Kebakaran TNBTS Meluas ke Bromo Hillside, Pengunjung Panik dan Berlarian Menyelamatkan Diri

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, semakin meluas. Api yang sebelumnya muncul di Savana Pengol, Kabupaten Probolinggo, kini merambat hingga wilayah Jemplang, Kabupaten Malang, termasuk area di sekitar restoran Bromo Hillside yang berdekatan dengan Bukit Bantengan.

Asap tebal berwarna abu-abu terlihat membumbung tinggi dan menyelimuti kawasan restoran. Kondisi tersebut memicu kepanikan pengunjung dan pekerja yang berada di lokasi. Mereka berhamburan meninggalkan area untuk menyelamatkan diri dari kepungan asap dan titik api yang semakin dekat.

Kebakaran Merambat ke Wilayah Jemplang

Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, membenarkan bahwa lokasi kebakaran yang terekam dalam video amatir berada di wilayah Jemplang. Konfirmasi itu disampaikan saat ia dimintai keterangan pada Minggu, 13 September.

“Iya, dari video yang saya kirimkan itu di Jemplang semua lokasinya,” kata Endrip.

Video tersebut diambil dari kawasan kafe atau restoran Bromo Hillside. Dalam rekaman, tampak kepulan asap tebal bergerak perlahan hingga menutupi area restoran. Situasi berubah panik ketika pengunjung, pekerja, serta perekam video bersama seorang rekannya berlari meninggalkan lokasi.

Area restoran Bromo Hillside diketahui berada di sekitar Bukit Bantengan, salah satu wilayah yang terdampak pergerakan api. Peristiwa ini menunjukkan bahwa kebakaran yang semula berada di kawasan Savana Pengol telah meluas ke wilayah lain di kawasan TNBTS.

Titik Api Masih Terpantau pada Minggu Dini Hari

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa titik api masih terpantau di kawasan Jemplang pada pukul 04.30 WIB, Minggu, 13 September.

Menurut Sadono, lokasi kebakaran berada di wilayah Bukit Bantengan dengan jenis vegetasi berupa semak belukar. Kondisi vegetasi tersebut menjadi bagian dari area yang harus ditangani oleh tim gabungan dalam operasi pemadaman.

“Titik lokasi kebakaran hutan berada di wilayah Bukit Bantengan dengan jenis vegetasi berupa semak belukar. Pada pukul 04.30 WIB titik api masih terpantau berada di kawasan Jemplang,” kata Sadono.

Tim Gabungan Dikerahkan untuk Pemadaman

Penanganan kebakaran dilakukan melalui operasi gabungan yang melibatkan sejumlah unsur. Armada yang dikerahkan antara lain truk tangki air milik BPBD Kabupaten Malang, BPBD Provinsi Jawa Timur, Polres Malang, empat unit pemadam kebakaran Kabupaten Malang, serta satu unit pemadam kebakaran Kota Malang.

Selain itu, Balai Besar TNBTS dan Manggala Agni turut terlibat dalam upaya pemadaman. Dukungan juga datang dari masyarakat melalui mobil pikap dan truk tandon portabel untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lokasi.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sadono menyampaikan bahwa titik api di bagian belakang kawasan Bromo Hillside telah padam pada pukul 09.57 WIB. Meski demikian, tim gabungan masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Untuk saat ini titik api di belakang kawasan Bromo Hillside sudah padam dan sedang dilaksanakan penyisiran bara api oleh tim gabungan,” tulis Sadono.

Pemadaman Diprioritaskan di Sisi Timur Hillside

Setelah menangani titik api di bagian belakang Bromo Hillside, tim gabungan memprioritaskan pemadaman di sisi timur kawasan tersebut dan sekitar Jemplang. Proses itu didukung pasokan air untuk melakukan pembasahan lahan.

Sadono juga menyebut saluran air milik Bromo Hillside di sebelah timur ikut terbakar. Sementara itu, luas area yang terdampak masih dalam proses pendataan. Informasi mengenai dampak kebakaran akan disampaikan setelah pendataan selesai dilakukan.

Aktivitas Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Sebelumnya, seluruh aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo yang berada dalam wilayah TNBTS telah ditutup total akibat kebakaran hutan dan lahan. Penutupan tersebut diumumkan setelah api yang muncul di Savana Pengol, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, meluas ke Bukit Teletubbies dan Gunung Kursi.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyatakan penutupan berlaku mulai Sabtu, 12 September 2026, hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan itu dituangkan dalam pengumuman resmi bernomor PG.23/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026.

Penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kebakaran, proses penanganan dan pemadaman, serta aspek keamanan kawasan. Dengan demikian, pembukaan kembali kawasan wisata masih menunggu perkembangan terbaru di lapangan.

Kesimpulan

Kebakaran di kawasan TNBTS meluas dari Savana Pengol hingga Jemplang, Kabupaten Malang, dan mencapai area sekitar restoran Bromo Hillside. Kepulan asap tebal membuat pengunjung serta pekerja panik dan meninggalkan lokasi. Tim gabungan telah memadamkan titik api di bagian belakang Bromo Hillside, tetapi penyisiran bara dan pemadaman masih dilanjutkan di sisi timur Hillside serta sekitar Jemplang.

Untuk sementara, seluruh aktivitas wisata Gunung Bromo tetap ditutup sampai ada informasi lebih lanjut dari pengelola TNBTS. Perkembangan kondisi kebakaran, hasil pendataan area terdampak, serta keamanan kawasan akan menjadi pertimbangan utama sebelum aktivitas wisata dibuka kembali.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment