Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, Warga Satu RT Dievakuasi karena Asap Pekat
Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut berdampak terhadap warga yang tinggal di sekitar lokasi, terutama karena kepulan asap kebakaran yang cukup pekat.
Pemerintah Kota Solo kemudian melakukan evakuasi terhadap warga dari satu rukun tetangga (RT) yang terdampak. Selain memindahkan warga ke lokasi pengungsian, pemerintah juga membagikan masker kepada masyarakat di sekitar TPA sebagai langkah untuk meminimalkan gangguan kesehatan akibat asap.
Satu RT Dievakuasi akibat Asap Kebakaran
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, pemerintah memastikan warga yang terdampak kebakaran segera mendapatkan penanganan. Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kondisi di sekitar TPA Putri Cempo tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kita memastikan warga yang terdampak kita evakuasi. Sesegera mungkin kita antisipasi agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Respati kepada awak media, Rabu (2/9) malam.
Menurut keterangan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo, warga yang dievakuasi berasal dari RT 3 RW 39, Kelurahan Mojosongo.
Ari menjelaskan bahwa permintaan evakuasi disampaikan melalui lurah setempat. Warga kemudian diarahkan untuk mengungsi ke kantor kelurahan karena dinilai cukup terdampak oleh asap dari kebakaran TPA.
BPBD Siapkan Matras dan Logistik
BPBD Kota Solo telah menyiapkan sejumlah kebutuhan dasar bagi warga yang dievakuasi. Perlengkapan tersebut antara lain matras, selimut, serta logistik lainnya untuk mendukung kebutuhan warga selama berada di tempat evakuasi.
“Sesuai laporan dari Bu Lurah, warga minta dievakuasi ke kelurahan karena agak terdampak. Kita dari BPBD sudah siapkan matras, selimut, dan logistik lainnya juga,” ujar Ari.
Ia menambahkan, sejumlah keluarga meminta untuk meninggalkan rumah mereka karena tidak kuat menghirup asap kebakaran yang terlalu pekat. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan warga memilih untuk sementara waktu dievakuasi dari kediaman masing-masing.
Api Bermula dari Satu Titik
Respati mengungkapkan, informasi awal yang diterima pemerintah menyebutkan bahwa kebakaran bermula dari satu titik atau satu blok di area TPA Putri Cempo. Namun, api kemudian merambat ke blok di sebelahnya karena dipengaruhi angin yang cukup besar.
“Informasi awal ada satu blok. Tapi karena besarnya angin, merambat ke blok sebelahnya,” kata Respati.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, titik awal kebakaran berada di Blok D TPA Putri Cempo. Respati membenarkan informasi tersebut ketika dikonfirmasi mengenai lokasi awal munculnya api.
Perambatan api ke blok lain membuat penanganan kebakaran menjadi perhatian pemerintah. Di sisi lain, kepulan asap yang menyebar ke kawasan permukiman turut mendorong dilakukannya evakuasi terhadap warga yang terdampak.
Penyebab Kebakaran Belum Diketahui
Hingga informasi ini disampaikan, pemicu kebakaran di TPA Putri Cempo belum diketahui. Respati juga belum memberikan jawaban secara tegas ketika ditanya mengenai penyebab munculnya api.
Dengan demikian, informasi yang tersedia saat ini masih berfokus pada penanganan warga terdampak, penyediaan kebutuhan selama evakuasi, serta upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat asap. Pemerintah Kota Solo telah membagikan masker kepada masyarakat di sekitar TPA sebagai bagian dari langkah antisipasi.
Kesimpulan
Kebakaran TPA Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Solo, menyebabkan warga dari RT 3 RW 39 dievakuasi ke kantor kelurahan. Evakuasi dilakukan karena asap kebakaran cukup pekat dan mengganggu warga. BPBD Kota Solo menyiapkan matras, selimut, dan logistik, sementara pemerintah membagikan masker kepada masyarakat di sekitar lokasi.
Api disebut bermula dari Blok D dan merambat ke blok sebelahnya akibat angin. Adapun penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Penanganan selanjutnya diharapkan tetap memprioritaskan keselamatan warga serta pemantauan terhadap dampak asap di kawasan sekitar TPA Putri Cempo.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment