Budi Gunadi Sadikin Didorong Prabowo Maju sebagai Calon Dirjen WHO
Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mendorong dirinya untuk maju sebagai calon direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Budi menyatakan siap menjalankan tugas apa pun yang diberikan Presiden, termasuk apabila dipercaya mewakili Indonesia dalam pemilihan pimpinan organisasi kesehatan dunia tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Budi setelah menghadiri rapat di kompleks parlemen pada Kamis (27/8). Ia menegaskan bahwa pencalonan tersebut merupakan amanah dari Presiden yang akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Budi Siap Menjalankan Amanah Presiden
Budi mengatakan dirinya akan bekerja sesuai arahan Presiden Prabowo. Menurut dia, setiap tugas yang diberikan oleh kepala negara harus diterima dan dilaksanakan secara maksimal.
“Itu kan amanah dari Bapak Presiden. Jadi pastilah saya akan kerja buat Bapak Presiden, apa pun tugas dari beliau akan kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Budi.
Ia tidak menyampaikan penolakan terhadap dorongan tersebut. Sebaliknya, Budi menyatakan kesiapannya apabila Presiden menugaskan dirinya untuk mengikuti kontestasi sebagai calon direktur jenderal WHO.
Alasan Prabowo Mendorong Pencalonan
Budi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo melihat adanya peluang bagi Indonesia untuk memiliki perwakilan di organisasi internasional besar. Sebagai negara besar, Indonesia dinilai belum pernah memiliki wakil dalam organisasi dunia yang memiliki posisi strategis dan setara dengan lembaga-lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Menurut Budi, pertimbangan tersebut menjadi salah satu alasan Prabowo mendorongnya untuk maju. Presiden disebut melihat kesempatan yang tersedia dan kemudian menugaskan Budi untuk mengikuti proses pencalonan tersebut.
“Jadi begitu beliau melihat ini ada opportunity, ya saya ditugaskan di sana,” kata Budi.
Indonesia Dinilai Memiliki Potensi
Selain peluang untuk menempatkan wakil di organisasi dunia, Budi menyebut adanya dorongan dari sejumlah negara agar organisasi internasional melakukan reformasi. WHO menjadi salah satu organisasi yang turut disebut dalam konteks tersebut.
Budi menilai Indonesia termasuk negara yang didorong untuk ikut berkompetisi. Ia menyampaikan bahwa Indonesia, terutama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, dianggap memiliki potensi untuk berperan lebih besar dalam organisasi internasional.
“Dia melihat Indonesia, ya mungkin di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo, itu memiliki potensi itu,” ujar Budi.
Budi Akan Mundur Jika Terpilih
Budi juga menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatan Menteri Kesehatan apabila nantinya terpilih sebagai direktur jenderal WHO. Namun, ia mengingatkan bahwa pencalonan tersebut belum tentu berujung pada kemenangan.
Proses pemilihan dijadwalkan berlangsung pada Mei. Budi menyebut keputusan akhir berada di tangan 194 negara anggota WHO yang akan memberikan suara dalam pemilihan tersebut.
“Ya, kalau terpilih, kan belum tentu terpilih karena milih kan 194 negara anggota di bulan Mei,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa posisi Budi saat ini masih berada dalam tahap pencalonan. Ia masih harus melalui proses pemilihan dan bersaing dengan kandidat lain yang diajukan oleh negara masing-masing.
Daftar Kandidat Dirjen WHO
Berdasarkan informasi dari laman resmi WHO pada Selasa (25/8), Budi Gunadi Sadikin tercatat sebagai salah satu kandidat prospektif untuk posisi direktur jenderal WHO. Dalam kontestasi tersebut, Budi akan berhadapan dengan tiga kandidat lain.
Ketiga kandidat tersebut adalah Hanan Mohammed Al-Kuwari yang diusulkan Qatar, Hanan Balkhy yang diajukan Arab Saudi, serta Hans Henri P Kluge yang diusulkan Belgia.
Dengan demikian, terdapat empat nama yang akan mengikuti proses pencalonan berdasarkan daftar kandidat prospektif yang disebutkan WHO. Keputusan mengenai siapa yang akan memimpin organisasi tersebut baru akan diketahui setelah pemungutan suara yang melibatkan negara-negara anggota.
Kesimpulan
Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi bahwa dirinya didorong Presiden Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon direktur jenderal WHO. Ia menyatakan siap menjalankan amanah tersebut dan akan mengundurkan diri sebagai Menteri Kesehatan apabila terpilih.
Meski demikian, peluang Budi untuk memimpin WHO masih bergantung pada hasil pemilihan yang akan digelar pada Mei. Ia harus bersaing dengan tiga kandidat lain yang diusulkan Qatar, Arab Saudi, dan Belgia. Ke depan, proses pemilihan oleh 194 negara anggota WHO akan menjadi penentu bagi langkah Indonesia dalam memperkuat peran di organisasi kesehatan dunia.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment