Cara Mandi Wajib yang Benar untuk Laki-Laki, Lengkap dengan Niat dan Doa
Menunaikan salat mengharuskan seseorang berada dalam kondisi suci dari hadas besar dan hadas kecil. Hadas kecil dibersihkan dengan berwudu, sedangkan hadas besar disucikan melalui mandi wajib atau mandi besar. Karena itu, memahami tata cara mandi wajib yang benar menjadi hal penting, terutama bagi laki-laki yang sedang mengalami janabah.
Secara umum, mandi wajib laki-laki dan perempuan dilakukan dengan cara yang sama. Perbedaan yang perlu diperhatikan terdapat pada cara memperlakukan rambut. Berikut penjelasan mengenai urutan mandi wajib, bacaan niat, perbedaan untuk perempuan, serta doa yang dapat dibaca setelah selesai mandi.
Tata Cara Mandi Wajib untuk Laki-Laki
Mengutip buku Fikih untuk Kelas VI Madrasah Ibtidaiyah yang diterbitkan Grafindo, tata cara mandi wajib dapat mengikuti tuntunan yang diriwayatkan dari Aisyah r.a. Dalam hadis tersebut dijelaskan urutan mandi junub yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw.
- Memulai mandi dengan mencuci kedua tangan.
- Menuangkan air menggunakan tangan kanan ke tangan kiri, kemudian mencuci kemaluan.
- Berwudu sebagaimana wudu yang dilakukan ketika hendak menunaikan salat.
- Mengambil air dan menyiramkannya ke jari-jari tangan hingga masuk ke bagian dalam rambut. Air tersebut dialirkan sampai terasa membasahi kulit kepala.
- Menyiramkan air ke kepala sebanyak tiga kali.
- Menyiramkan air ke seluruh tubuh.
Urutan tersebut bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a. Hadis itu menerangkan bahwa Rasulullah saw. terlebih dahulu mencuci kedua tangan, membersihkan kemaluan, berwudu, membasahi bagian dalam rambut, menyiram kepala tiga kali, lalu mengguyurkan air ke seluruh tubuh.
Niat Mandi Wajib
Salah satu lafal niat mandi wajib yang dapat diamalkan adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta’ala.
Artinya: “Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardu karena Allah Ta’ala.”
Niat tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan mandi wajib. Dengan mengetahui lafal dan artinya, seseorang dapat lebih memahami tujuan ibadah yang sedang dilakukan, yaitu menghilangkan hadas besar karena Allah Ta’ala.
Perbedaan Mandi Wajib Laki-Laki dan Perempuan
Pada dasarnya, tata cara mandi wajib laki-laki dan perempuan tidak berbeda. Perbedaan utamanya berkaitan dengan rambut. Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Ummu Salamah r.a.
Dalam hadis tersebut, seorang perempuan bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai rambutnya yang terikat kuat dan apakah harus diuraikan ketika mandi junub. Rasulullah saw. menjawab bahwa perempuan tersebut cukup menuangkan air ke atas rambutnya sebanyak tiga kali, kemudian menyiramkan air ke seluruh tubuhnya. Dengan demikian, ia telah bersuci.
Selain itu, perempuan yang mandi wajib karena haid atau nifas disunahkan membersihkan bekas darah menggunakan kapas atau benda sejenis yang telah diberi minyak wangi atau kasturi.
Doa Setelah Mandi Wajib
Setelah menyelesaikan mandi wajib, seseorang dapat membaca doa berikut:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Latin: Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu. Allahumma-j’alnii minat-tawwaabiina waj’alnii minal-mutathahhiriin.
Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan orang-orang yang menyucikan diri.”
Kesimpulan
Mandi wajib merupakan cara menyucikan diri dari hadas besar sebelum melaksanakan ibadah salat. Tata caranya dimulai dengan mencuci tangan, membersihkan kemaluan, berwudu, membasahi bagian dalam rambut, menyiram kepala tiga kali, kemudian mengguyurkan air ke seluruh tubuh. Niat mandi wajib dapat dibaca untuk menegaskan tujuan bersuci karena Allah Ta’ala.
Pada dasarnya, tata cara mandi wajib laki-laki dan perempuan sama, dengan perbedaan pada perlakuan terhadap rambut. Dengan memahami bacaan niat, urutan mandi, serta doa setelahnya, umat Islam diharapkan dapat menjalankan bersuci secara lebih tertib dan sesuai tuntunan yang telah dijelaskan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment