Hasil EEG Siswi yang Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG Berada dalam Batas Normal

Medan – Dinas Kesehatan Kabupaten Karo mengungkap hasil pemeriksaan Electroencephalography (EEG) terhadap Febiona Purba, siswi yang diduga mengalami gangguan ingatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan dua kali di rumah sakit berbeda, aktivitas listrik saraf otak Febiona disebut berada dalam batas normal.

Meski demikian, pemeriksaan medis terhadap siswi berusia 16 tahun itu masih terus berlangsung. Tim dokter masih memantau kondisi Febiona karena sejumlah keluhan belum sepenuhnya berhenti. Keluarga sebelumnya menyampaikan bahwa Febiona mengalami muntah-muntah, kejang, gangguan ingatan, hingga kesulitan berbicara setelah kejadian yang disebut berkaitan dengan konsumsi MBG di sekolah.

Hasil Dua Kali Pemeriksaan EEG Normal

Sekretaris Dinas Kesehatan Karo, Mardin Purba, mengatakan pemeriksaan EEG terhadap Febiona telah dilakukan sebanyak dua kali di rumah sakit yang berbeda. Hasil dari kedua pemeriksaan tersebut menunjukkan temuan yang konsisten.

Menurut Mardin, aktivitas listrik pada saraf otak Febiona masih berada dalam batas normal. Pemeriksaan EEG sendiri merupakan metode medis untuk merekam aktivitas listrik di otak. Hasil pemeriksaan ini dapat membantu dokter melihat pola aktivitas otak dalam mendiagnosis serta memantau berbagai kondisi neurologis.

“Hasil pemeriksaan yang disampaikan tim yang menangani di rumah sakit bahwa untuk pemeriksaan Electroencephalography atau EEG dan dilakukan pemeriksaan sebanyak dua kali di rumah sakit yang berbeda diperoleh hasil bahwa secara konsisten aktivitas listrik saraf otak pasien dalam batas normal,” ujar Mardin.

Penanganan Febiona Masih Dilanjutkan

Mardin menegaskan, hasil EEG yang berada dalam batas normal tidak serta-merta menghentikan proses penanganan medis. Tim kesehatan masih mendalami keluhan yang dirasakan Febiona secara cermat.

Ia menyebutkan, pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan karena Febiona masih mengalami sejumlah gejala. Tim medis juga terus melakukan pemantauan untuk mencari tahu kondisi yang mendasari keluhan tersebut.

“Karena masih ada keluhan pada anak kita ini, maka tim memutuskan untuk terus melanjutkan atau belum menghentikan proses penanganan medis dan akan terus mendalaminya secara cermat,” kata Mardin.

Keluarga Mengaku Belum Menerima Hasil EEG Secara Fisik

Di sisi lain, ibu Febiona, Elvinus Lusiana Sitanggang, mengaku belum menerima hasil pemeriksaan EEG dalam bentuk dokumen fisik. Menurut Elvinus, pihak rumah sakit hanya menyampaikan secara lisan bahwa hasil pemeriksaan tersebut normal.

Elvinus mengatakan, keluarga hanya menerima hasil pemeriksaan berupa rontgen paru-paru. Kondisi itu membuatnya merasa belum memperoleh penjelasan yang cukup terkait keadaan anaknya.

“Kami sudah minta hasil EEG, tapi enggak dikasih, cuma dicakapkan atau dibicarakan saja katanya hasilnya normal, cuma dikasih rontgen paru-paru,” ujar Elvinus.

Ia juga menyampaikan ketidakpuasan terhadap hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Elvinus mengaku masih mempertimbangkan pengobatan alternatif untuk Febiona karena menilai kondisi anaknya belum membaik sepenuhnya.

Febiona Masih Mengalami Muntah dan Kejang

Elvinus menyebut Febiona masih mengalami muntah-muntah setelah kejadian tersebut. Untuk keluhan kejang, Febiona telah mendapatkan obat antikejang dari dokter. Pihak keluarga juga diminta merekam kondisi Febiona ketika mengalami kejang di rumah agar dapat menjadi bahan observasi bagi dokter.

“Febi masih muntah, kemarin masih kejang, tapi sudah dikasih obat anti kejang,” kata Elvinus.

Febiona Menjalani Pemeriksaan di RSUP H Adam Malik

Febiona Purba merupakan siswi kelas XI SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Ia kini menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUP H Adam Malik Medan setelah lebih dari tiga pekan berpindah-pindah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Febiona sebelumnya disebut mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG di sekolah pada 13 Agustus. Setelah itu, keluarga mengaku melihat perubahan kondisi pada Febiona, termasuk dugaan gangguan ingatan dan kesulitan berbicara.

Humas RSUP H Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengatakan Febiona telah tiga kali datang untuk menjalani pengobatan rawat jalan di rumah sakit tersebut. Namun, hingga kini tim medis masih belum dapat menyampaikan diagnosis maupun memastikan penyebab gangguan yang dialami Febiona.

Rosario menyatakan bahwa pemeriksaan masih berjalan sehingga dokter yang menangani belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kondisi pasien.

Sejumlah Pihak Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan Medis

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rijal Lubis, mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi secara tertulis dari RSUP H Adam Malik mengenai kondisi terbaru Febiona. Karena itu, ia belum ingin mengambil kesimpulan terkait dugaan gangguan ingatan yang dialami siswi tersebut.

Hamid menyatakan pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan tim medis RSUP H Adam Malik. Menurutnya, informasi mengenai kondisi Febiona perlu didasarkan pada hasil pemeriksaan resmi dari dokter yang menangani.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga mengatakan kondisi Febiona masih berada dalam pemantauan tim medis. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik sekaligus memastikan apakah keluhan yang dialami berkaitan dengan saraf, sistem otonom, atau faktor lainnya.

Kesimpulan

Hasil dua kali pemeriksaan EEG di rumah sakit berbeda menunjukkan aktivitas listrik saraf otak Febiona Purba berada dalam batas normal. Kendati demikian, temuan tersebut belum menjelaskan penyebab muntah, kejang, gangguan ingatan, dan kesulitan berbicara yang dikeluhkan keluarga.

Penanganan medis terhadap Febiona masih berlanjut di RSUP H Adam Malik Medan. Pemerintah daerah dan keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan serta diagnosis resmi dari tim dokter. Kejelasan mengenai penyebab kondisi Febiona diharapkan dapat diperoleh setelah seluruh proses medis selesai dilakukan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment