BMKG Prakirakan Gempa Susulan di NTT Masih Berlangsung hingga 30 Hari

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan aktivitas gempa susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Flores, masih akan berlangsung selama 21 hingga 30 hari ke depan. Meski demikian, intensitas gempa susulan tersebut diperkirakan cenderung menurun berdasarkan hasil pemantauan dan analisis terkini.

Gempa susulan terjadi setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan untuk memperoleh gambaran yang lebih baik mengenai pola gempa, sebaran wilayah terdampak, serta kecenderungan aktivitasnya dalam beberapa waktu mendatang.

Aktivitas Gempa Susulan Diperkirakan Menurun

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengatakan bahwa hasil monitoring menunjukkan gempa susulan masih akan terjadi. Namun, secara umum, grafik aktivitas kegempaan memperlihatkan kecenderungan penurunan.

“Berdasarkan hasil monitoring BMKG, aktivitas gempa susulan masih akan berlangsung,” kata Nelly, dikutip dari Antara, Rabu (19/8).

Menurut Nelly, meskipun terdapat sejumlah periode ketika aktivitas gempa kembali meningkat, kecenderungan secara keseluruhan tetap mengarah pada penurunan. Dengan data yang tersedia saat ini, gempa susulan diperkirakan masih berlangsung sekitar 21 hingga 30 hari ke depan.

Perkiraan tersebut bersifat berdasarkan kondisi dan data pemantauan yang tersedia hingga saat ini. Karena itu, BMKG masih melakukan pemantauan serta analisis secara berkelanjutan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah NTT.

Sebaran Gempa Terkonsentrasi di Flores

Secara spasial, BMKG mencatat bahwa sebaran gempa susulan terkonsentrasi di wilayah Flores bagian tengah hingga barat. Aktivitas tersebut juga memperlihatkan keterkaitan dengan zona tektonik yang berada di kawasan tersebut.

“BMKG terus melakukan monitoring dan analisis untuk mendapatkan gambaran lebih baik terhadap aktivitas kegempaan tersebut,” ujar Nelly.

Pemantauan ini penting untuk melihat perubahan aktivitas gempa dari waktu ke waktu. Selain mencatat jumlah kejadian, BMKG juga mengamati magnitudo gempa serta laporan mengenai gempa yang dirasakan oleh masyarakat.

Ribuan Gempa Susulan Tercatat

Hingga Rabu (19/8) pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 3.002 gempa susulan di wilayah tersebut. Gempa-gempa itu memiliki magnitudo antara 1,1 hingga 6,2.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 86 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat. Selain itu, BMKG mencatat terdapat 25 kejadian gempa susulan dengan magnitudo 5 atau lebih.

Nelly menjelaskan, banyaknya gempa susulan merupakan bagian dari proses penyesuaian kerak bumi setelah terjadi gempa utama yang besar. Gempa susulan terjadi akibat pelepasan energi dan proses kerak bumi untuk mencapai keseimbangan baru.

“Jumlah gempa susulan banyak itu, karena sebagai bagian dari penyesuaian kerak bumi atau pelepasan energi, sehingga mendapatkan keseimbangan yang baru setelah ada gempa utama yang besar,” ucap Nelly.

BNPB Siapkan Bantuan bagi Rumah Terdampak

Selain memantau aktivitas gempa, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dukungan bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa bermagnitudo 7,7 di Flores, NTT.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan bantuan akan disalurkan berdasarkan tingkat kerusakan rumah. Pemberian dukungan dilakukan setelah proses pendataan dan verifikasi selesai dilaksanakan secara akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.

Bantuan Berdasarkan Tingkat Kerusakan

Untuk rumah yang masuk kategori rusak ringan, BNPB menyiapkan bantuan perbaikan sebesar Rp15 juta. Sementara itu, rumah dengan kategori rusak sedang akan mendapatkan dukungan sebesar Rp30 juta.

Adapun bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat, pemerintah menyiapkan solusi berupa pembangunan hunian tetap atau huntap. Pembangunan hunian tetap tersebut ditujukan untuk memberikan tempat tinggal bagi masyarakat yang rumahnya tidak lagi dapat digunakan.

Sebelum huntap selesai direalisasikan, BNPB juga menyiapkan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak. Dukungan tersebut diberikan melalui skema Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu.

Kesimpulan

BMKG memperkirakan gempa susulan di NTT masih akan berlangsung selama 21 hingga 30 hari ke depan, meskipun aktivitasnya secara umum menunjukkan kecenderungan menurun. Sebaran gempa terutama berada di wilayah Flores bagian tengah hingga barat dan berkaitan dengan zona tektonik.

Di sisi lain, pemerintah melalui BNPB mulai menyiapkan bantuan bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa utama. Besaran dukungan disesuaikan dengan tingkat kerusakan, sedangkan warga dengan rumah rusak berat akan mendapatkan solusi hunian sementara sebelum pembangunan hunian tetap dapat dilakukan. Pemantauan BMKG dan proses pendataan BNPB akan menjadi bagian penting dalam penanganan dampak gempa di wilayah tersebut.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment