2nd Miracle in Cell No. 7 Resmi Dibuat Ulang di Filipina, Tayang Desember 2026

Film Indonesia 2nd Miracle in Cell No. 7 mencatat pencapaian penting di industri perfilman Asia Tenggara. Film produksi Falcon Pictures tersebut secara resmi akan dibuat ulang untuk pasar Filipina oleh studio Viva Communications. Kesepakatan ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya film Indonesia mendapatkan adaptasi ulang resmi di Filipina.

Versi Filipina dari 2nd Miracle in Cell No. 7 saat ini telah memasuki proses produksi. Film tersebut dijadwalkan tayang pada 25 Desember 2026 dalam gelaran Metro Manila Film Festival, salah satu ajang perfilman penting di Filipina.

Viva Communications Pegang Hak Remake

Viva Communications telah memperoleh hak untuk membuat ulang film yang diproduksi Falcon Pictures itu. CEO Viva Communications, Inc., Vincent Del Rosario, mengatakan proyek tersebut sejalan dengan tradisi perusahaan dalam menghadirkan film yang berkualitas, menyentuh hati, dan dapat dinikmati oleh berbagai generasi.

Menurut Vincent, 2nd Miracle in Cell No. 7 diharapkan mampu menghadirkan pengalaman menonton yang dapat menyatukan keluarga di bioskop. Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan Viva dalam Metro Manila Film Festival menjadi bentuk komitmen perusahaan terhadap keberlangsungan festival sekaligus upaya menghidupkan kembali pengalaman menonton film secara bersama-sama.

“Dengan 2nd Miracle in Cell No. 7, Viva Communications melanjutkan tradisi yang kami banggakan dalam menghadirkan film berkualitas dan menyentuh hati, yang dapat diterima lintas generasi serta menyatukan seluruh keluarga di bioskop,” ujar Vincent Del Rosario, seperti diberitakan Variety.

Viva juga menyatakan keyakinannya terhadap kekuatan pengalaman menonton film bersama bagi penonton Filipina. Perusahaan tersebut berkomitmen mendukung pertumbuhan berkelanjutan, meningkatkan nilai artistik, serta mendorong perkembangan industri perfilman Filipina di tingkat global.

Film Indonesia Pertama yang Diadaptasi Resmi di Filipina

Keputusan untuk membuat ulang 2nd Miracle in Cell No. 7 dipandang sebagai pencapaian besar bagi perfilman Indonesia. Produser Falcon Pictures, Frederica, menyebut adaptasi tersebut sebagai sebuah kehormatan sekaligus penanda penting dalam perjalanan film Indonesia.

Frederica menjelaskan bahwa Falcon Pictures mengambil langkah kreatif dengan mengembangkan semesta cerita Miracle in Cell No. 7 melalui kisah orisinal dari Indonesia. Langkah itu menghasilkan 2nd Miracle in Cell No. 7, yang bukan sekadar pembuatan ulang dari film sebelumnya, melainkan sekuel yang melanjutkan cerita versi Indonesia.

“Melihat sekuel kami kini diterima dan dibuat ulang oleh Filipina merupakan sebuah kehormatan besar. Ini menjadi sejarah baru bagi perfilman Indonesia dan membuktikan bahwa cerita-cerita kami yang penuh emosi dan dibuat secara lokal memiliki daya tarik universal,” kata Frederica.

Kesepakatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana waralaba Miracle in Cell No. 7 terus berkembang di kawasan Asia Tenggara. Next Entertainment World, pemegang hak awal film Miracle in Cell No. 7, bersama divisi penjualan internasionalnya, Contents Panda, turut menyambut baik ekspansi cerita tersebut.

Presiden Contents Panda, Danny Lee, mengatakan bahwa Miracle in Cell No. 7 kini telah berkembang lebih jauh dari sekadar film remake. Menurutnya, waralaba tersebut menjadi cerita bersama yang terus mengalami perkembangan di Asia Tenggara, termasuk ketika versi Indonesia menginspirasi pembuatan film di Filipina.

Berawal dari Film Korea Selatan

Miracle in Cell No. 7 merupakan film asal Korea Selatan yang pertama kali dirilis pada 2013. Kesuksesan film tersebut kemudian melahirkan sejumlah versi remake di berbagai negara, termasuk Indonesia dan Filipina.

Meski berangkat dari waralaba yang sama, Falcon Pictures menghadirkan arah cerita berbeda melalui 2nd Miracle in Cell No. 7. Film ini merupakan sekuel orisinal yang meneruskan kisah dari versi Indonesia, sehingga ceritanya melampaui alur yang sebelumnya ditampilkan dalam film Korea Selatan.

Alur Cerita 2nd Miracle in Cell No. 7

2nd Miracle in Cell No. 7 berlatar sekitar dua tahun setelah kepergian Ayah Dodo yang diperankan Vino G. Bastian. Ayah Dodo dieksekusi setelah dijatuhi hukuman mati karena dipaksa mengakui kesalahan yang tidak pernah ia lakukan.

Setelah menjadi yatim piatu, Kartika kemudian diadopsi oleh Hendro Sanusi, yang diperankan Denny Sumargo. Hendro merupakan kepala sipir di penjara tempat Dodo sebelumnya mendekam. Kartika juga tinggal bersama Hendro dan istrinya, Linda, yang diperankan Agla Artalidia.

Kehidupan mereka semula berjalan dengan damai. Namun, keadaan berubah setelah Kepala Dinas Sosial tidak menyetujui rencana Hendro untuk mengadopsi Kartika. Penolakan tersebut kemudian memunculkan persoalan baru dan mengancam kehidupan Kartika.

Hendro bersama para narapidana di sel nomor 7 merasa geram terhadap situasi itu. Mereka tidak ingin Kartika kembali mengalami ketidakadilan seperti yang pernah dialami oleh ayahnya. Konflik tersebut menjadi bagian penting dalam kelanjutan kisah 2nd Miracle in Cell No. 7.

Sutradara dan Penulis Skenario

Film 2nd Miracle in Cell No. 7 disutradarai Herwin Novianto. Ia sebelumnya dikenal melalui sejumlah film, antara lain Kapan Pindah Rumah pada 2021, Kembang Api pada 2023, dan Kang Mak from Pee Mak pada 2024.

Skenario film ini ditulis oleh Alim Sudio bersama Lee Hwan-kyung. Lee Hwan-kyung merupakan penulis skenario film Miracle in Cell No. 7 versi asli. Dalam proyek tersebut, ia turut terlibat untuk memantau pengembangan cerita 2nd Miracle in Cell No. 7.

Jadwal Tayang Versi Filipina

Versi Filipina dari 2nd Miracle in Cell No. 7 dijadwalkan tayang pada 25 Desember 2026 dalam Metro Manila Film Festival. Jadwal tersebut bertepatan dengan dua tahun setelah versi orisinal Indonesia dirilis pada 25 Desember 2024.

Dengan adanya adaptasi resmi ini, perjalanan 2nd Miracle in Cell No. 7 memasuki tahap baru. Film tersebut tidak hanya melanjutkan waralaba dari versi Indonesia, tetapi juga menunjukkan bahwa cerita lokal dengan muatan emosional dapat menarik perhatian penonton di luar negeri. Kehadiran versi Filipina pada 2026 akan menjadi momentum penting untuk melihat bagaimana kisah tersebut diterjemahkan ke dalam konteks perfilman Filipina.

Kesimpulan

2nd Miracle in Cell No. 7 resmi dibuat ulang di Filipina oleh Viva Communications dan dijadwalkan tayang pada 25 Desember 2026. Pencapaian ini menjadi sejarah baru karena film tersebut merupakan karya Indonesia pertama yang secara resmi diadaptasi ulang untuk pasar perfilman Filipina. Kesuksesan kerja sama ini sekaligus memperkuat posisi cerita Indonesia di kawasan Asia Tenggara dan membuka babak baru bagi perkembangan waralaba Miracle in Cell No. 7.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment