Kilas Internasional: 29 Wilayah Malaysia Terdampak Kabut Asap Karhutla, BGS Masuk Kandidat Dirjen WHO
JAKARTA – Sejumlah isu internasional menjadi perhatian dalam Kilas Internasional, Rabu (26/8). Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di beberapa provinsi di Indonesia berdampak pada kualitas udara di puluhan wilayah Malaysia. Pada saat yang sama, empat tokoh masuk dalam daftar kandidat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), termasuk Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin.
Isu lainnya datang dari Timur Tengah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim Iran berupaya membunuh salah satu anak laki-lakinya. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci waktu, lokasi, maupun bentuk dugaan rencana tersebut.
29 Wilayah Malaysia Masuk Kategori Udara Tidak Sehat
Sebanyak 29 wilayah di Malaysia, termasuk Kuala Lumpur, mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat. Kondisi tersebut dikaitkan dengan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia.
Berdasarkan data Air Pollutant Index Management System (APIMS) Malaysia, pada Selasa (25/8) pukul 16.00 waktu setempat, 29 wilayah tercatat memiliki indeks kualitas udara pada level “tidak sehat” atau unhealthy.
Dalam sistem klasifikasi indeks polusi udara Malaysia, angka 0 hingga 50 menunjukkan kualitas udara sehat. Sementara itu, indeks 51 hingga 100 berada dalam kategori sedang. Adapun angka 101 hingga 200 masuk kategori tidak sehat, 201 hingga 300 dikategorikan sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 termasuk kategori bahaya.
Imbauan Kementerian Kesehatan Malaysia
Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau masyarakat yang terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila indeks kualitas udara berada di atas 100. Imbauan ini ditujukan untuk mengurangi paparan terhadap udara yang tercemar akibat kabut asap.
Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan, seperti sesak napas atau batuk yang berlangsung dalam waktu lama. Kondisi kualitas udara di wilayah terdampak menjadi perhatian karena kabut asap dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama ketika indeks polusi berada dalam kategori tidak sehat.
Empat Kandidat Direktur Jenderal WHO
Dalam perkembangan lain, terdapat empat nama yang masuk sebagai kandidat Direktur Jenderal WHO untuk menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus. Informasi tersebut dikutip dari laman resmi WHO pada Selasa (25/8).
Keempat kandidat tersebut adalah Hanan Mohammed Al-Kuwari yang diusulkan Qatar, Hanan Balkhy yang diusulkan Arab Saudi, Hans Henri P. Kluge yang diajukan Belgia, serta Budi Gunadi Sadikin yang diusulkan Indonesia.
Budi Gunadi Sadikin atau BGS merupakan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Ia telah menjabat sebagai menteri kesehatan sejak era Presiden ke-7 Joko Widodo. Budi juga memimpin Kementerian Kesehatan ketika Indonesia menghadapi gelombang pandemi Covid-19.
Masuknya Budi Gunadi Sadikin dalam daftar kandidat menjadi salah satu isu penting bagi Indonesia di tingkat internasional. Selanjutnya, perhatian akan tertuju pada proses pemilihan dan perkembangan pencalonan keempat tokoh tersebut sesuai mekanisme yang berlaku di WHO.
Netanyahu Klaim Iran Sasar Anak Laki-Lakinya
Dari kawasan Timur Tengah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim Iran berusaha membunuh salah satu anak laki-lakinya. Pernyataan tersebut disampaikan ketika perang antara Iran dan Amerika Serikat masih berkobar.
“Iran mencoba membunuhnya, mencoba membunuh salah satu anak saya,” ujar Netanyahu.
Meski menyampaikan tudingan tersebut, Netanyahu tidak memberikan penjelasan mengenai kapan dan di mana dugaan upaya itu terjadi. Ia juga tidak menyebutkan secara spesifik anak laki-laki mana yang disebut menjadi sasaran.
Netanyahu diketahui memiliki dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. Kedua anak laki-lakinya beserta istri masing-masing mendapat perlindungan pribadi dari otoritas Israel.
Kesimpulan
Rangkaian isu internasional kali ini menyoroti dampak kabut asap karhutla Indonesia terhadap kualitas udara di Malaysia, pencalonan empat tokoh sebagai calon Direktur Jenderal WHO, serta klaim Benjamin Netanyahu mengenai dugaan ancaman Iran terhadap anaknya. Ke depan, perkembangan kondisi udara di Malaysia, proses pencalonan Dirjen WHO, dan situasi konflik di Timur Tengah masih menjadi hal yang perlu dipantau.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment