The Early Spring Cetak Rekor Netflix, Jadi Drama China dengan Peringkat Tertinggi

The Early Spring mencatat pencapaian bersejarah di Netflix. Drama China bergenre urban workplace romance tersebut menjadi serial China dengan peringkat tertinggi sepanjang masa dalam daftar Top 10 Global Non-English TV Netflix. Karya yang diproduksi melalui platform Youku itu bahkan berhasil menempati posisi kedua dalam tangga mingguan layanan streaming global tersebut.

Prestasi ini menjadi sorotan karena The Early Spring tidak mengandalkan latar cerita kolosal, sejarah, maupun bela diri yang selama ini identik dengan popularitas drama China di pasar internasional. Sebaliknya, serial tersebut menghadirkan kisah kehidupan perkotaan, persaingan di dunia kerja, tekanan karier, serta dinamika hubungan asmara yang dekat dengan pengalaman masyarakat modern di berbagai negara.

The Early Spring Raih 2,4 Juta Penayangan

The Early Spring dirilis secara serentak pada 26 Agustus. Dalam lima hari pertama setelah penayangannya, serial yang dibintangi Jing Boran dan Sun Qian itu berhasil mengumpulkan 2,4 juta views. Total durasi tontonan yang dicatat mencapai 21,5 juta jam.

Perolehan tersebut membawa The Early Spring ke posisi kedua dalam tangga mingguan Netflix. Catatan itu sekaligus menjadikannya satu-satunya drama China yang berhasil masuk daftar Top 10 Global pada periode tersebut.

Pencapaian ini dinilai sebagai perkembangan penting dalam perjalanan ekspor konten audiovisual China. Keberhasilan The Early Spring memperlihatkan bahwa drama dengan tema kontemporer juga mampu menjangkau penonton global, tidak hanya serial yang mengangkat kisah masa lampau atau dunia persilatan.

Angkat Persaingan Kerja dan Kisah Asmara

Diadaptasi dari novel web populer, The Early Spring mengikuti perjuangan seorang profesional muda dalam menghadapi persaingan ketat di industri agensi periklanan. Di tengah tuntutan pekerjaan dan lingkungan profesional yang kompetitif, ia juga harus menghadapi hubungan asmara yang rumit dengan atasannya.

Sang atasan digambarkan memiliki karakter menuntut, sehingga hubungan keduanya tidak berjalan sederhana. Konflik pekerjaan, tuntutan emosional, serta usaha menemukan jati diri menjadi bagian penting dalam cerita serial tersebut.

Latar dunia agensi periklanan dan kawasan bisnis central business district atau CBD membuat The Early Spring menawarkan gambaran mengenai kehidupan masyarakat China masa kini. Cerita tersebut tidak hanya berfokus pada romansa, tetapi juga memperlihatkan bagaimana karakter-karakternya menghadapi kegagalan, tekanan pekerjaan, dan proses memulihkan diri.

Pergeseran Selera Penonton Drama China

Selama bertahun-tahun, pasar internasional drama China banyak dipengaruhi oleh serial bergenre kolosal, sejarah, dan wuxia. Salah satu contoh yang disebut dalam laporan tersebut adalah Pursuit of Jade, yang sempat menjadi drama kostum paling banyak dicari di Google secara global.

Namun, kesuksesan The Early Spring menunjukkan adanya peluang besar bagi cerita dengan latar kehidupan modern. Tema mengenai karier, hubungan profesional, pencarian identitas, dan kehidupan asmara dinilai memiliki daya tarik yang dapat melampaui batas budaya.

Isu Universal Kurangi Hambatan Budaya

Peneliti komunikasi internasional NRTA, Zhu Xinmei, menilai latar dunia kerja agensi periklanan, lingkungan bisnis CBD, serta persoalan emosional yang universal menjadi faktor yang membantu serial ini diterima penonton dari berbagai wilayah. Daya tarik tersebut disebut dapat dirasakan oleh penonton di Asia Tenggara hingga Amerika Latin.

Pandangan serupa disampaikan Zhang Peng, peneliti budaya sekaligus profesor di Nanjing Normal University. Menurutnya, perubahan penting terlihat dari cara konten China membangun ekspansi ke luar negeri. Isu-isu kontemporer yang relevan bagi banyak orang kini menjadi bagian penting dalam menarik perhatian penonton internasional.

Seperti diberitakan Kantor Berita Global Times pada Rabu (16/9), penonton mancanegara tidak hanya menikmati kisah romansa dalam The Early Spring. Mereka juga dapat melihat gambaran China yang terhubung dengan realitas masyarakat modern.

“Emosi-emosi ini dapat dirasakan melintasi batas negara, dengan Tiongkok menyajikan latar konteks yang segar,” ujar Zhang Peng.

Ia menambahkan bahwa penonton internasional mulai tertarik memahami cara masyarakat China masa kini menjalani pekerjaan dan hubungan asmara, menghadapi kegagalan, serta memulihkan diri.

Kesimpulan

Rekor The Early Spring di Netflix menandai perkembangan baru bagi popularitas drama China di pasar global. Dengan meraih 2,4 juta penayangan dan 21,5 juta jam waktu tonton dalam lima hari, serial ini membuktikan bahwa kisah berlatar kehidupan perkotaan dapat bersaing dengan drama kolosal maupun wuxia.

Keberhasilan tersebut juga membuka peluang lebih luas bagi ekspor konten China yang mengangkat persoalan modern dan emosional yang bersifat universal. Ke depan, pencapaian The Early Spring dapat menjadi dorongan bagi hadirnya lebih banyak serial China dengan cerita kontemporer yang mampu menjembatani perbedaan budaya dan menjangkau penonton internasional.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment