Mengungkap Asal-Usul Alien di Film Hope, Karya Terbaru Na Hong-jin

Hope menjadi penanda kembalinya Na Hong-jin ke kursi penyutradaraan setelah satu dekade. Film tersebut merupakan proyek terbaru Na Hong-jin setelah The Wailing yang dirilis pada 2016. Tidak hanya menyutradarai, ia juga menulis skenario untuk film fiksi ilmiah tersebut.

Salah satu daya tarik utama Hope adalah misteri mengenai bangsa asing yang tiba di Bumi. Latar belakang dan asal-usul entitas tersebut tidak dijelaskan secara gamblang melalui alur utama film. Namun, informasi mengenai mereka dapat ditelusuri lewat dokumen, bagan hubungan karakter, serta materi promosi resmi yang dirilis Forged Films dan tim promosi di Korea Selatan.

Alien dalam Hope Berasal dari Planet Gertu

Berdasarkan rincian resmi Forged Films, kelompok alien yang mendarat di Bumi, tepatnya di sekitar Hobo Port, berasal dari planet bernama Gertu. Rombongan tersebut bukan sekadar kelompok asing tanpa identitas, melainkan bagian dari keluarga kerajaan yang memiliki struktur dan hubungan khusus.

Rombongan itu dipimpin oleh J’aur yang diperankan Alicia Vikander. Ia merupakan seorang permaisuri sekaligus ibu dari Putra Mahkota bernama Kali. Namun, sebelum cerita utama film dimulai, Kali dikisahkan telah tewas di tangan warga lokal bernama Yang-bae, yang diperankan Eum Moon-suk.

Keberadaan informasi tersebut memberikan konteks tambahan terhadap hubungan antara para penyintas dari Gertu dan warga Bumi. Meski film tidak secara langsung menguraikan seluruh latar belakang mereka, dokumen serta materi promosi resmi membantu memperjelas posisi setiap karakter dalam rombongan tersebut.

Rombongan Pelarian dari Keluarga Kerajaan

J’aur tidak datang seorang diri ke Bumi. Ia bersama sejumlah anggota rombongan yang memiliki peran masing-masing. Salah satunya adalah Ma’veyyo, prajurit pelindung yang diperankan Michael Fassbender. Ada pula Ai’dovor, pengasuh yang dimainkan Taylor Russell.

Rombongan itu juga membawa Va’migere, asisten dapur yang diperankan Cameron Britton. Dalam materi karakter, Va’migere disebut sebagai sosok yang menghancurkan desa. Selain itu, terdapat Krusini, hewan peliharaan milik Kali.

Sementara itu, Ku’er, ayah Kali sekaligus penguasa tertinggi, berada di kapal perang utama. Kehadiran kapal induk yang berfungsi sebagai wahana tempur milik Ku’er menjadi petunjuk penting mengenai situasi yang melatarbelakangi kedatangan kelompok tersebut ke Bumi.

Bukan Pasukan Invasi

Meski datang menggunakan kapal perang, kedatangan J’aur dan rombongannya tidak serta-merta menunjukkan bahwa mereka merupakan pasukan invasi. Rincian resmi mengenai para karakter justru mengarah pada dugaan bahwa mereka adalah korban selamat yang melarikan diri dari perang besar atau konflik internal di Planet Gertu.

Bumi kemudian menjadi tempat perlindungan bagi kelompok tersebut. Dengan demikian, kehadiran mereka tidak hanya berkaitan dengan ancaman terhadap manusia, tetapi juga menyimpan persoalan dari planet asal mereka. Musuh misterius yang memicu pelarian itu menjadi salah satu elemen penting dalam memahami konflik lebih luas di balik cerita Hope.

Premis Hope dan Ancaman di Hobo Port

Hope mengisahkan warga di kawasan pinggiran sebuah kota pelabuhan kecil yang mulai menemukan berbagai kejanggalan. Peristiwa tersebut diawali dengan kematian sejumlah hewan ternak. Kondisinya membuat warga menduga bahwa hewan-hewan itu diburu oleh makhluk yang berukuran sangat besar.

Polisi yang diperankan Hwang Jung-min dan seorang pemburu yang dimainkan Zo In-sung kemudian berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Keduanya berpencar untuk menyelidiki situasi tersebut. Dalam prosesnya, mereka menyadari bahwa ancaman yang dihadapi bukan sesuatu yang pernah mereka temui sebelumnya.

Warga kota yang sebagian besar merupakan orang lanjut usia pun harus menghadapi situasi yang semakin berbahaya. Mereka berada dalam perjuangan untuk bertahan hidup melawan entitas asing yang seolah-olah tidak dapat dihentikan.

Potensi Cerita Berlanjut

Runtuhnya kapal milik Ku’er dan ancaman dari musuh misterius di Planet Gertu berpotensi menjadi landasan bagi cerita lanjutan. Jika sekuel Hope dikonfirmasi, konflik tersebut dapat menjadi poros utama narasi berikutnya.

Kelanjutan cerita juga berpeluang mengeksplorasi kemungkinan terbentuknya persekutuan antara manusia dan para penyintas alien. Namun, informasi tersebut masih berada dalam ranah kemungkinan, sehingga belum dapat dipastikan sebagai arah resmi cerita selanjutnya.

Kesimpulan

Hope tidak hanya menghadirkan kisah bertahan hidup manusia di tengah kemunculan entitas asing, tetapi juga menyimpan latar belakang mengenai para alien yang datang dari Planet Gertu. Melalui materi resmi Forged Films, terungkap bahwa mereka merupakan bagian dari keluarga kerajaan yang melarikan diri dari konflik besar, bukan sekadar pasukan invasi.

Misteri mengenai asal-usul mereka, kematian Kali, kehancuran kapal Ku’er, serta ancaman dari planet Gertu menjadi elemen yang memperkaya cerita. Film ini telah tayang di bioskop Indonesia sejak 9 September dan menjadi proyek fiksi ilmiah pertama Na Hong-jin setelah kembali menyutradarai film layar lebar.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment