IHSG Diproyeksi Kembali Menguat, Simak Skenario Pergerakan dan Level Pentingnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali menguat pada perdagangan Rabu (19/8). Sejumlah analis menilai indeks masih memiliki peluang melanjutkan tren positif setelah berhasil menguat pada perdagangan sebelumnya. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek maupun risiko penurunan yang lebih dalam.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut IHSG masih berada dalam dua kemungkinan skenario pergerakan. Skenario pertama menunjukkan peluang berlanjutnya penguatan, sedangkan skenario lainnya mencerminkan risiko koreksi apabila tekanan jual kembali meningkat.

Dua Skenario Pergerakan IHSG

Dalam skenario terbaik, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area 6.512-6.544. Namun, sebelum mencapai target tersebut, indeks masih berpeluang mengalami koreksi jangka pendek ke kisaran 6.379-6.437.

Herditya mengatakan koreksi tersebut tetap perlu diwaspadai meskipun arah utama indeks masih berpeluang positif. Menurutnya, pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada kemampuan indeks mempertahankan level-level support penting selama perdagangan berlangsung.

Di sisi lain, skenario terburuk membuka risiko koreksi yang lebih dalam. Dalam kondisi tersebut, IHSG berpotensi turun ke area 6.056-6.230 untuk membentuk wave (b).

“Dalam skenario terbaik, IHSG berpotensi menguat menuju area 6.512-6.544, dengan potensi koreksi jangka pendek ke kisaran 6.379-6.437. Namun, pada skenario terburuk, IHSG berisiko terkoreksi ke area 6.056-6.230 untuk membentuk wave (b),” ujar Herditya dalam riset hariannya.

Level Support dan Resistance Menurut MNC Sekuritas

Untuk perdagangan Rabu (19/8), Herditya memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 6.296 dan 6.201. Sementara itu, level resistance yang perlu diperhatikan berada di 6.599 dan 6.763.

Level support dapat menjadi area yang diperhatikan investor ketika indeks mengalami tekanan, sedangkan resistance menjadi acuan untuk melihat potensi penguatan lebih lanjut. Kendati demikian, pergerakan indeks tetap dapat berubah mengikuti dinamika pasar selama sesi perdagangan.

Dalam risetnya, Herditya turut menyebut sejumlah saham yang menjadi pilihan analisis, yakni BRMS, PGEO, TAPG, dan UNTR. Penyebutan saham tersebut merupakan bagian dari riset pasar dan bukan ajakan untuk melakukan transaksi.

IHSG Berpeluang Menguji Resistance Fibonacci

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova juga memperkirakan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan. Proyeksi tersebut didasarkan pada pergerakan indeks sehari sebelumnya yang dibuka dengan gap up dan berhasil menembus resistance internal di level 6.422.

Pergerakan itu membuat IHSG semakin dekat dengan resistance Fibonacci di level 6.545. Ivan menilai kenaikan indeks pada skenario utama dapat menjadi fase akhir dari pembentukan wave w.

“Pada skenario utama, kenaikan IHSG ini diperkirakan menjadi fase akhir dari pembentukan wave w,” ujar Ivan.

Proyeksi Level IHSG dari Binaartha Sekuritas

Ivan memprediksi level support IHSG berada di 6.267, 6.042, dan 5.887. Adapun level resistance yang menjadi perhatian berikutnya adalah 6.545, 6.700, dan 6.835.

Selain memberikan proyeksi terhadap indeks, Ivan menyebut tiga saham yang masuk dalam rekomendasi analisisnya, yaitu AADI, ANTM, dan BMRI. Investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar dan profil risikonya masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.

Kinerja IHSG pada Perdagangan Sebelumnya

Pada penutupan perdagangan Selasa (18/8), IHSG berada di level 6.449. Indeks menguat 47,94 poin atau naik 0,75 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Mengutip data RTI Infokom, nilai transaksi saham pada perdagangan tersebut mencapai Rp14,74 triliun. Sementara itu, volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 33,49 miliar saham.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 399 saham menguat, 236 saham mengalami koreksi, dan 159 saham bergerak stagnan. Data tersebut menunjukkan bahwa penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya diikuti oleh kenaikan pada sebagian besar saham.

Kesimpulan

IHSG diproyeksikan masih memiliki peluang untuk kembali menguat pada perdagangan Rabu (19/8), dengan target terdekat berada di sekitar 6.512-6.544 berdasarkan skenario MNC Sekuritas. Binaartha Sekuritas juga melihat peluang penguatan menuju resistance Fibonacci 6.545.

Meski prospek kenaikan masih terbuka, risiko koreksi tetap perlu diperhatikan. Investor dapat mencermati level support dan resistance yang disampaikan para analis sebagai bagian dari pertimbangan dalam memantau pergerakan pasar. Perkembangan IHSG selanjutnya akan ditentukan oleh kemampuan indeks mempertahankan level support sekaligus menembus area resistance yang ada.

Artikel ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment