All Wishes Come True, Film Animasi yang Menghidupkan Kembali Kisah Delapan Dewa Ba Xian
All Wishes Come True menjadi film animasi terbaru yang mengangkat kembali kisah klasik delapan dewa dalam mitologi China, yang dikenal sebagai Ba Xian atau Eight Immortals. Namun, film ini tidak langsung menampilkan mereka sebagai dewa. Cerita justru berfokus pada versi manusia dari delapan sosok tersebut, lengkap dengan kepribadian, kemampuan, benda pusaka, dan tujuan masing-masing.
Dalam petualangan yang penuh dinamika, kedelapan karakter itu bersatu untuk menjalankan misi membobol tempat penyimpanan harta milik Fu, Lu, dan Shou. Meski berada dalam satu kelompok, mereka memiliki kepentingan yang berbeda. Sebagian mengincar kekayaan yang tersimpan di dalam brankas, sementara yang lain mengejar Lentera Yu Xu demi mengembalikan ketenangan dunia manusia dari bencana dan musibah.
Delapan Karakter dengan Kepribadian Berbeda
Film ini menghadirkan reka ulang karakter Eight Immortals dengan ciri khas yang membedakan satu sosok dari lainnya. Perbedaan tersebut tidak hanya terlihat dari kepribadian, tetapi juga dari pusaka dan keterampilan yang mereka gunakan dalam perjalanan.
Lu Dongbin dan Zhongli Quan
Lu Dongbin tampil secara misterius pada awal cerita. Seiring berjalannya petualangan, ia berkembang menjadi perencana strategi kelompok. Sosoknya tenang, jarang berbicara, dan selalu membawa pedang. Meski terlihat pendiam, Lu Dongbin menjadi salah satu anggota yang paling dapat diandalkan ketika tim menghadapi masalah.
Sementara itu, Zhongli Quan digambarkan sebagai pencuri dan pencopet ulung. Di balik keahliannya, ia menyimpan masa lalu yang menyakitkan. Tokoh yang lekat dengan kipas bulunya tersebut memiliki tujuan jelas, yakni mendapatkan harta yang tersimpan di brankas dewa.
He Xianggu, Tieguai Li, dan Lan Caihe
He Xianggu merupakan satu-satunya anggota perempuan dalam kelompok. Ia memiliki simbol bunga teratai dan diposisikan sebagai petarung terkuat. He Xianggu dikenal tegas serta berani, tetapi tetap memiliki sisi ceria yang membuat karakternya tidak hanya dibangun dari kekuatan fisik.
Tieguai Li tampil sebagai seorang petapa yang pernah ditahan bersama Zhongli Quan. Ia selalu membawa tongkat besi dan labu obat. Sikapnya blak-blakan dan kerap mencairkan suasana, tetapi kesetiaannya kepada kelompok terlihat ketika mereka berada dalam situasi berbahaya.
Lan Caihe adalah sosok anak-anak yang selalu bersama Tieguai Li. Dengan keranjang bunga yang diapitnya, ia menjadi semacam maskot kelompok. Meski demikian, perannya bukan sekadar pelengkap. Lan Caihe turut membantu dalam upaya membobol brankas dan mampu melakukan bela diri saat menghadapi musuh.
Han Xiangzi, Zhang Guolao, dan Cao Guojiu
Han Xiangzi dikenal sebagai peniup seruling yang menjadi simbol keharmonisan musik. Ia pernah lebih dahulu membeli kuil yang diincar Zhongli Quan. Dalam perkembangan cerita, kuil tersebut kemudian beralih fungsi dari rencana awal mereka. Selain kemampuan bermusik, Han Xiangzi juga memiliki keahlian di bidang teknologi.
Zhang Guolao menjadi salah satu karakter yang paling mencuri perhatian. Ia digambarkan sebagai sosok tua yang menunggangi keledai putih dalam posisi terbalik sambil membawa drum bambu. Kehadirannya menyajikan humor improvisasi yang berpadu dengan kebijaksanaan dari pengalaman masa lalu. Zhang Guolao juga menjadi pemilik kuil bersama Han Xiangzi.
Adapun Cao Guojiu yang identik dengan papan giad bertindak sebagai penopang kelompok. Ia pada awalnya merupakan salah satu pekerja di Penglai. Namun, ia kemudian membantu menyalurkan informasi kepada tim, terutama mengenai para dewa dan dewi. Cao Guojiu sering mengeluhkan hal-hal sepele, tetapi tetap dapat diandalkan ketika kelompok menghadapi situasi kritis.
Twist terhadap Kisah Fu, Lu, dan Shou
Dalam budaya China kuno, Fu, Lu, dan Shou dikenal sebagai dewa keberuntungan, kemakmuran, serta umur panjang. Ketiganya menjadi simbol yang dicintai dan diyakini mampu membawa kebaikan. Namun, All Wishes Come True memberikan sudut pandang berbeda terhadap sosok tersebut.
Film ini menggambarkan Fu, Lu, dan Shou sebagai dewa pelindung yang korup. Mereka disebut telah menggelapkan kekayaan besar dari rakyat dan menyimpannya di dalam brankas surgawi. Ketiganya juga menguasai Penglai, sebuah utopia surgawi yang diselimuti awan.
Selain itu, cerita turut menghadirkan Yang Jian atau Erlang Shen sebagai Dewa Perang. Ia digambarkan sebagai sosok yang bersedia mengorbankan surga, manusia, bahkan dewa-dewa lainnya demi menyelamatkan ibunya.
Kesimpulan
All Wishes Come True menawarkan penafsiran baru terhadap kisah Eight Immortals dengan menampilkan mereka sebagai manusia yang memiliki tujuan, konflik, dan karakter berbeda. Misi membobol brankas Fu, Lu, dan Shou menjadi penggerak utama petualangan, sekaligus mempertemukan beragam sosok dengan kemampuan unik.
Dengan perpaduan mitologi, aksi, humor, dan twist terhadap karakter dewa yang sudah dikenal, film animasi ini menghadirkan cara berbeda untuk menikmati kisah Ba Xian. Perjalanan kedelapan karakter tersebut dapat disaksikan melalui All Wishes Come True yang tayang sejak 2 September di bioskop Indonesia.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment