Said Abdullah Sebut Kabar Pertemuan Jokowi dan Megawati sebagai Hoaks

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah menanggapi kabar mengenai rencana pertemuan antara Presiden ketujuh Republik Indonesia sekaligus mantan kader PDIP, Joko Widodo, dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Informasi tersebut sebelumnya disampaikan oleh Achmad Hidayat, eks kader PDIP yang belum lama ini diberhentikan dari keanggotaan partai.

Achmad mengaku memperoleh informasi itu setelah melakukan kunjungan ke Solo. Dalam keterangannya, ia menyebut Joko Widodo masih memiliki hubungan baik dengan Megawati dan pada suatu waktu akan bertemu dengan mantan ketua umumnya tersebut.

Namun, pernyataan itu dibantah oleh Said Abdullah. Ia menyebut kabar mengenai rencana pertemuan Jokowi dan Megawati sebagaimana disampaikan Achmad sebagai informasi yang tidak benar. Said juga menegaskan bahwa hubungan politik PDIP dan Jokowi kini telah berada di jalan yang berbeda.

Said Abdullah Tegaskan PDIP dan Jokowi Sudah Berbeda Arah

Said menyampaikan bahwa PDIP telah mengambil sikap politiknya sendiri dan tidak lagi berada dalam posisi yang sama dengan Jokowi. Menurut dia, partai tetap berpegang pada pendirian yang telah ditetapkan.

“Kita sudah bersimpang jalan secara politik, berbeda sudah. PDIP tetap teguh pada pendiriannya,” kata Said di kompleks parlemen, Senin (14/9).

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa PDIP tidak menjadikan isu mengenai pertemuan Jokowi dan Megawati sebagai fokus utama partai. Said menyebut kader PDIP saat ini lebih diarahkan untuk mengawal keberlangsungan partai sesuai instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

PDIP Fokus Mengawal Partai

Said mengatakan, pihaknya tidak lagi memikirkan Jokowi ataupun tokoh lain di luar agenda internal partai. Ia menekankan bahwa seluruh kader akan menjalankan arahan Ketua Umum dan berkonsentrasi pada masa depan PDIP.

Ia juga menggunakan istilah “kartu mati” untuk menggambarkan sikap partai terhadap pihak-pihak yang dinilai sudah tidak lagi menjadi bagian dari perjalanan politik PDIP. Menurut Said, partai tidak akan menghidupkan kembali hal-hal yang telah dianggap selesai.

“Kita tidak pernah lagi berpikir Pak Jokowi, kita tidak pernah lagi berpikir tentang siapa pun. Bagaimana kita mengawal partai ini ke depan, itu perintah Ibu Ketua Umum. Yang kartunya mati jangan dihidupkan lagi,” ujar Said.

Achmad Hidayat Sebut Jokowi Akan Bertemu Megawati

Sebelumnya, Achmad Hidayat menyampaikan bahwa dirinya sempat menanyakan hubungan Jokowi dengan Megawati ketika berkunjung ke Solo. Pertanyaan itu diajukan dalam konteks pentingnya menjaga kekompakan dalam urusan bangsa.

Achmad mengatakan, ia turut membandingkan hubungan Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto yang disebutnya masih sering bertemu. Ia kemudian menanyakan apakah Jokowi memiliki keinginan untuk bertemu dengan Megawati.

Menurut Achmad, Jokowi menjawab bahwa dirinya tidak memiliki masalah dengan Megawati. Ia juga menyampaikan bahwa pertemuan dengan Megawati diyakini akan terjadi pada suatu waktu.

“Saya ndak ada masalah dengan Ibu Mega, dan suatu saat nanti mesti akan ketemu,” ujar Achmad sebagaimana dikutip dalam keterangannya.

Achmad Dipecat dari Keanggotaan PDIP

Achmad Hidayat kini telah diberhentikan dari keanggotaan PDIP. Pemberhentian tersebut dituangkan melalui Surat Keputusan DPP PDIP Nomor 105/KPTS/DPP/IX/2026 yang ditandatangani Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum dan Hasto Kristiyanto sebagai Sekretaris Jenderal.

Surat keputusan itu diteken di Jakarta pada 4 September 2026. Dalam dokumen tersebut, DPP PDIP mencantumkan sejumlah dugaan pelanggaran etika dan disiplin sebagai alasan pemberhentian Achmad.

Beberapa dugaan pelanggaran yang disebut antara lain penyalahgunaan wewenang dan tindakan intimidasi terhadap pengurus partai. Dengan keputusan tersebut, Achmad tidak lagi berstatus sebagai kader PDIP.

Kesimpulan

Pernyataan Said Abdullah memperlihatkan bahwa PDIP mengambil jarak politik dari Joko Widodo dan tidak menjadikan isu pertemuan Jokowi dengan Megawati sebagai agenda yang sedang diprioritaskan. PDIP menilai kabar yang disampaikan Achmad Hidayat sebagai hoaks, sementara partai memilih fokus menjalankan arahan Megawati Soekarnoputri.

Di sisi lain, kabar mengenai kemungkinan pertemuan Jokowi dan Megawati masih menjadi bagian dari pernyataan Achmad sebelum dirinya diberhentikan dari PDIP. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada sikap masing-masing pihak serta dinamika politik yang berlangsung di kemudian hari.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment