Dua Awak Kapal Tewas dalam Insiden Keamanan Tanker Arab Saudi di Selat Hormuz

JAKARTA – Dua awak kapal tanker minyak milik perusahaan pelayaran nasional Arab Saudi, Bahri, tewas dalam sebuah insiden keamanan di Selat Hormuz. Peristiwa tersebut terjadi ketika kapal tanker bernama SIDR sedang melintasi jalur perairan strategis itu pada awal pekan ini.

Informasi mengenai insiden tersebut disampaikan Bahri pada Rabu (2/9). Dalam pernyataannya, perusahaan mengonfirmasi bahwa dua pelaut kehilangan nyawa akibat kejadian yang berlangsung di atas atau di sekitar kapal SIDR. Keduanya diketahui merupakan warga negara Filipina.

Insiden Terjadi Saat Kapal SIDR Melintasi Selat Hormuz

Bahri menyebut kapal tanker SIDR mengalami apa yang mereka sebut sebagai “insiden keamanan” ketika sedang melintasi Selat Hormuz. Peristiwa itu berlangsung pada Senin (31/8), sekitar pukul 23.40 waktu setempat atau 20.40 GMT.

Selat Hormuz menjadi lokasi kapal tersebut saat insiden terjadi. Namun, Bahri belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk kejadian maupun faktor yang menyebabkan insiden keamanan tersebut. Perusahaan juga tidak merinci kondisi kapal setelah peristiwa berlangsung.

Dua Korban Merupakan Warga Negara Filipina

Dalam keterangan yang disampaikan kepada publik, Bahri menyatakan bahwa dua awak kapal mereka meninggal dunia. Kedua korban merupakan pelaut berkewarganegaraan Filipina.

“Dua pelaut kami, keduanya warga negara Filipina, kehilangan nyawa akibat insiden ini,” kata Bahri, sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency.

Pernyataan tersebut menjadi konfirmasi resmi mengenai jumlah korban dalam insiden yang melibatkan kapal tanker minyak Arab Saudi itu. Meski demikian, perusahaan belum menyampaikan informasi tambahan mengenai identitas kedua korban ataupun rincian lain terkait kejadian.

Bahri Berkoordinasi dengan Pihak Terkait

Setelah insiden terjadi, Bahri mengatakan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan kapal SIDR. Komunikasi tersebut dilakukan untuk memantau situasi kapal dan perkembangan yang terjadi setelah insiden keamanan tersebut.

Selain berhubungan dengan kapal, Bahri juga melakukan koordinasi dengan pihak berwenang serta para pemangku kepentingan di sektor maritim. Langkah itu disebut menjadi bagian dari penanganan perusahaan terhadap insiden yang menewaskan dua awak kapal tersebut.

Bahri belum mengungkapkan secara terperinci hasil koordinasi maupun perkembangan terbaru terkait kapal SIDR. Perusahaan juga tidak menjelaskan penyebab insiden atau pihak yang mungkin bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Keselamatan Awak Kapal Menjadi Prioritas

Bahri menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan awak kapal tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah dua pelaut kehilangan nyawa dalam insiden keamanan saat kapal SIDR melintasi Selat Hormuz.

Perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk mempertahankan standar keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari sikap Bahri dalam menjalankan kegiatan pelayaran dan menangani situasi yang melibatkan armada serta awak kapalnya.

Kesimpulan

Insiden keamanan yang melibatkan kapal tanker SIDR milik Bahri di Selat Hormuz menyebabkan dua awak kapal warga negara Filipina meninggal dunia. Kejadian tersebut berlangsung pada Senin (31/8) sekitar pukul 23.40 waktu setempat, ketika kapal sedang melintasi perairan tersebut.

Hingga pernyataan Bahri disampaikan pada Rabu (2/9), penyebab insiden belum dijelaskan secara rinci. Bahri masih berkomunikasi dengan kapal SIDR dan berkoordinasi dengan pihak berwenang serta pemangku kepentingan maritim. Perkembangan selanjutnya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai insiden tersebut, sementara perusahaan menegaskan kembali komitmennya terhadap keselamatan awak kapal, keamanan pelayaran, dan perlindungan lingkungan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment