Dua Siswi Diduga Keracunan MBG Asal Karo Dirujuk ke RSCM untuk Penanganan Lanjutan

JAKARTA – Dua siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Keduanya mendapat rujukan karena mengalami indikasi medis yang lebih serius dibandingkan korban lainnya.

Salah satu siswi dilaporkan mengalami hilang ingatan, sedangkan siswi lainnya diduga mengalami gangguan pada bagian ginjal. Setelah tiba di Jakarta, kedua pasien langsung diterima dan mendapatkan penanganan dari tim medis RSCM.

Dua Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG Tiba di RSCM

Humas RSCM Sylvia mengatakan kedua pasien telah diterima oleh pihak rumah sakit dan langsung menjalani penanganan medis. Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu (13/9), sebagaimana dikutip dari detiknews.

“Pasien sudah diterima dan mendapatkan penanganan oleh tim medis RSCM,” ujar Sylvia.

Pasien yang dirujuk ke RSCM tersebut adalah Febion Purba dan Agnesia Parulina. Dalam pemberitaan sebelumnya, Febion juga disebut dengan nama Febiona. Keduanya diberangkatkan dari Sumatera Utara menuju Jakarta pada Sabtu (12/9) menggunakan pesawat komersial.

Dalam perjalanan menuju Jakarta, masing-masing pasien didampingi oleh orang tua dan tenaga medis. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution turut mengantarkan kedua pasien hingga Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deliserdang.

Menkes Kumpulkan Tim Ahli di RSCM

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan telah mengumpulkan tim ahli di RSCM untuk memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kedua korban. Langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sebelumnya meninjau para korban dalam kunjungan kerja ke Sumatera Utara.

“Saya sudah mengumpulkan tim RSCM karena sesuai dengan arahan dari Pak Wakil Presiden (Gibran Rakabuming),” kata Budi pada Senin (14/9), seperti dikutip dari Antara.

Tim medis yang dilibatkan dalam pemeriksaan terdiri atas sejumlah dokter dan tenaga ahli dari berbagai bidang. Di antaranya adalah dokter spesialis anak, ahli neurologi, psikiater anak, serta ahli penyakit dalam.

Selain itu, tim kolegium anak juga dipanggil untuk membantu memeriksa kondisi kedua pasien secara menyeluruh. Pelibatan berbagai spesialis tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi kesehatan para siswi.

Hasil Pemeriksaan Ditargetkan Keluar dalam Satu hingga Dua Hari

Budi menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan terhadap kedua pasien diperkirakan dapat diketahui dalam waktu satu hingga dua hari. Ia menegaskan tidak ingin menyampaikan dugaan atau kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan dari para ahli tersedia.

“Mereka sudah bekerja, harusnya hasilnya sebentar lagi keluar. Kenapa saya tidak mau berspekulasi? Karena lebih baik ahli yang menjawab,” ujar Budi.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa kondisi kedua pasien masih menunggu penilaian medis secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan tim ahli nantinya diharapkan dapat menjelaskan kondisi kesehatan yang dialami Febion dan Agnesia secara lebih akurat.

Alasan Kedua Pasien Dirujuk ke Jakarta

Bobby Nasution menjelaskan bahwa kedua siswi sebelumnya telah mendapatkan penanganan dari tim dokter di Sumatera Utara. Namun, mereka tetap dirujuk ke RSCM karena memerlukan perawatan lebih lanjut dan memiliki indikasi medis serta trauma yang dinilai lebih tinggi dibandingkan korban lainnya.

Menurut Bobby, keputusan untuk membawa kedua pasien ke Jakarta merupakan arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tim dokter dari Sumatera Utara juga ikut mendampingi proses keberangkatan dan penanganan pasien di Jakarta.

“Jadi anak yang memiliki indikasi medis dan traumanya lebih tinggi daripada teman-temannya yang lain ini Pak Wapres minta langsung dibawa ke Jakarta dan penanganannya juga dari tim dokter kita ikut berangkat ke Jakarta. Ini atas perintah Bapak Wakil Presiden,” kata Bobby.

Ratusan Siswi di Karo Diduga Mengalami Keracunan

Sebelumnya, ratusan siswi di Kabupaten Karo dilaporkan mengalami keracunan yang diduga terjadi setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Dari jumlah tersebut, terdapat dua anak yang mengalami kondisi dengan indikasi lebih serius sehingga harus mendapatkan penanganan lanjutan di Jakarta.

Febion atau Febiona dilaporkan mengalami hilang ingatan, sementara Agnesia diduga mengalami masalah pada bagian ginjal. Kendati demikian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta agar kondisi kedua pasien tidak disimpulkan secara spekulatif sebelum hasil pemeriksaan para ahli keluar.

Kesimpulan

Dua siswi asal Kabupaten Karo yang diduga menjadi korban keracunan MBG telah tiba di RSCM dan memperoleh penanganan dari tim medis. Pemeriksaan melibatkan sejumlah dokter spesialis, termasuk bidang anak, neurologi, psikiatri anak, dan penyakit dalam.

Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam satu hingga dua hari. Untuk sementara, kondisi kedua pasien masih menjadi perhatian tim medis dan pemerintah. Perkembangan penanganan serta hasil evaluasi para ahli akan menjadi dasar untuk menentukan langkah perawatan berikutnya.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment