75 Ribu Orang Ikuti Seleksi PPIH, Kurang dari 1.000 Peserta Akan Lolos

Kementerian Haji dan Umrah mencatat sekitar 75 ribu orang telah mendaftarkan diri dalam seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Jumlah pendaftar yang sangat besar tersebut membuat persaingan untuk menjadi petugas haji pada tahun ini berlangsung ketat. Dari puluhan ribu peserta yang mengikuti proses rekrutmen, diperkirakan kurang dari 1.000 orang yang nantinya dinyatakan lolos.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan tingginya animo masyarakat tidak terlepas dari perubahan mekanisme rekrutmen yang diterapkan tahun ini. Salah satu perubahan utama adalah pelaksanaan seleksi di daerah masing-masing dengan menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Perubahan tersebut membuat calon petugas haji tidak lagi harus datang ke Jakarta untuk mengikuti tahapan seleksi. Selain memudahkan peserta, skema ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat dari berbagai daerah untuk mengikuti proses rekrutmen PPIH.

Seleksi PPIH Kini Dilaksanakan di Daerah

Dahnil menjelaskan, pelaksanaan seleksi di daerah merupakan bagian dari perubahan besar dalam sistem rekrutmen petugas haji. Sebelumnya, calon peserta harus menuju Jakarta untuk mengikuti tes. Namun, pada rekrutmen tahun ini, tahapan seleksi dapat dilakukan di wilayah masing-masing melalui kerja sama dengan BKN.

“Banyak perubahan drastis dalam rekrutmennya. Jadi di setiap daerah, kalau dulu itu tesnya harus ke Jakarta. Tahun ini semuanya bisa di daerah masing-masing, bekerja sama dengan BKN,” ujar Dahnil usai menghadiri Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Asrama Haji Banten, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (2/9).

Menurut Dahnil, penerapan mekanisme baru tersebut menjadi salah satu alasan jumlah pendaftar meningkat. Peserta dari berbagai daerah dapat mengikuti proses seleksi tanpa harus menanggung kebutuhan untuk datang ke Jakarta. Dengan demikian, kesempatan untuk mendaftar menjadi petugas haji diharapkan lebih terbuka bagi masyarakat.

Puluhan Ribu Peserta Mengikuti Tes CAT

Para pendaftar akan mengikuti sejumlah tahapan seleksi untuk menentukan calon petugas haji yang memenuhi kriteria. Salah satu tahapan penting dalam proses tersebut adalah Computer Assisted Test atau CAT. Tes ini menjadi bagian dari penyaringan peserta sebelum nantinya ditetapkan sebagai petugas PPIH.

Dahnil menyampaikan bahwa pelaksanaan tes CAT menjadi salah satu agenda dalam rangkaian seleksi. Setelah seluruh tahapan selesai, hasil seleksi akan diumumkan kepada peserta.

“Ini ada tes CAT hari ini, nanti kemudian setelah itu akan diumumkan hasilnya,” kata Dahnil.

Persaingan Ketat untuk Menjadi Petugas Haji

Dengan jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 75 ribu orang, persaingan untuk mendapatkan posisi sebagai petugas haji tergolong sangat ketat. Jumlah peserta yang akan diterima diperkirakan kurang dari 1.000 orang. Artinya, hanya sebagian kecil pendaftar yang nantinya berhasil melewati seluruh rangkaian seleksi.

Besarnya jumlah pendaftar menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji. Namun, proses seleksi tetap diarahkan untuk menjaring peserta yang memiliki kemampuan dan kesiapan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada jemaah.

Rekrutmen Diarahkan untuk Mendapatkan Petugas Kompeten

Dahnil mengatakan, proses seleksi PPIH dilakukan untuk memperoleh petugas yang memiliki kompetensi. Para petugas tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji.

Kerja sama dengan BKN juga disebut menjadi bagian dari upaya pembenahan sistem rekrutmen. Melalui kolaborasi tersebut, proses seleksi diharapkan dapat berlangsung lebih transparan sekaligus menjangkau calon petugas dari berbagai wilayah.

Pelaksanaan seleksi di daerah menjadi langkah penting dalam memperluas akses rekrutmen. Calon peserta tidak lagi dibatasi oleh kebutuhan untuk mengikuti tes di Jakarta, sehingga mekanisme baru ini dapat memberikan peluang yang lebih merata bagi masyarakat yang berminat menjadi petugas haji.

Kesimpulan

Seleksi PPIH tahun ini diikuti sekitar 75 ribu pendaftar, tetapi kurang dari 1.000 peserta diperkirakan akan dinyatakan lolos. Tingginya jumlah peserta dipengaruhi perubahan mekanisme rekrutmen yang memungkinkan seleksi dilaksanakan di daerah masing-masing melalui kerja sama dengan BKN.

Selain mempermudah akses masyarakat, sistem baru tersebut diarahkan untuk mewujudkan proses seleksi yang lebih transparan dan menjaring petugas yang kompeten. Setelah tahapan CAT dan rangkaian seleksi lainnya selesai, peserta akan menunggu pengumuman hasil. Ke depan, mekanisme ini diharapkan dapat mendukung terpilihnya petugas yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment