Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 91 Orang, BNPB Catat 5.688 Gempa Susulan

Korban meninggal dunia akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 91 orang. Data tersebut disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam konferensi pers yang dipantau melalui kanal YouTube BNPB pada Minggu (23/8). Jumlah itu meningkat empat orang dibandingkan data pada hari sebelumnya.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebutkan bahwa selain korban meninggal, gempa tersebut juga menyebabkan 1.286 orang mengalami luka-luka. BNPB masih mencatat perkembangan dampak bencana, termasuk korban yang belum selesai diidentifikasi.

Rincian Korban Meninggal di Sejumlah Daerah

Korban meninggal akibat gempa tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di NTT. Kabupaten Manggarai mencatat jumlah korban terbanyak, yakni 32 jiwa. Berikut rincian korban meninggal berdasarkan wilayah:

  • Manggarai: 32 jiwa
  • Manggarai Timur: 31 jiwa
  • Nagekeo: 14 jiwa
  • Sikka: 6 jiwa
  • Ngada: 5 jiwa
  • Ende: 2 jiwa
  • Manggarai Barat: 1 jiwa

Data tersebut menunjukkan bahwa korban tersebar di tujuh kabupaten. Manggarai dan Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal paling tinggi dibandingkan daerah lainnya.

Komposisi Korban Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia

BNPB juga menyampaikan data demografi korban meninggal dunia. Dari total 91 korban, sebanyak 40 orang berjenis kelamin laki-laki dan 48 orang berjenis kelamin perempuan. Sementara itu, tiga korban lainnya masih belum diketahui jenis kelaminnya karena proses identifikasi masih berlangsung.

Berdasarkan kelompok usia, korban meninggal terdiri atas 39 lansia, empat batita, satu balita, 12 anak dan remaja, serta 35 orang dewasa. Data ini memperlihatkan bahwa korban berasal dari berbagai kelompok usia, dengan jumlah lansia menjadi yang paling banyak.

Dampak Langsung dan Tidak Langsung Gempa

Berton menjelaskan, sebagian korban meninggal dunia disebabkan dampak langsung dari gempa. Sebanyak 51 persen korban dinyatakan meninggal akibat dampak langsung, seperti tertimpa reruntuhan bangunan.

Sementara itu, 49 persen korban lainnya meninggal karena dampak tidak langsung. BNPB turut mencatat sebanyak 1.286 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. Rincian mengenai penyebab korban meninggal menjadi bagian dari pendataan dan penanganan kebencanaan yang terus dilakukan.

BNPB Catat Ribuan Gempa Susulan

Selain memperbarui data korban, BNPB mencatat adanya 5.688 kali gempa susulan sejak gempa utama terjadi. Dari jumlah tersebut, gempa susulan yang dirasakan warga pada hari yang sama mencapai 130 kali.

Magnitudo gempa susulan tercatat bervariasi. Gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil tercatat 1,1. BNPB menyebut rangkaian gempa susulan tersebut masih menunjukkan pola temporal yang belum sederhana.

Menurut BNPB, gempa susulan diperkirakan masih berlangsung selama sekitar tiga hingga empat minggu sejak gempa utama. Kondisi ini membuat pemantauan terhadap aktivitas gempa dan perkembangan dampaknya tetap diperlukan.

Kesimpulan

Jumlah korban meninggal akibat gempa NTT bertambah menjadi 91 orang, dengan korban terbanyak tercatat di Manggarai dan Manggarai Timur. Selain itu, sebanyak 1.286 orang mengalami luka-luka, sementara tiga korban meninggal masih dalam proses identifikasi jenis kelamin.

BNPB juga mencatat 5.688 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2. Karena gempa susulan diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat minggu, perkembangan situasi di wilayah terdampak masih perlu terus dipantau. Data korban dan dampak bencana juga dapat berubah seiring proses pendataan serta identifikasi yang dilakukan oleh pihak terkait.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment