117 Santri Manbaul Hikam Kembali Dirawat, Tujuh Masih Menjalani Perawatan di Rumah Sakit

Sebanyak 117 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, kembali dilarikan ke rumah sakit setelah sebelumnya menjalani perawatan akibat gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Para santri tersebut mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah sebelumnya sempat dipulangkan dan menjalani rawat jalan di pondok pesantren.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, menyampaikan bahwa ratusan santri kembali mendapatkan penanganan medis. Dari total 117 santri yang dibawa ke rumah sakit, sebagian besar telah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik. Namun, tujuh orang masih harus menjalani perawatan hingga Kamis (10/9).

117 Santri Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit

Peristiwa tersebut terjadi setelah sebelumnya ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren Manbaul Hikam serta pelajar dari 19 sekolah di Kecamatan Tanggulangin menjalani perawatan intensif. Mereka diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.

Para santri dan siswa sempat dirawat di sejumlah rumah sakit pada Selasa (2/9) malam. Setelah kondisi mereka dinyatakan membaik, sebagian besar dipulangkan dan melanjutkan pemulihan melalui rawat jalan.

Namun, pada Selasa (8/9), sejumlah santri dan santriwati Pondok Pesantren Manbaul Hikam kembali dibawa ke rumah sakit. Keluhan yang dirasakan cukup beragam, antara lain mual, pusing, lemas, diare, panas, hingga muntah.

Mayoritas Santri Sudah Diperbolehkan Pulang

Lakhsmie menjelaskan, kondisi mayoritas santri yang kembali menjalani pemeriksaan medis telah membaik. Sebanyak 110 santri-santriwati diperbolehkan pulang untuk melanjutkan pemulihan, sedangkan tujuh orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Sampai hari ini, masih ada tujuh orang yang dirawat,” ujar Lakhsmie pada Kamis (10/9).

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MA Manbaul Hikam, Labiburrahman, membenarkan adanya santri yang kembali dilarikan ke rumah sakit. Menurut dia, mereka bukan korban baru, melainkan santri yang sebelumnya telah mengalami keluhan kesehatan setelah diduga mengonsumsi menu MBG.

Labiburrahman mengatakan para santri tersebut masih berada dalam masa pemulihan ketika dikembalikan ke pondok pesantren untuk menjalani rawat jalan. Kondisi mereka kemudian kembali menurun sehingga harus mendapatkan penanganan medis.

“Yang sakit adalah anak yang kena sebelumnya, bukan korban baru,” kata Labiburrahman.

Santri Sebelumnya Dirawat di Enam Rumah Sakit

Dalam penanganan sebelumnya, para santri dan santriwati Pondok Pesantren Manbaul Hikam sempat menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Rumah sakit yang menjadi lokasi perawatan antara lain RSUD RT Notopuro, RSI Siti Hajar, RS Purusa Candi, RS DKT, RS Arafah Anwar Medika, dan RS Rahman Rahim.

Kasus dugaan keracunan tersebut tidak hanya melibatkan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Pelajar dari 19 sekolah di kawasan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, juga dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi menu MBG.

Jumlah Korban Sebelumnya Mencapai 748 Orang

Menu MBG yang dikonsumsi para santri dan pelajar diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin. Hidangan tersebut terdiri atas nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, dan buah apel. Menu itu disantap pada Selasa (1/9) siang.

Setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah santri dan pelajar mengalami keluhan berupa mual, muntah, serta pusing. Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo kemudian melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak.

Hingga Kamis (4/9) siang, jumlah korban yang diduga mengalami keracunan MBG di Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan 19 sekolah di kawasan Kalitengah tercatat mencapai 748 orang. Dari jumlah tersebut, 20 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan 728 lainnya telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

Pemulihan Santri Masih Dipantau

Kembalinya 117 santri ke rumah sakit menunjukkan bahwa proses pemulihan sebagian korban masih berlangsung. Sebagian dari mereka masih mengalami keluhan kesehatan setelah sebelumnya menjalani perawatan dan kembali ke pondok pesantren.

Untuk saat ini, 110 santri telah diperbolehkan pulang, sementara tujuh lainnya masih mendapatkan perawatan medis. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena para santri yang kembali sakit merupakan anak-anak yang sebelumnya telah terdampak, bukan korban baru.

Dengan masih adanya santri yang dirawat, pemantauan terhadap kondisi kesehatan para korban perlu terus dilakukan. Penanganan lanjutan diharapkan dapat memastikan para santri benar-benar pulih sebelum kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

Kasus dugaan keracunan setelah konsumsi MBG di Sidoarjo juga masih menjadi perhatian karena melibatkan santri dan pelajar dari sejumlah sekolah. Data mengenai kondisi korban hingga kini menunjukkan bahwa sebagian besar telah diperbolehkan pulang, tetapi beberapa lainnya masih membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment