Studi Inggris Ungkap Risiko Diabetes Tipe 2 Berbeda pada Pria dan Wanita

Sebuah studi berskala besar di Inggris menemukan bahwa diabetes tipe 2 dapat berkembang dengan pola risiko yang berbeda pada pria dan wanita. Penelitian tersebut menunjukkan, wanita dengan diabetes tipe 2 lebih sering mengalami gangguan kesehatan mental. Sementara itu, pria memiliki risiko lebih besar mengalami penyakit jantung atau gagal ginjal setelah didiagnosis.

Perbedaan pola komplikasi ini menjadi perhatian karena kemunculan penyakit tambahan dapat memengaruhi harapan hidup pasien. Baik pria maupun wanita menghadapi risiko kematian lebih dini ketika gangguan kesehatan mental turut menyertai diabetes tipe 2. Namun, pada pria, kondisi tersebut dikaitkan dengan usia kematian median yang lebih rendah dibandingkan wanita.

Pria dengan Gangguan Mental Berisiko Meninggal Lebih Dini

Dalam penelitian tersebut, pria yang mengalami pola perkembangan diabetes tipe 2 dan gangguan kesehatan mental meninggal pada usia median 61 tahun. Adapun wanita dengan urutan kondisi yang sama meninggal pada usia median 70 tahun. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar 10 tahun antara kedua kelompok tersebut.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil studi ini tidak secara otomatis membuktikan hubungan sebab-akibat. Temuan tersebut menggambarkan pola kesehatan yang terlihat dalam data pasien dan menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap komplikasi fisik maupun mental pada penderita diabetes tipe 2.

Melibatkan Lebih dari 28 Ribu Pasien

Studi yang diterbitkan di jurnal PLOS Medicine pada 25 Agustus 2026 itu dilakukan oleh Fabiola Eto dan sejumlah peneliti lainnya. Tim dari Queen Mary University of London menganalisis data 28.720 pasien yang baru didiagnosis menderita diabetes tipe 2 selama periode 2010 hingga 2020.

Para peneliti mengikuti pasien selama rata-rata 6,8 tahun. Dalam periode tersebut, mereka mencatat kapan dan bagaimana urutan kemunculan penyakit tambahan setelah diagnosis diabetes. Kondisi yang diamati meliputi hipertensi, penyakit jantung, gagal ginjal, serta gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan gejala psikosomatis.

Sekitar 62 persen peserta penelitian merupakan pria, sedangkan sisanya adalah wanita. Rata-rata usia pria ketika didiagnosis diabetes tipe 2 adalah 54 tahun, sementara wanita didiagnosis pada usia rata-rata 56 tahun. Peserta kemudian dikelompokkan berdasarkan usia, yakni 16-39 tahun, 40-59 tahun, dan 60 tahun ke atas.

Perbedaan Komplikasi pada Pria dan Wanita

Di antara peserta yang mengalami setidaknya satu kondisi tambahan setelah diagnosis diabetes, terlihat perbedaan yang cukup jelas berdasarkan jenis kelamin. Wanita lebih sering mengalami gangguan kesehatan mental. Tingkat kejadiannya mencapai 8,1 persen, sedangkan pada pria berada di angka 5,3 persen.

Sebaliknya, pria memiliki tingkat kejadian penyakit jantung atau gagal ginjal yang lebih tinggi. Komplikasi tersebut tercatat pada 8,4 persen pria, dibandingkan 5,3 persen pada wanita. Temuan ini menunjukkan bahwa pemantauan pasien diabetes perlu mempertimbangkan kemungkinan komplikasi yang berbeda antara pria dan wanita.

Hipertensi Menjadi Komplikasi Paling Umum

Terlepas dari perbedaan jenis kelamin dan kelompok usia, hipertensi menjadi komplikasi yang paling sering ditemukan. Tekanan darah tinggi dialami sekitar 20-21 persen peserta dalam seluruh kelompok penelitian.

Pada wanita berusia 16-39 tahun, kemungkinan mengalami gangguan kesehatan mental menjadi yang paling tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Risiko tersebut juga tetap lebih tinggi pada wanita dibandingkan pria seiring bertambahnya usia.

Pria Lebih Jarang Memanfaatkan Layanan Kesehatan

Selain lebih banyak mengalami penyakit jantung dan gagal ginjal, pria dalam penelitian ini juga tercatat lebih sedikit memanfaatkan layanan kesehatan. Rata-rata, pria melakukan konsultasi sebanyak 32 kali, sedangkan wanita mencapai 92 kali.

Pria juga memiliki tingkat rawat inap yang lebih tinggi. Menurut peneliti, rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan dan tingginya angka rawat inap mungkin turut berperan dalam kondisi kesehatan pria yang lebih buruk. Namun, studi tersebut tidak memastikan bahwa faktor-faktor itu secara langsung menyebabkan perbedaan hasil kesehatan.

Penanganan Diabetes Perlu Lebih Menyeluruh

Para peneliti menilai, praktik penanganan diabetes saat ini masih cenderung berfokus pada pemantauan komplikasi umum. Padahal, rangkaian kemunculan penyakit tambahan tertentu dapat memberikan dampak yang lebih serius terhadap kesehatan dan usia harapan hidup pasien.

Karena itu, pengelolaan diabetes tipe 2 dinilai perlu dilakukan secara lebih menyeluruh. Pemeriksaan kondisi fisik, kesehatan mental, serta riwayat komplikasi perlu berjalan berdampingan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan mengenali risiko yang berbeda pada pria dan wanita sejak lebih awal.

Kesimpulan

Studi di Inggris menunjukkan bahwa wanita dengan diabetes tipe 2 lebih rentan mengalami gangguan kesehatan mental, sedangkan pria lebih berisiko menghadapi penyakit jantung atau gagal ginjal. Ketika gangguan kesehatan mental menyertai diabetes, pria dalam penelitian ini memiliki usia kematian median 61 tahun, dibandingkan 70 tahun pada wanita dengan pola kondisi serupa.

Temuan tersebut menegaskan pentingnya pemantauan diabetes yang tidak hanya berfokus pada kadar gula darah atau komplikasi umum. Ke depan, pengelolaan kesehatan mental dan fisik secara bersamaan dapat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup serta memperpanjang harapan hidup pasien diabetes tipe 2.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment