Karhutla Melanda Empat Gunung di Jawa Timur, Pemadaman Dilakukan Lewat Darat dan Udara
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda empat kawasan pegunungan di Jawa Timur secara bersamaan. Hingga Senin (14/9), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur masih mengerahkan operasi pemadaman di Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung Argopuro, serta kawasan Gunung Kawinajang atau Buthak.
Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara dengan melibatkan tim gabungan. Upaya tersebut difokuskan untuk mengendalikan titik api, mencegah kebakaran meluas, serta mengamankan area yang berdekatan dengan permukiman dan jalur pendakian.
Tim Gabungan Dikerahkan ke Sejumlah Titik
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengatakan personel gabungan telah disebar ke berbagai lokasi terdampak. Setiap tim menjalankan pemadaman sesuai kondisi medan dan perkembangan api di masing-masing kawasan pegunungan.
Untuk menangani titik api di kawasan Gunung Buthak atau Kawinajang, BPBD Jawa Timur menggunakan dukungan pemadaman dari udara. Helikopter PK-DAP dikerahkan dalam operasi water bombing dengan membawa air menggunakan bucket berkapasitas 1.000 liter.
“Helikopter PK-DAP telah melakukan operasi water bombing di wilayah Gunung Buthak atau Kawinajang yang terdapat titik api. Kapasitas bucket yang digunakan adalah 1.000 liter,” kata Satriyo dalam laporan pada Senin (14/9).
Cuaca dan Medan Menghambat Pemadaman Udara
Pemadaman melalui udara dilakukan karena kondisi medan di lokasi kebakaran tergolong berat. Selain itu, faktor cuaca turut menjadi kendala bagi petugas. Angin kencang dan kepulan asap tebal di sekitar Gunung Kawinajang serta Gunung Buthak sempat mengganggu pelaksanaan operasi water bombing.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara hati-hati dan menyesuaikan situasi di lapangan. Tim gabungan terus berupaya menjangkau titik-titik yang masih mengeluarkan api maupun bara, terutama pada kawasan yang sulit didatangi melalui jalur darat.
Penanganan Karhutla di Gunung Bromo dan Semeru
Di kawasan Gunung Bromo, proses penanganan masih berlangsung. Kebakaran di wilayah tersebut dilaporkan mulai terjadi sejak Kamis (10/9). Tim darat melakukan penyisiran di kawasan Bromo Hills Jemplang dengan menggunakan peralatan jet shooter.
Selain peralatan pemadam, petugas juga mengerahkan mobil bak yang membawa tandon air. Peralatan tersebut digunakan untuk membantu proses pemadaman di area yang masih memerlukan penanganan.
Sementara itu, kondisi di Gunung Semeru mulai terkendali. BPBD Jawa Timur melaporkan tidak ada lagi titik api aktif di kawasan tersebut. Namun, masih ditemukan sisa bara yang berasal dari tunggak pohon kering.
“Saat ini untuk wilayah Semeru sudah tidak ada titik api, hanya sisa bara dari tunggak pohon kering. Tim gabungan memfokuskan pemadaman di Setigirenteng, Desa Argosari, Kecamatan Senduro,” ujar Satriyo.
Gunung Argopuro Jadi Lokasi dengan Tantangan Terberat
Penanganan kebakaran paling sulit dilaporkan terjadi di kawasan Gunung Argopuro, Kabupaten Jember. Cuaca berawan tebal dan kondisi medan yang ekstrem membuat lereng pegunungan yang terbakar tidak dapat dijangkau secara langsung oleh petugas.
Jalur yang terjal menyebabkan tim pemadam melalui darat belum dapat melakukan penanganan secara maksimal. Sebagai langkah yang masih memungkinkan dilakukan, petugas berfokus pada pembasahan bara api dan pembuatan sekat bakar di kawasan Gunung Gilap.
“Medan yang terjal menyebabkan tim jalur darat tidak dapat melaksanakan penanganan pemadaman. Tim saat ini melakukan pembasahan bara api dan membuat sekat bakar di atas Gunung Gilap,” ucap Satriyo.
Tidak Ada Korban Jiwa
BPBD Jawa Timur memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran yang melanda empat kawasan pegunungan tersebut. Meski demikian, pendataan masih dilakukan untuk mengetahui total luasan wilayah yang terdampak serta kerusakan ekosistem akibat karhutla.
Hingga Senin (14/9), proses pemadaman dan pengendalian api masih menjadi prioritas. Tim gabungan tetap dikerahkan di sejumlah titik, sementara kondisi di setiap gunung terus dipantau berdasarkan perkembangan api, cuaca, dan akses menuju lokasi.
Kesimpulan
Karhutla melanda Gunung Bromo, Semeru, Argopuro, dan Kawinajang atau Buthak di Jawa Timur secara bersamaan. BPBD Jawa Timur melakukan pemadaman melalui jalur darat dan udara, termasuk menggunakan helikopter untuk operasi water bombing di kawasan yang sulit dijangkau.
Gunung Semeru mulai terkendali karena tidak lagi ditemukan titik api, sedangkan penanganan di Bromo, Argopuro, dan Kawinajang masih berlanjut. Dengan medan yang berat, cuaca yang menghambat, serta pendataan dampak yang belum selesai, upaya berikutnya akan berfokus pada pemadaman sisa bara, pencegahan meluasnya api, dan penghitungan kerusakan ekosistem. BPBD juga memastikan sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment