Kabut Asap Karhutla Kalimantan Memburuk, Sejumlah Wilayah Malaysia Masuk Kategori Tidak Sehat
Kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia memburuk akibat kabut asap yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Berdasarkan data Air Pollutant Index Management System (APIMS), beberapa daerah di Malaysia tercatat masuk kategori tidak sehat pada Kamis (20/8) pukul 14.00 waktu setempat.
Sebagian besar wilayah dengan kualitas udara buruk berada di negara bagian Sarawak, yang berbatasan langsung dengan Kalimantan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa asap akibat karhutla telah berdampak lintas wilayah dan memengaruhi kualitas udara masyarakat di sejumlah daerah Malaysia.
Empat Wilayah Sarawak Masuk Kategori Tidak Sehat
APIMS mencatat sejumlah wilayah di Sarawak berada dalam kategori tidak sehat. Serian menjadi daerah dengan indeks kualitas udara tertinggi, yakni mencapai 195. Berikutnya, Kuching mencatat indeks 191, Sri Aman berada di angka 178, sementara Samarahan mencapai 175.
Dalam klasifikasi indeks kualitas udara Malaysia, angka 0-50 menunjukkan kualitas udara sehat. Indeks 51-100 masuk kategori sedang, sedangkan angka 101-200 dikategorikan tidak sehat. Adapun indeks 201-300 termasuk sangat tidak sehat dan angka di atas 300 masuk kategori bahaya.
Dengan mengacu pada klasifikasi tersebut, keempat wilayah di Sarawak yang disebutkan APIMS berada dalam tingkat kualitas udara tidak sehat. Kondisi ini berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap paparan kabut asap.
Indeks Lebih Tinggi Dibandingkan Pekan Sebelumnya
Angka kualitas udara yang tercatat pada Kamis (20/8) lebih tinggi dibandingkan data pada 12 Agustus lalu. Serian, misalnya, mencatat indeks 195, meningkat dari 182. Kuching juga naik dari 176 menjadi 191, sedangkan Sri Aman bertambah dari 158 menjadi 178.
Samarahan menjadi satu-satunya wilayah yang mengalami penurunan indeks dibandingkan catatan sebelumnya. Daerah tersebut sebelumnya mencatat indeks 183, kemudian berada di angka 175. Meskipun demikian, kualitas udaranya tetap masuk kategori tidak sehat karena masih berada di atas angka 100.
Dampak Kabut Asap Meluas ke Wilayah Lain
Pada pekan sebelumnya, kabut asap akibat karhutla juga berdampak terhadap 11 wilayah di Malaysia. Selain Serian, Kuching, Sri Aman, dan Samarahan, wilayah lain yang terdampak meliputi Sarikei, Mukah, Sibu, Johan Setia, Shah Alam, Kuala Lumpur, serta Putrajaya.
Data yang dikutip dari Malay Mail menunjukkan Sarikei dan Sri Aman masing-masing mencatat indeks 158, sedangkan Mukah dan Sibu berada di angka 152. Di wilayah lain, Johan Setia mencatat indeks 154, Kuala Lumpur 131, Putrajaya 104, dan Shah Alam 101.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa kabut asap tidak hanya berdampak pada daerah yang berdekatan dengan Kalimantan. Sejumlah wilayah lain di Malaysia juga mengalami penurunan kualitas udara dengan tingkat yang bervariasi, meskipun sebagian besar masih berada dalam kategori tidak sehat.
Imbauan Kementerian Kesehatan Malaysia
Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau masyarakat yang terdampak kabut asap untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika indeks kualitas udara berada di atas 100. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah untuk mengurangi paparan asap dan menjaga kondisi kesehatan masyarakat.
Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami sesak napas atau batuk yang berlangsung berkepanjangan. Gejala tersebut perlu mendapat perhatian, khususnya di tengah kondisi udara yang berada dalam kategori tidak sehat.
Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, Kementerian Kesehatan Malaysia menyatakan akan memperkuat pengawasan terhadap penyakit yang berkaitan dengan kabut asap. Kesiapan fasilitas kesehatan, pasokan obat-obatan, dan tenaga medis juga akan ditingkatkan untuk menghadapi dampak dari kondisi tersebut.
Kesimpulan
Kabut asap akibat karhutla di Kalimantan membuat kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia, terutama Sarawak, berada dalam kategori tidak sehat. Serian, Kuching, Sri Aman, dan Samarahan mencatat indeks tinggi pada Kamis (20/8), dengan Serian menjadi wilayah yang memiliki angka tertinggi, yakni 195.
Meski jumlah wilayah terdampak tercatat berkurang dibandingkan pekan sebelumnya, beberapa daerah mengalami kenaikan indeks kualitas udara. Ke depan, kondisi udara di Malaysia masih perlu dipantau, sementara masyarakat diimbau membatasi aktivitas luar ruangan dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gangguan pernapasan. Pemerintah Malaysia juga menyiapkan penguatan pemantauan kesehatan serta fasilitas pendukung untuk menghadapi dampak kabut asap.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment