Demonstrasi di Sekitar Gedung DPR, Lalu Lintas Tol Dalam Kota Direkayasa

Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) bersama Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan Kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas di Ruas Tol Dalam Kota. Penyesuaian tersebut diberlakukan sebagai dampak dari demonstrasi yang berlangsung di sekitar Gedung DPR/MPR pada Kamis (27/8).

Rekayasa lalu lintas dilakukan atas diskresi Kepolisian untuk menjaga kelancaran dan menyesuaikan arus kendaraan dengan situasi di sekitar lokasi aksi. Sejumlah akses menuju Ruas Tol Dalam Kota dialihkan, sementara transaksi di beberapa gerbang tol juga ditutup untuk sementara waktu.

Arus dari GT Cililitan dan GT Halim Dialihkan

Berdasarkan pengaturan yang diberlakukan, kendaraan dari Gerbang Tol (GT) Cililitan dan GT Halim yang hendak menuju Ruas Tol Dalam Kota sementara dialihkan ke arah Tanjung Priok. Pengalihan ini dilakukan untuk menyesuaikan pergerakan lalu lintas di tengah berlangsungnya demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR.

Jasamarga Metropolitan Tollroad mengimbau para pengguna jalan untuk memperhatikan kondisi lalu lintas sebelum melanjutkan perjalanan. Pengendara juga diminta menyesuaikan rute apabila hendak melintasi kawasan yang terdampak rekayasa lalu lintas.

Sejumlah Gerbang Tol Ditutup Sementara

Selain pengalihan arus kendaraan, Jasa Marga memberlakukan penutupan sementara transaksi di sejumlah gerbang tol. Gerbang tol yang terdampak kebijakan tersebut meliputi:

  • GT Cawang
  • GT Tebet 1
  • GT Kuningan 1
  • GT Senayan
  • GT Slipi 1
  • GT Slipi 2
  • GT Pejompongan
  • GT Angke 2
  • GT Jelambar 2
  • GT Tanjung Duren

Penutupan sementara tersebut menjadi bagian dari penyesuaian operasional di Ruas Tol Dalam Kota. Kebijakan itu diterapkan seiring dengan perkembangan situasi demonstrasi yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari di sekitar Gedung DPR RI.

Pengguna Jalan dari Slipi Diimbau Menghindari Tol Dalam Kota

Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad, Widiyatmiko Nursejati, mengimbau pengguna jalan dari arah Slipi yang hendak menuju Cawang agar untuk sementara menghindari Ruas Tol Dalam Kota.

“Pengguna jalan dari arah Slipi yang hendak menuju Cawang juga diimbau untuk sementara waktu menghindari Ruas Tol Dalam Kota dan menyesuaikan rute perjalanan dengan kondisi lalu lintas,” kata Widiyatmiko dalam keterangan tertulis.

Jasa Marga juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul akibat penyesuaian operasional tersebut. Pengguna jalan diharapkan memperhatikan pengaturan yang berlaku agar dapat menentukan perjalanan sesuai kondisi terkini di lapangan.

Demonstrasi Berlangsung hingga Malam

Unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI diikuti berbagai elemen masyarakat. Massa datang secara bergantian sejak pagi hingga malam hari untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Pada aksi sore hari, sejumlah mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Pembangunan Nasional, Universitas Terbuka, serta elemen masyarakat lainnya turut berada di lokasi. Salah satu tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut adalah pengesahan RUU Perampasan Aset.

Aksi yang berlangsung hingga malam kemudian dibubarkan oleh Kepolisian. Sekitar pukul 19.00 WIB, aparat menggunakan water cannon untuk membubarkan massa. Setelah itu, sebagian massa mundur ke arah Jalan Gerbang Pemuda, sementara sebagian lainnya bergerak ke arah Slipi.

Pengguna Jalan Perlu Memantau Kondisi Lalu Lintas

Rekayasa lalu lintas dan penutupan sementara sejumlah gerbang tol dilakukan sebagai respons terhadap situasi demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR. Dengan adanya pengalihan arus dari GT Cililitan dan GT Halim serta imbauan bagi pengguna jalan dari arah Slipi, masyarakat perlu menyesuaikan rencana perjalanan.

Ke depan, pengguna Ruas Tol Dalam Kota diharapkan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas dan mengikuti pengaturan yang diberlakukan oleh Kepolisian bersama pengelola jalan tol. Penyesuaian rute menjadi langkah penting selama arus kendaraan masih terdampak oleh kegiatan demonstrasi di sekitar kawasan Gedung DPR RI.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment