenai kemiripan wajah anak dan orang tua menunjukkan adanya pengaruh genetik yang berbeda antara anak laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki dalam penelitian tersebut cenderung memiliki warisan genetik wajah yang lebih kuat dari ibu, sedangkan anak perempuan menunjukkan pengaruh yang relatif seimbang dari kedua orang tua.

Ujung hidung dan filtrum termasuk bagian wajah yang memiliki kemungkinan pewarisan genetik cukup tinggi. Namun, faktor genetik tidak menentukan seluruh karakteristik wajah secara mutlak karena lingkungan, pola hidup, kondisi sosial ekonomi, dan asupan gizi juga dapat memengaruhi perkembangan seseorang.

Dengan demikian, penelitian ini tidak membuktikan bahwa kecantikan atau ketampanan anak pasti berasal dari salah satu orang tua. Studi tersebut hanya menjelaskan pola pengaruh genetik terhadap wajah. Penilaian mengenai keharmonisan wajah tetap bersifat subjektif karena dipengaruhi oleh budaya dan selera personal yang dapat berbeda pada setiap orang.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment