ARIB Datangi Rumah Jokowi di Solo, Respons Pernyataan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Belasan orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak (ARIB) mendatangi kediaman Presiden Ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, di kawasan Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis (10/9). Kedatangan mereka berkaitan dengan pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengenai kemungkinan pelaksanaan pemilu lebih cepat dari 2029.

Dalam aksi tersebut, peserta membawa sejumlah kertas berisi protes kepada Jokowi. Mereka juga berniat menyerahkan surat serta sebuah plakat yang memuat falsafah Jawa. ARIB menyatakan kedatangan mereka merupakan bentuk respons sekaligus upaya menyampaikan pesan agar persatuan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap dijaga.

ARIB Bawa Surat dan Plakat untuk Jokowi

Salah satu peserta aksi, Bangun Satoto, mengatakan bahwa pihaknya ingin menyampaikan surat dan plakat secara langsung kepada Jokowi. Menurut dia, plakat tersebut berisi pesan dalam bahasa Jawa yang dianggap relevan dengan situasi yang sedang mereka soroti.

“Kami ingin menyampaikan sepucuk surat dan satu buah plakat untuk Bapak Joko Widodo,” kata Bangun.

Bangun menyinggung momen ketika Jokowi duduk di samping Budi Arie dalam sebuah forum. Pada kesempatan itu, Budi Arie menyampaikan analisis mengenai kemungkinan adanya percepatan momentum politik dan pemilu sebelum 2029.

Menurut Bangun, pernyataan tersebut menjadi alasan ARIB mendatangi kediaman Jokowi. Mereka ingin mengingatkan pentingnya menjaga keutuhan NKRI melalui surat dan plakat yang telah disiapkan.

Pesan Falsafah Jawa dalam Plakat

Bangun kemudian membacakan tulisan yang terdapat pada plakat tersebut. Pesan itu berbunyi, “Lamun sira sekti ojo kemaki. Lamun sira sekti tansah eling pati. Sapa nandur bakal ngunduh, ngunduh wohing pakarti. Sopo salah bakal seleh.”

Falsafah tersebut memiliki arti bahwa seseorang tidak boleh bersikap sombong meskipun memiliki kekuatan. Selain itu, manusia diingatkan untuk selalu mengingat kematian, memahami bahwa setiap perbuatan memiliki akibat, serta menyadari bahwa pihak yang bersalah pada akhirnya akan menerima konsekuensi.

Belasan peserta aksi sempat berdiri di depan kediaman Jokowi. Mereka juga berupaya agar surat dan plakat tersebut dapat diserahkan langsung kepada Jokowi.

Surat dan Plakat Diserahkan Lewat Sekretariat

Keinginan peserta aksi untuk menyerahkan langsung surat dan plakat kepada Jokowi tidak dapat dipenuhi. Salah satu anggota paspampres menjelaskan bahwa seluruh surat dan barang yang hendak masuk ke kediaman harus diserahkan melalui sekretariat.

Meski demikian, paspampres tersebut menyampaikan bahwa pihak yang ingin bertemu Jokowi tidak dilarang untuk menyampaikan keinginannya.

“Kalau ingin bertemu bapak, silakan. Kami tidak menghalangi,” ujar paspampres tersebut.

Peserta aksi kemudian menunggu selama kurang lebih 30 menit di depan kediaman Jokowi. Setelah itu, mereka membubarkan diri karena tidak dapat menyerahkan surat dan plakat secara langsung.

Klarifikasi Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Sebelumnya, Budi Arie Setiadi telah memberikan klarifikasi mengenai video yang memperlihatkan dirinya membahas kemungkinan percepatan pemilu. Video tersebut beredar luas di media sosial dan menampilkan Budi Arie sedang berada dalam sebuah forum bersama Jokowi.

Dalam rekaman itu, Budi Arie menyebut bahwa dirinya sempat menyampaikan kepada Jokowi mengenai kemungkinan momentum politik yang datang lebih cepat dari 2029. Ia juga mempertanyakan kesiapan menghadapi kemungkinan tersebut.

Budi Arie kemudian meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak berkenan atau tidak nyaman dengan pernyataannya. Ia menegaskan bahwa analisis serta pernyataan dalam video tersebut merupakan tanggung jawab pribadi.

“Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” ujar Budi Arie melalui keterangan video, Rabu (26/8).

Ia juga menekankan bahwa pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan Jokowi, meskipun Presiden Ketujuh RI itu terlihat hadir dan duduk di sampingnya dalam forum yang terekam di video.

“Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait mengaitnya dengan Bapak Joko Widodo,” kata Budi Arie.

Kesimpulan

Aksi ARIB di kediaman Jokowi menjadi respons atas pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan percepatan pemilu sebelum 2029. Massa membawa surat dan plakat berisi pesan falsafah Jawa sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan pengingat agar keutuhan NKRI tetap dijaga.

Di sisi lain, Budi Arie telah menyatakan bahwa pernyataannya merupakan analisis pribadi dan tidak berkaitan dengan Jokowi. Ia juga menyampaikan permintaan maaf serta menyatakan siap bertanggung jawab atas ucapannya. Selanjutnya, perhatian publik masih tertuju pada penjelasan mengenai isu percepatan pemilu tersebut dan respons berbagai pihak terhadapnya.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment