Dan Driscoll Mundur sebagai Menteri Angkatan Darat AS, Perselisihan dengan Pete Hegseth Jadi Sorotan
Dan Driscoll menjadi sorotan setelah mengajukan pengunduran diri dari posisi Menteri Angkatan Darat Amerika Serikat. Keputusan tersebut disampaikan setelah ia terlibat perselisihan dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
Seorang pejabat Angkatan Darat mengatakan Driscoll telah berbicara dengan Presiden Donald Trump mengenai situasi dan kondisi Angkatan Darat sebelum menyampaikan pengunduran dirinya. Mundurnya Driscoll menambah perhatian terhadap hubungan di antara jajaran pemerintahan dan kepemimpinan militer Amerika Serikat.
Driscoll Mundur Setelah Perselisihan dengan Hegseth
Perselisihan antara Driscoll dan Hegseth sebelumnya telah beberapa kali menjadi perhatian. Salah satu persoalan yang mencuat berkaitan dengan keputusan Hegseth menghapus empat perwira dari daftar promosi. Tindakan tersebut disebut sebelumnya telah ditolak oleh Driscoll.
Ketegangan kembali meningkat pada Februari ketika Hegseth dilaporkan memaksa pemecatan Kolonel David Butler, salah satu penasihat senior Driscoll. Berdasarkan laporan Fox News, Driscoll menolak tekanan tersebut.
Perbedaan sikap itu memperlihatkan adanya ketegangan dalam hubungan kerja antara Menteri Angkatan Darat dan Menteri Pertahanan. Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu latar belakang yang membuat pengunduran diri Driscoll mendapat perhatian luas.
Kedekatan dengan Wakil Presiden JD Vance
Hubungan dekat Driscoll dengan Wakil Presiden JD Vance juga disebut menjadi faktor yang membuat Hegseth merasa tidak nyaman. Driscoll dan Vance diketahui pernah menjadi teman sekelas di Yale Law School.
Hegseth memandang kedekatan tersebut, termasuk hubungan Driscoll dengan Gedung Putih, sebagai upaya untuk melewati atau mengabaikan kewenangannya. Persepsi itu turut memperburuk hubungan di antara keduanya.
Latar Belakang Dan Driscoll
Dan Driscoll lahir pada 1986 di Boone, Carolina Utara. Ia tumbuh dalam keluarga yang memiliki hubungan kuat dengan dunia militer. Kakeknya bertugas di Angkatan Darat Amerika Serikat sebagai penerjemah kode selama Perang Dunia II, sedangkan ayahnya bertugas sebagai prajurit infanteri selama Perang Vietnam.
Latar belakang keluarga tersebut membuat kehidupan militer bukan sesuatu yang asing bagi Driscoll. Sebelum menduduki jabatan politik dan administratif di Angkatan Darat, ia telah menjalani sejumlah tugas di lingkungan militer Amerika Serikat.
Pengalaman di Medan Tugas
Pada 2007, Driscoll pernah menjadi perwira kavaleri ketika mengikuti Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat AS. Dalam perjalanan kariernya, ia memimpin peleton kavaleri di Divisi Gunung ke-10 yang bermarkas di Fort Drum, New York.
Unit yang dipimpinnya kemudian dikerahkan ke Baghdad pada 2009 untuk mendukung Operasi Pembebasan Irak. Pengalaman tersebut membuat Driscoll memperoleh sejumlah penghargaan, termasuk Medali Pujian Angkatan Darat, Tanda Ranger, dan Lencana Aksi Tempur.
Setelah menjalani tugas militer, Driscoll melanjutkan pendidikan ke Yale Law School. Ia kemudian bekerja di Klinik Layanan Hukum Veteran Yale, yang memperkuat pengalaman profesionalnya di bidang hukum dan pelayanan bagi para veteran.
Menjabat Menteri Angkatan Darat sejak 2025
Driscoll mulai menjabat sebagai Menteri Angkatan Darat pada 25 Februari 2025. Dalam posisi tersebut, ia bertanggung jawab mengawasi operasi, modernisasi, serta alokasi sumber daya untuk hampir satu juta personel yang terdiri atas prajurit aktif, anggota Garda Nasional, dan personel Cadangan.
Selain itu, ia juga mengawasi lebih dari 265.000 pegawai sipil Angkatan Darat. Besarnya cakupan tanggung jawab tersebut menjadikan jabatan Menteri Angkatan Darat sebagai posisi penting dalam pengelolaan dan pengembangan institusi militer Amerika Serikat.
Peran dalam Upaya Negosiasi Rusia-Ukraina
Di bawah pemerintahan Donald Trump, Driscoll juga pernah memainkan peran dalam upaya negosiasi Rusia-Ukraina. Pada November 2025, Trump mengutus Driscoll bersama utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Wittkoff, untuk memimpin tahap lanjutan pembicaraan dengan Kyiv.
Penugasan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Driscoll karena upaya diplomatik itu pada dasarnya bukan merupakan tanggung jawab utama seorang Menteri Angkatan Darat. Kepercayaan yang diberikan kepadanya menunjukkan bahwa Driscoll memiliki peran lebih luas di luar urusan operasional dan administrasi Angkatan Darat.
Kesimpulan
Pengunduran diri Dan Driscoll terjadi setelah serangkaian perselisihan dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, mulai dari persoalan daftar promosi perwira hingga tekanan terkait penasihat seniornya. Kedekatan Driscoll dengan Wakil Presiden JD Vance dan Gedung Putih juga disebut memperburuk ketegangan di antara keduanya.
Driscoll meninggalkan jabatan tersebut dengan latar belakang panjang di dunia militer, pengalaman bertugas di Irak, pendidikan hukum di Yale, serta keterlibatan dalam pembicaraan Rusia-Ukraina. Ke depan, perhatian akan tertuju pada dampak pengunduran dirinya terhadap kepemimpinan, modernisasi, dan pengelolaan Angkatan Darat Amerika Serikat.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment