Video Ancaman terhadap Barron Trump Disiarkan Media Pemerintah Iran, Secret Service Selidiki

Amerika Serikat tengah menyelidiki sebuah video yang memuat ancaman pembunuhan terhadap Barron Trump, putra Presiden AS Donald Trump. Video berdurasi sekitar tiga menit tersebut disiarkan oleh IRIB, media pemerintah Iran yang dinilai sejalan dengan kelompok garis keras dalam rezim Iran.

Penayangan video itu memicu perhatian karena tidak hanya menyebut nama Barron Trump, tetapi juga menampilkan grafis yang mengarah pada lokasi-lokasi tempat putra presiden AS tersebut sering menghabiskan waktu. Dinas Rahasia Amerika Serikat atau US Secret Service menyatakan telah mengetahui keberadaan video tersebut dan sedang melakukan penyelidikan.

Secret Service Selidiki Video Ancaman

Juru bicara US Secret Service, Nate Herring, mengatakan bahwa pihaknya sedang memeriksa seluruh informasi yang berpotensi dianggap sebagai ancaman terhadap orang-orang yang berada di bawah perlindungan lembaga tersebut.

“US Secret Service mengetahui video tersebut dan menyelidiki segala hal yang dapat dianggap sebagai ancaman terhadap pihak-pihak yang kami lindungi,” ujar Herring dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan CNN.

Namun, Herring menegaskan bahwa lembaganya tidak akan membahas rincian intelijen maupun aspek operasional yang berkaitan dengan sistem perlindungan. Menurut dia, pembatasan informasi tersebut dilakukan demi alasan keamanan operasional.

Isi Video Menyebut Lokasi Barron Trump

Video yang ditayangkan IRIB itu dibuka dengan grafis berbahasa Inggris yang memuat kalimat, “Where to kill Barron Trump?!” atau “Di mana membunuh Barron Trump?!” Kalimat tersebut menjadi pembuka bagi materi video yang bernuansa ancaman terhadap putra Donald Trump.

Setelah grafis pembuka, video menampilkan visual bergaya khusus yang memperlihatkan lokasi-lokasi tempat Barron Trump disebut sering menghabiskan waktu. Penyebutan lokasi tersebut menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam penyelidikan karena dinilai berkaitan dengan potensi ancaman terhadap individu yang dilindungi.

Imbalan 10 Juta Dolar Disebut dalam Narasi

Menjelang akhir video, narator menyampaikan pernyataan mengenai imbalan. Narasi tersebut menyebut bahwa orang-orang “sangat menantikan untuk menerima imbalan 10 juta dolar kami.” Pernyataan itu memperkuat nuansa ancaman dalam video yang disiarkan oleh media pemerintah Iran tersebut.

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai pihak yang membuat video, selain informasi bahwa materi tersebut ditayangkan melalui IRIB. US Secret Service juga belum membeberkan hasil penyelidikan atau langkah operasional yang dilakukan terkait video itu.

Bagian dari Rangkaian Video yang Menargetkan Keluarga Trump

Sumber penegak hukum federal menyebut video tersebut merupakan bagian dari rangkaian materi dari Iran yang menargetkan Donald Trump dan keluarganya. Sejumlah video lain disebut memuat rincian mengenai pergerakan serta saran untuk membunuh anggota keluarga presiden AS.

Informasi tersebut menempatkan video terhadap Barron Trump dalam konteks yang lebih luas. Ancaman yang muncul tidak hanya diarahkan kepada satu anggota keluarga, tetapi juga dikaitkan dengan materi-materi lain yang menyasar Donald Trump dan keluarganya.

Latar Belakang Ketegangan Amerika Serikat dan Iran

Pemerintah AS sebelumnya telah lama memperingatkan kemungkinan adanya upaya dari Iran untuk membunuh Donald Trump. Kekhawatiran tersebut terutama muncul setelah serangan drone pada 2020 yang diperintahkan oleh Trump dan menewaskan jenderal tinggi Iran, Qasem Soleimani.

Sejak saat itu, seruan untuk membunuh Trump juga disebut muncul dalam poster-poster yang dibawa dalam acara pemakaman Ali Khamenei pada Juli lalu. Rangkaian peristiwa tersebut menjadi latar belakang hubungan yang tegang antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk munculnya ancaman terhadap tokoh-tokoh yang berkaitan dengan pemerintah AS.

Netanyahu Klaim Anaknya Juga Ditargetkan

Ancaman yang dikaitkan dengan Iran juga disebut tidak hanya menyasar keluarga Trump. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengklaim bahwa Iran berupaya membunuh salah satu anaknya.

“Ini kasus yang sulit dipercaya. Iran menargetkan salah satu anak laki-laki saya,” kata Netanyahu dalam sebuah wawancara dengan media Israel.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa isu ancaman terhadap keluarga pemimpin politik menjadi perhatian di tengah ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Meski demikian, informasi mengenai video terhadap Barron Trump masih berada dalam tahap penyelidikan oleh otoritas AS.

Kesimpulan

Video bernuansa ancaman pembunuhan terhadap Barron Trump yang disiarkan IRIB telah diketahui oleh US Secret Service. Materi tersebut memuat pertanyaan provokatif mengenai lokasi pembunuhan, visual lokasi yang disebut sering didatangi Barron, serta narasi tentang imbalan 10 juta dolar.

Otoritas AS kini menyelidiki video itu sebagai bagian dari ancaman yang berpotensi menargetkan pihak-pihak yang dilindungi. Penyelidikan selanjutnya diharapkan dapat menjelaskan asal-usul, tujuan, dan keterkaitan video tersebut dengan rangkaian materi lain yang disebut menargetkan keluarga Trump. US Secret Service sendiri menegaskan bahwa rincian intelijen dan operasional tidak akan dibuka demi alasan keamanan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment