Prabowo Sampaikan Prinsip Gotong Royong Indonesia kepada Putin di Forum Ekonomi Rusia
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan prinsip gotong royong Indonesia saat berpidato di hadapan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pesan tersebut disampaikan dalam kapasitas Prabowo sebagai tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9).
Dalam forum tersebut, Prabowo menilai Indonesia dan Rusia memiliki prinsip yang serupa dalam menghadapi berbagai tantangan. Perbedaannya, prinsip itu dikenal dengan istilah yang berbeda di masing-masing negara. Ia kemudian mengaitkan pepatah Rusia dengan konsep gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Prabowo Kaitkan Pepatah Rusia dengan Gotong Royong
Prabowo mengatakan, masyarakat Rusia mengenal pepatah “Odin v pole ne voin”. Menurut dia, pepatah tersebut menggambarkan bahwa seseorang tidak akan mencapai kemenangan apabila berjuang seorang diri.
“Saya memahami bahwa rakyat Rusia memiliki pepatah ‘Odin v pole ne voin.’ Tidak akan ada kemenangan jika kita berjuang sendirian. Di Indonesia, kita memiliki konsep serupa yang disebut ‘gotong royong’. Beban seberat apa pun akan terasa ringan jika dipikul bersama,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Prinsip tersebut menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Prabowo dalam forum ekonomi internasional itu. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan kebersamaan, terutama ketika dunia menghadapi situasi geopolitik yang semakin terfragmentasi.
Perdamaian Berkaitan dengan Pembangunan dan Kesejahteraan
Selain membahas semangat gotong royong, Prabowo menegaskan bahwa perdamaian tidak dapat dipisahkan dari pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, upaya menciptakan perdamaian yang berkelanjutan perlu didukung oleh berbagai kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar dan perekonomian.
Ketahanan Pangan dan Lapangan Kerja
Prabowo menyebut ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, perdagangan terbuka, serta pembangunan kawasan sebagai bagian penting dari upaya membangun perdamaian. Hal tersebut menunjukkan bahwa perdamaian tidak hanya berkaitan dengan penghentian konflik, tetapi juga dengan terciptanya kondisi yang mendukung kesejahteraan.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun hubungan dan kerja sama di berbagai bidang. Di tengah dunia yang terfragmentasi, Prabowo memandang setiap jembatan kerja sama sebagai jawaban nyata untuk memperkuat hubungan antarnegara.
“Justru karena dunia sedang terfragmentasi, setiap jembatan yang dibangun di sini—baik di bidang pangan, energi, sains, logistik, maupun perdagangan—merupakan sebuah jawaban nyata,” ujar Prabowo.
Global South Disebut sebagai Wadah Perjuangan Keadilan
Dalam pidatonya, Prabowo turut menegaskan peran penting negara-negara Global South dalam konstelasi geopolitik saat ini. Ia menyatakan bahwa Global South bukanlah blok baru, melainkan wadah perjuangan untuk mendorong keadilan.
Menurut Prabowo, perjuangan tersebut mencakup pembagian kesejahteraan yang lebih adil serta pemberian suara yang setara dalam proses perumusan aturan global. Pandangan itu disampaikan ketika hubungan antarnegara disebut menghadapi situasi dunia yang semakin terpecah.
“Baik terkait pembagian kesejahteraan yang adil maupun suara yang setara dalam perumusan aturan global,” kata Prabowo.
Indonesia Pertahankan Politik Luar Negeri Bebas dan Aktif
Prabowo juga kembali menegaskan posisi Indonesia yang memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas dan aktif. Ia menyampaikan bahwa Indonesia tidak ingin terikat dalam aliansi militer mana pun. Namun, Indonesia tetap terbuka dan aktif dalam membangun kemitraan ekonomi dengan berbagai negara.
Ia menegaskan Indonesia siap mendukung setiap upaya tulus untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan abadi di wilayah mana pun yang masih dilanda konflik. Sikap tersebut menjadi bagian dari posisi Indonesia dalam merespons dinamika global.
Prabowo juga menyatakan bahwa Indonesia terbuka untuk membangun hubungan serta kerja sama dengan seluruh negara, termasuk berbagai kekuatan besar dunia. Menurut dia, keterbukaan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Indonesia yang telah dijalankan selama beberapa dekade.
“Kami selalu mengatakan bahwa kami ingin memiliki hubungan terbaik dengan semua negara, dengan semua kekuatan besar. Kami, berdasarkan tradisi, kami nonblok. Seperti yang saya katakan, kami tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun. Kami menghormati semua kekuatan,” ujar Prabowo.
Kesimpulan
Pidato Prabowo di hadapan Vladimir Putin menempatkan gotong royong sebagai prinsip yang memiliki kesamaan dengan pepatah Rusia tentang pentingnya perjuangan bersama. Ia juga menghubungkan perdamaian dengan pembangunan, kesejahteraan, ketahanan pangan, lapangan kerja, perdagangan, dan kerja sama antarnegara.
Ke depan, posisi Indonesia yang bebas dan aktif akan tetap diarahkan untuk membangun hubungan dengan berbagai negara tanpa terikat aliansi militer. Di tengah dunia yang semakin terfragmentasi, Prabowo menilai kerja sama di bidang pangan, energi, sains, logistik, dan perdagangan dapat menjadi jembatan untuk mendukung perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment