Basarnas Kerahkan Helikopter untuk Distribusikan Lima Tenaga Kesehatan ke Wilayah Terdampak Gempa Manggarai Timur

MAUMERE — Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR mengerahkan Helikopter Dauphin Basarnas AS 365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 untuk mendukung penanganan warga terdampak gempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengerahan dukungan udara tersebut dilakukan pada Jumat (21/8) dengan membawa lima tenaga kesehatan ke wilayah yang sulit dijangkau.

Langkah ini ditempuh untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar sekaligus mempercepat penanganan medis bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan menggunakan helikopter, para tenaga kesehatan dapat didistribusikan menuju lokasi posko kesehatan secara lebih cepat, terutama di tengah kondisi wilayah terdampak bencana yang memiliki akses terbatas.

Helikopter Berangkat dari Labuan Bajo

Penerbangan Helikopter Dauphin Basarnas AS 365 N3+ bertolak dari Bandara Komodo, Labuan Bajo. Pesawat tersebut kemudian menuju Helipad Ronting yang berada di Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Dari lokasi tersebut, lima tenaga kesehatan diterbangkan menuju Posko Kesehatan Kementerian Kesehatan yang berada di Kampung Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara. Posko itu menjadi salah satu titik pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kawasan terdampak gempa.

Pemanfaatan sarana transportasi udara menjadi bagian dari dukungan operasi SAR dalam menjangkau wilayah yang membutuhkan penanganan secara cepat. Selain menghemat waktu perjalanan, pengerahan helikopter juga mendukung mobilitas personel kesehatan menuju lokasi yang menjadi prioritas penanganan.

Lima Tenaga Kesehatan Diperbantukan

Lima tenaga kesehatan yang didistribusikan terdiri atas dokter, perawat, tenaga farmasi, serta personel administrasi dan logistik. Mereka berasal dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar dan Pusat Krisis Kesehatan Makassar.

Komposisi tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan di posko, baik dari sisi pemeriksaan dan penanganan medis maupun penyediaan obat-obatan serta dukungan administrasi dan logistik. Kehadiran tenaga kesehatan juga menjadi bagian penting dalam memastikan warga terdampak memperoleh akses pelayanan dasar di tengah situasi pascabencana.

Basarnas Perkuat Koordinasi Penanganan

Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, mengatakan pengerahan tenaga kesehatan melalui dukungan udara merupakan upaya untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar dapat diakses masyarakat dengan cepat.

“Kami pastikan penanganan medis berjalan tepat sasaran dan secepat mungkin. Selain dukungan udara, tim juga terus berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah untuk memperbarui data kebutuhan, termasuk distribusi bantuan logistik dari Kepresidenan,” ujar Edy dalam keterangan resminya, Jumat.

Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah dilakukan untuk memperbarui informasi mengenai kebutuhan di lapangan. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan dukungan yang diperlukan, termasuk pelayanan kesehatan dan distribusi bantuan logistik.

Tim SAR Tetap Bersiap di Wilayah Terdampak

Hingga Jumat sore, Kantor SAR Maumere bersama seluruh unsur terkait masih bersiaga dan terus mengintensifkan penanganan di wilayah yang terdampak gempa. Setiap langkah dilakukan dengan mengedepankan kecepatan, keselamatan, serta sinergi antarpihak.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Manggarai Timur. Kolaborasi antara Basarnas, potensi SAR, tenaga kesehatan, BPBD, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat diidentifikasi serta ditangani secara terkoordinasi.

Kesimpulan

Pengerahan Helikopter Dauphin Basarnas untuk membawa lima tenaga kesehatan ke Kabupaten Manggarai Timur merupakan langkah strategis dalam mempercepat akses pelayanan medis bagi warga terdampak gempa magnitudo 7,7. Dukungan tersebut mencakup tenaga dokter, perawat, farmasi, administrasi, dan logistik yang ditempatkan di Posko Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Ke depan, kesiapsiagaan dan koordinasi antarpihak tetap menjadi bagian penting dalam penanganan dampak bencana. Dengan pembaruan data kebutuhan secara berkala serta dukungan operasi udara dan darat, upaya pelayanan kesehatan dan pemulihan masyarakat di wilayah terdampak dapat terus dilakukan secara cepat, aman, dan tepat sasaran.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment